Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Timnas Norwegia resmi akhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 usai disingkirkan Inggris. (Instagram/@herrelandslaget)
Rana Fayola R.

Perjalanan luar biasa tim nasional Norwegia akhirnya harus terhenti di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mereka dipaksa mengakui keunggulan Inggris, sebuah kekalahan terhormat yang memaksa skuad Lovene pulang dari turnamen akbar ini dengan kepala tegak.

Bertanding di bawah atmosfer riuh Stadion Miami, Amerika Serikat pada hari Minggu, pertempuran sengit yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1 untuk kemenangan Tiga Singa.

Jude Bellingham menjadi mimpi buruk sekaligus pahlawan kemenangan bagi kubu lawan, di mana seluruh gol penentu kemenangan skuad asuhan Thomas Tuchel diborong oleh gelandang andalan milik Real Madrid tersebut.

Padahal, kejutan besar sempat dihentakkan oleh armada Norwegia yang langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit.

Pertandingan baru berjalan dua menit ketika winger muda berbakat mereka, Andreas Schjelderup, berhasil menggetarkan jala gawang Inggris yang dikawal ketat oleh Jordan Pickford.

Memanfaatkan celah di sisi kanan kotak penalti lawan, Schjelderup melepaskan sebuah sepakan melengkung yang sangat akurat, membentur tiang jauh sebelum akhirnya bersarang telak di dalam gawang.

Tersentak oleh gol kilat tersebut, Harry Kane dan kawan-kawan langsung menaikkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan skor dari sang lawan.

Gempuran yang datang bertubi-tubi dari lini serang Inggris akhirnya membuahkan hasil manis tepat pada masa injury time babak pertama akan berakhir.

Berawal dari pergerakan lincah Anthony Gordon yang mengirimkan umpan tarik matang, bola kemudian disambar oleh Jude Bellingham melalui kontrol tenang sebelum melepaskan tembakan mematikan yang gagal dihalau Orjan Nyland.

Kapten Inggris, Harry Kane, sejatinya sempat membawa negaranya berbalik unggul sesaat sebelum turun minum, namun perayaan gol tersebut harus kandas lantaran dirinya sudah berada dalam posisi offside.

Lonjakan Ekspektasi dan Drama VAR

Memasuki paruh kedua jalannya laga, ketegangan semakin memuncak ketika jala gawang Inggris kembali bergetar pada menit ke-55 melalui sundulan terarah Torbjorn Heggem yang memanfaatkan kemelut dari situasi sepak pojok.

Namun kegembiraan kubu Norwegia seketika berubah menjadi kekecewaan besar setelah wasit meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR) dan memutuskan untuk menganulir gol tersebut.

Dalam tayangan ulang, sang pengadil lapangan menilai bahwa Erling Haaland telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu terhadap Elliot Anderson sesaat sebelum proses gol tercipta.

Hingga peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal sembilan puluh menit ditiupkan, papan skor tetap menunjukkan angka satu sama, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu tiga puluh menit.
Petaka bagi Norwegia akhirnya datang di awal babak pertama perpanjangan waktu ketika kiper Orjan Nyland gagal merangkul dengan sempurna bola muntah hasil tendangan keras Morgan Rogers.

Bellingham yang berada di posisi tepat dengan sangat sigap langsung menyambar bola liar tersebut menjadi gol keduanya, merubah kedudukan menjadi 2-1 sekaligus memastikan tiket semifinal bagi Three Lions untuk menantang pemenang antara Argentina vs Swiss.

Inggris sebenarnya sempat mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-96 seusai Eberechi Eze dijatuhkan oleh Oscar Bobb, namun keputusan tersebut kemudian dibatalkan usai wasit kembali berkonsultasi dengan VAR.

Meski kalah, pencapaian tim asuhan Stale Solbakken sepanjang turnamen ini sejatinya telah melampaui segala ekspektasi awal, mengingat status mereka yang datang bukan sebagai tim unggulan utama.
Langkah hebat mereka diawali dengan performa meyakinkan di fase grup saat sukses menggilas Irak dengan skor telak 4-1 dan menundukkan perlawanan sengit Senegal lewat drama lima gol yang berakhir 3 2.

Puncak kejutan terbesar mereka terjadi di babak 16 besar ketika secara luar biasa menyingkirkan raksasa sepak bola dunia, Brasil, dengan kemenangan tipis 2-1 berkat dwigol fantastis dari sang striker haus gol, Erling Haaland.

Kegigihan, kedisiplinan tingkat tinggi, serta efektivitas permainan yang ditunjukkan saat menghadapi tim-tim besar menjadi bukti sahih bahwa mentalitas bertanding skuad Norwegia telah berkembang sangat pesat.

Meskipun perjalanan indah mereka di tanah Amerika harus terhenti di fase perempat final, kepulangan armada Norwegia dari ajang antarnegara paling bergengsi ini tetap diiringi rasa hormat dan tepuk tangan bangga dari segenap pencinta sepak bola dunia atas seluruh pencapaian luar biasa mereka.