Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi telah menyetujui penggunaan darurat vaksin COVID-19 (CoronaVac) yang diproduksi oleh Sinovac untuk digunakan kepada kelompok berusia 60 tahun ke atas dilansir oleh Sekretariat Kabinet pada Minggu (7/2/2021).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam keterangan persnya Minggu (07/02/2021) sore. "Pada 5 Februari 2021 kemarin, BPOM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (emergency use authorization) vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin, yang diberikan dalam selang waktu 28 hari," ujarnya.
Tapi meskipun BPOM sudah menyetujui penggunaan darurat, Penny menegaskan jika vaksinasi terhadap orang-orang lanjut usia harus dilakukan dengan hati-hati karena kelompok tersebut berisiko tinggi memiliki komorbid atau penyakit penyerta.
"Oleh karena itu, proses screening menjadi sangat critical, sangat penting sebelum dokter memutuskan memberikan persetujuan vaksinasi," tuturnya menjelaskan.
Dia lalu menambahkan jika BPOM telah menerbitkan fact sheet atau lembar fakta untuk tenaga kesehatan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan screening sebelum melaksanakan vaksinasi terhadap kelompok lanjut usia.
"Di samping itu, manajemen risiko juga harus direncanakan dengan sebaik-baiknya sebagai langkah antisipasi/mitigasi risiko apabila terjadi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI)," ujarnya menambahkan.
Penny juga menuturkan jika pihaknnya berharap dengan disetujuinya penggunaan darurat vaksin tersebut bisa menurunkan angka paparan infeksi dan kematian lansia karena COVID-19.
"Dengan telah diterbitkannya persetujuan vaksin untuk populasi lansia diharapkan angka kejadian infeksi dan angka kematian lansia akibat infeksi COVID-19 ini dapat menurun," kata Penny.
Penny juga mengatakan dalam keterangan persnya jika persetujuan penggunaan darurat CoronaVac diberikan setelah melalui pembahasan panjang yang dilakukan oleh BPOM dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Komisi Nasional Penilai Obat, dokter spesialis alergi dan imunologi, juga dokter spesialis geriatrik terkait dengan hasil uji klinis vaksin tersebut di Tiongkok dan Brazil terhadap kelompok yang berusia 60 tahun ke atas.
Sebelumnya Penny juga mengatakan jika pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap data uji klinis vaksin CoronaVac fase pertama dan kedua di Tiongkok, serta fase ketiga di Brazil.
Dari hasil uji klinis fase pertama dan kedua di Tiongkok yang melibatkan 400 orang kelompok lanjut usia menunjukkan jika 28 hari setelah pemberian dosis kedua, kadar antibodi sebesar 97,96 persen.
Penny juga menjelaskan jika data uji klinis fase ketiga yang berlangsung di Brazil dengan melibatkan subjek lansia sebanyak 600 orang telah menunjukkan bahwa vaksin produksi Sinovac tersebut aman dan tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, hanya bersifat ringan sakit kepala, demam, mual, nyeri, kemerahan pada kulit, dan bengkak.
Baca Juga
-
Sinopsis Film Kingdom of the Planet of the Apes, Tayang 10 Mei 2024
-
Resmi Berkencan dengan IU, Lee Jong Suk Tulis Surat Mengharukan untuk Fans
-
Daftar Pemenang KBS Drama Awards 2022, Ada Lee Seung Gi dan Joo Sang Wook!
-
Keren! BTS Masuk Daftar Musisi yang Banyak Pecahkan Rekor Tahun 2022
-
Keren! Belum Resmi Rilis Album Solo, Jimin BTS Kembali Memecahkan Rekor Ini
Artikel Terkait
-
Afsel Tunda Pemberian Vaksin Covid-19 AstraZeneca/Oxford, Ini Sebabnya
-
Miskomunikasi, Staf Rumah Sakit Singapura Disuntik 5 Dosis Vaksin Covid-19
-
Erick Thohir: Vaksin Merah Putih Baru Tersedia di 2022
-
Ilmuwan Uji Pencampuran Vaksin Covid-19 AstraZeneca dengan Pfizer
-
Vaksin COVID-19 di Cianjur Terhambat, 2.500 Tenaga Medis Belum Disuntik
News
-
Pemuda Trash Ranger Indonesia sebagai Delegasi Puncak IGYLS 2026
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
Terkini
-
Meraih Ketidakmungkinan: Saat Pemuda STOVIA Terjebak Cinta & Nasib Bangsa
-
Samsung Salip Apple Saat Pasar Smartphone Terpuruk, Kok Bisa?
-
Ketika Mengajar Tak Lagi Menjanjikan: Kesejahteraan Guru Terus Tertinggal
-
4 Ide OOTD Urban Y2K Streetwear ala Yuqi I-DLE yang Gampang Ditiru!
-
Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Siap Hadapi Prancis Tanpa Beban Mental