Segarnya jus jeruk memang tidak usah diragukan lagi. Manfaat vitamin C yang terkandung di dalamnya juga membuat minuman ini menjadi favorit banyak orang. Tak heran bila jeruk seringkali mengisi kulkas kita untuk persediaan sehari-hari. Apalagi proses pembuatan jus jeruk ini juga relatif mudah. Kita tidak memerlukan alat-alat khusus untuk bisa membuat satu gelas jus jeruk yang nikmat. Kita hanya membutuhkan jeruk segar, air, sedikit gula dan alat pemeras jeruk. Jika tidak ada alat pemeras jeruk pun tidak masalah. Kita bisa memeras langsung dengan menggunakan tangan.
Meskipun tergolong mudah, tapi dua kesalahan yang sering kita lakukan saat membuat jus jeruk ini bisa membuat jus jeruk buatan kita jadi terasa pahit, loh. Apa saja?
1. Memeras sampai kering
Maksud hati ingin mendapatkan perasan air jeruk yang banyak, tapi ternyata, kebiasaan kita memeras daging jeruk sampai kering justru membuat jus jeruk akan terasa pahit. Penyebabnya adalah lapisan putih antara kulit dan daging ikut terperas. Lapisan putih inilah yang membuat jus jeruk terasa pahit.
Kalau kita menggunakan alat pemeras jeruk, pastikan lapisan putihnya tidak ikut terperas, ya. Begitupun kalau kita memeras dengan menggunakan tangan. Peras sewajarnya saja, tidak perlu terlalu kuat supaya jus jeruk buatan kita terhindar dari rasa pahit saat diminum.
2. Menyimpan terlalu lama
Jus jeruk akan terasa enak dan segar ketika diminum langsung setelah dibuat. Menyimpan jus jeruk terlalu lama, hanya akan membuat rasa jus jeruk berubah.
Terkadang, kita berinisiatif untuk memasukkan jus jeruk yang kita buat ke dalam botol dan menyimpannya untuk diminum keesokan harinya. Tapi, menyimpan jus jeruk lebih dari 12 jam tetap tidak disarankan. Jus sebaiknya memang diminum dan dihabiskan segera. Kamu pasti tidak mau minum jus jeruk yang pahit. Selain itu, menyimpan jus juga rentan membuatnya terkontaminasi dengan bakteri.
Jadi sebaiknya, buat jus jeruk secukupnya saja. Jus jeruk tidak perlu dibuat terlalu banyak apalagi dengan niatan untuk stok atau persediaan. Lebih baik buat langsung dan dihabiskan segera, supaya kesegaran rasanya tetap terjaga.
Baca Juga
Artikel Terkait
News
-
Masa Depan Pariwisata Yogyakarta: Menjaga Budaya di Tengah Arus Global
-
"Diutus" Presiden: Mengapa Ucapan Ketua MPR Ahmad Muzani Picu Kontroversi Konstitusi?
-
Rumah Kosong di Banjarmasin Jadi Saksi Bisu: Mengapa 'Ngelem' Kembali Marak di Kalangan Remaja?
-
Che Cupumanik Rilis Single 'Luka Kolektif' Bersamaan dengan Buku 'Luka Kolektif Manusia Digital'
-
Cegah Pelecehan Siber Berkedok Candaan, Dosen Unpam Bekali Siswa SMK Telkom "Red Flag Detector"
Terkini
-
Tayang 21 Juli, Lee Seok Hoon dan DinDin Jadi Pembawa Acara di Playlist 109
-
Lebih dari Sekadar Nasi Sisa, Sego Karak Adalah Simbol Kehangatan Masa Lalu
-
Demokrasi Butuh Batas, Bukan Tumpang Tindih Kekuasaan
-
Jelang Lawan Inggris, Norwegia Diserang Wabah Flu: Bagaimana Kabar Haaland?
-
5 Slingback Heels dengan Desain Minimalis, Cocok untuk Gaya Office Look!