Menjadi generasi sandwich bukanlah kondisi yang mudah. Terlebih bagi yang tidak berkelimpahan secara finansial. Dengan pendapatan bulanan yang mungkin tidak cukup besar, tentunya akan menjadi satu tantangan sulit untuk mencukupi semua kebutuhan banyak orang, seperti anak, orang tua bahkan juga kakek nenek atau pun cucu. Selain tentu saja harus memenuhi kebutuhannya sendiri.
Keadaan ini berpotensi menimbulkan kelelahan baik fisik maupun mental. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin akan menjadi biang penyebab stres bahkan depresi.
Diperlukan upaya agar tanggungjawab besar sebagai generasi sandwich tidak akan membuat kehidupan pribadi menjadi terabaikan bahkan mengalami stres berkepanjangan. Menjalani tanggungjawab sebagai generasi sandwich yang merawat dan menanggung hidup orang tua merupakan suatu tantangan tersendiri.
Berikut 3 cara untuk mengurangi stres akibat tanggungjawab sebagai generasi sandwich, terutama dalam hal merawat orangtua sebagaimana dikutip dari Forbes.com :
1. Meminta bantuan
Pertama dan terpenting, mintalah bantuan. Mintalah anggota keluarga lain untuk membantu merawat orang tua yang sudah lanjut usia, dan jadwalkan waktu itu agar semua dapat berkoordinasi dan mengikuti kesepakatan. Ini memberi kamu waktu istirahat dan juga untuk merawat diri.
Kamu harus ingat bahwa kamu tidak harus melakukan semua itu sendiri. Kamu bisa membuat rencana untuk berbagi tugas dengan anggota keluarga yang lain. Lakukan tinjauan terhadap pembagian tugas ini dan jika perlu buatlah evaluasi. Ini juga baik untuk membangun kesadaran anggota keluarga yang lain terhadap tanggungjawab dan kesediaan untuk berkontribusi dalam menopang kebutuhan orangtuamu.
2. Berkomunikasi
Jagalah komunikasi dengan semua anggota keluarga termasuk yang tidak tinggal bersama orangtua. Upayakan mereka juga mengatahui kondisi orangtua. Berikan dorongan agar mereka dapat menelpon atau mengunjungi orangtua sesekali. Ini akan mengurangi bebanmu dan pastinya orangtua juga akan merasa senang
3. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya
Luangkan dan nikmati waktumu bersama orangtua. Kamu bisa menikmati kebersamaan dan sekedar berbincang-bincang. Cobalah juga melakukan kegiatan yang kamu dan orangtuamu sukai. Mungkin kegiatan berkebun, melukis ataupun memasak. Ini bermanfaat untuk mengurangi stres bagi kamu dan orangtuamu.
Dengan cara-cara di atas, kamu dapat sedikit mengurangi bebanmu. Hubungan dengan semua anggota keluarga yang lain juga bisa menjadi lebih dekat. Dan dengan adanya dukungan finansial dari anggota keluarga yang lain tentunya akan sangat membantu agar kebutuhanmu juga tetap bisa terpenuhi. Yang tak kalah penting adalah kamu bisa berbakti kepada orangtua tanpa lupa berbahagia dan tak kehilangan kehidupanmu sendiri.
Baca Juga
-
3 Kesalahan saat Mengenakan Pakaian Baru di Tempat Kerja
-
3 Kebiasaan Buruk yang Membuat Meja Kerja Kamu Sering Berantakan
-
5 Tips Mengubah Hobi Membuat Buket Bunga Jadi Uang, Berani Coba?
-
3 Ide Hadiah untuk Seorang Backpacker, Pilih yang Praktis!
-
3 Macam Celebrity Worship, Jangan sampai Kebablasan Memuja!
Artikel Terkait
-
Cara Membangun Kedekatan Emosional Anak Lewat Kebiasaan Sederhana di Rumah
-
Banjir Undangan? Ini 5 Tips Atur Budget Kondangan agar Dompet Tak Menjerit
-
Toyota Innova Vs Rush, Mana yang Lebih Irit? Cek Beda Konsumsi BBM, Performa, Harga, dan Pajaknya
-
Tetap Waras di Era Tak Tentu, Membaca Bebas Finansial ala Generasi Sandwich
-
Mobil Luxio Bekas di Bawah Rp100 Juta, Dapat Unit Tahun Berapa?
News
-
Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS: Apakah Ini Saatnya Panik atau Investasi?
-
Stop Jadi Martir Sosial! People Pleaser itu Bukan Orang Baik, Justru Merugikan Loh
-
Biaya Editing hingga Mic Rp0, Fakta di Balik Kasus Videografer Amsal Sitepu
-
8 Cara Menghidupkan HP yang Mati Total Tanpa Tombol Power dan Volume
-
Fakta Hukum Mengejutkan: Mengapa Menteri Korupsi, Presiden Tetap 'Kebal Hukum'?
Terkini
-
Suara yang Memanggil dari Dunia yang Tidak Pernah Ada
-
Warisan Leluhur Negeri Tirai Bambu: 88 Kisah yang Bikin Kamu Lebih Bijak
-
Nasib Apes Pemain Diaspora: Main di Belanda tapi "Dibekukan" Gara-Gara Paspor WNI?
-
Saat Opini Media Sosial Dianggap Lebih Valid dari Sains: Selamat Datang di Era Matinya Kepakaran
-
Riyadus Shalihin: Teduhnya Oase Spiritual di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia