Ilustrasi banjir. (Pixabay/Hermann)
Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat ancaman risiko bencana alam tertinggi di dunia. Pada awal 2021 saja, bencana datang silih berganti. Sering kali bencana datang tanpa ada tanda-tanda. Oleh sebab itu, sikap untuk siap siaga dan waspada adalah poin penting untuk menyelamatkan diri saat bencana terjadi. Langkah sadar bencana yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB).
Dilansir dari buku saku panduan kesiagaan banjir bagi masyarakat buatan Pemprov DKI Jakarta, berikut ini adalah segala piranti yang sebaiknya ada dalam Tas Siaga Bencana (TSB):
- Alat komunikasi (Handphone) beserta alat pengisi dayanya untuk mencari bantuan dan melihat informasi.
- Kotak obat yang berisi obat-obatan pribadi dan obat-obatan lainnya.
- Dokumen penting dan surat berharga, seperti Surat Tanah, Surat Kendaraan, Ijazah, Akta Kelahiran, dan sebagainya.
- Masker dan hand sanitizer agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
- Pakaian ganti untuk minimal tiga hari dilengkapi dengan jaket, selimut, handuk, dan jas hujan.
- Makanan yang tahan lama (mie instan, biskuit, abon, dll) dan air minum untuk persediaan minimal tiga hari.
- Uang tunai secukupnya sebagai bekal.
- Alat bantu penerangan seperti senter, lilin, headlamp, korek api, dan lain-lain.
- Kantong dengan ukuran beragam untuk menyimpan atau membawa sesuatu pasca bencana.
- Foto keluarga untuk memudahkan mencari informasi apabila terpisah dari keluarga ketika terjadi bencana.
- Peluit untuk meminta pertolongan saat darurat.
Simpan dan letakkan tas di tempat yang strategis, aman, dan mudah dijangkau sehingga saat dibutuhkan mudah untuk diraih.
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Wanita Harus Tahu, 4 Penyebab Badan Lemas saat Menstruasi
-
Hindari dari Sekarang, Ini 4 Kebiasaan Penyebab Sahabat Pergi Menjauh
-
Mudah Tergiur? Ini 4 Tips Ampuh Tahan Godaan Makan Junk Food
-
4 Kesalahan Mencuci Wajah, Bisa Bikin Jerawatan
-
Belajar Memasak, Ini 4 Kesalahan Penyebab Donat Tidak Mengembang
Artikel Terkait
-
Kali Malang Meluap, Puluhan Rumah Terendam Banjir
-
Terjebak di Mobil Berjam-jam, Cewek Ini Ketakutan Terobos Banjir Jam 3 Pagi
-
Epidemiolog Ingatkan Potensi Kenaikan Kasus Covid-19 Saat Bencana Banjir
-
KBB Siaga Banjir, Ini Titik Rawan Versi BPBD
-
Terjun Langsung Tangani Bencana, Ini 3 Pilar Penting Kemensos
News
-
Ritel Adalah Cermin Sosial: Membaca Karakter Pelanggan dari Gaya Belanja Mereka
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Tim FIP UNY Bekali Guru PCM Tonjong Modul Ajar Berbasis Deep Learning
-
FH UNY Gelar PkM di MIM Tonjong, Kenalkan Pendekatan 'Deep Learning' untuk Guru Muhammadiyah
Terkini
-
Drakor Agent Kim Reactivated Ungkap Pakai AI untuk Adegan Misi Korea Utara
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Perjuangan Swiss yang Dikhianati Pemainnya Sendiri
-
5 Tips Ampuh Memulai Percakapan Saat MPLS, Dijamin Gak Bakal Canggung!
-
Piala Dunia 2026: Norwegia Pulang dengan Kepala Tegak, Kok Bisa?
-
Dibalik Megaproyek B50: Siapkah Indonesia Mengatur Ulang Ekosistem Energinya?