Polemik skandal paspor beberapa pemain non-Uni Eropa yang berkarier di Liga Belanda ternyata juga mulai merambah ke negara tetangganya, yakni Belgia. Melansir dari akun Instagram @perspectivefootball.id, gelandang senior Timnas Indonesia, yakni Joey Pelupessy, sedang dalam masa istirahat yang diberikan oleh klubnya, yakni SK Lommel.
Kendati pihak klub tidak menyebutkan alasan diistirahatkannya gelandang berusia 32 tahun tersebut, tetapi beberapa pihak menyebut jika kasus skandal paspor yang ada di Belanda atau yang lebih populer dengan nama “Passportgate” juga tengah merambah di Liga Belgia yang juga sama-sama menerapkan peraturan khusus kepada pekerja non-warga negara Uni Eropa.
“Pemain Royal Antwerp, Gyrano Kerk, dikonfirmasi telah keluar dari skuat karena kasus ‘Passportgate’ setelah membela Timnas Suriname. Malam tadi, Joey Pelupessy juga tidak ada di dalam skuat SK Lommel dengan alasan diistirahatkan oleh klub,” tulis laman Instagram @perspectivefootball.id.
Di sisi lain, nasib pemain Timnas Indonesia lainnya yang bermain di Liga Belgia, yakni Ragnar Oratmangoen, juga belum jelas saat ini. Melansir dari laman media Voetbal International (voetbalint.nl), striker keturunan Belanda-Indonesia tersebut juga tidak diketahui apakah akan diistirahatkan oleh klubnya, FCK Dender, seperti yang dialami oleh Joey Pelupessy bersama SK Lommel.
Namun, jika kedua pemain tersebut memang belum mengurus izin administrasi bekerja sebagai warga negara non-Uni Eropa seperti yang terjadi di Belanda, kemungkinan besar keduanya akan absen dalam beberapa laga sebelum izin kerja tersebut terbit. Lalu, apakah solusi yang bisa diambil oleh beberapa pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Belanda maupun di Belgia?
Kasus Paspor Meluas, Beberapa Pemain Timnas Indonesia Bisa Terancam Hengkang?
Kini, kondisi para pemain Timnas Indonesia yang diketahui terkena kasus paspor dan izin kerja di Belanda maupun Belgia terancam dalam posisi yang cukup sulit. Melansir dari laman berita Suara.com (06/04/2026), pihak klub tentunya harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait permasalahan izin kerja bagi warga negara non-Uni Eropa tersebut.
Kita ambil contoh di Belanda, bagi para pendatang yang bekerja di negara tersebut, apabila merupakan warga negara non-Uni Eropa, maka perusahaan tersebut harus membayar dengan gaji minimal 600.000 euro per tahun. Tentunya nominal tersebut terbilang cukup besar bagi beberapa klub di Liga Belanda.
Sementara itu, di Liga Belgia, meskipun tidak diketahui bagaimanakah peraturan terkait izin kerja bagi warga negara non-Uni Eropa, tetapi kemungkinan besar tidak jauh berbeda dengan yang ada di Belanda. Kondisi ini kemudian menjadi polemik tersendiri bagi beberapa pemain non-Uni Eropa yang tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga berasal dari negara-negara lainnya seperti Cape Verde, Curacao, Suriname, dan Aruba.
Di sisi lain, jika kasus ini tidak menemui jalan tengah atau solusi yang konkret, kemungkinan besar kontrak beberapa pemain yang disinyalir memiliki masalah dengan izin kerja tersebut bisa saja diberhentikan oleh klub. Hal ini berarti para pemain tersebut harus mencari klub-klub lainnya yang setidaknya memiliki aturan pekerja non-Uni Eropa yang lebih longgar.
Tentunya hal ini bisa cukup menyulitkan bagi para pemain yang harus bisa lebih selektif lagi dalam mencari liga-liga yang kemungkinan besar tidak memiliki aturan pekerja non-Uni Eropa yang terlalu ketat seperti layaknya di Liga Belanda maupun Belgia. Selain itu, tentunya banyak fan Timnas Indonesia yang berharap jika para pemain tersebut tetap mampu berkarier di Eropa demi terjaganya kualitas permainan di Timnas Indonesia nantinya.
Kini, kita akan menunggu bagaimanakah akhir dari kasus skandal “Passportgate” yang menyita perhatian publik Indonesia dan Eropa tersebut.
Baca Juga
-
Performa Kian Gacor, Dean Zandbergen Disetarakan dengan Cristian Gonzales?
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
Artikel Terkait
-
Striker Kelahiran Hawaii Dapat Restu John Herdman, Kapan Bela Timnas Indonesia?
-
Blak-blakan John Herdman di Depan Erick Thohir, Tuntut PSSI Perbaiki Masalah Ini
-
Pundit Belanda Kritik keras Maarten Paes Usai Ajax Telan Pil Pahit Lagi
-
Performa Dean Zandbergen yang Bikin Timnas Indonesia Harus Segera Rekrut Naturalisasi
-
Wiljan Pluim Bongkar Skandal Paspor, Soroti Dampaknya ke Pemain Timnas Indonesia
Hobi
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
Terkini
-
Dari Chat 5 Menit Menjadi FBI Kasur Lipat: Saat Cinta Menjadi Obsesi
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Siapakah Lelaki Misterius yang Mendorong Brankar Jenazah Dini Hari Itu?
-
Soul Plate: Ketika Member Astro Berubah Jadi Malaikat Restoran, Efektifkah Promosinya?
-
Kisah Tragedi Berdarah di Apartemen Virgil dalam film, They Will Kill You