Healing adalah istilah yang lazim disematkan pada aktivitas wisata atau melakukan hobi guna menyegarkan diri dari penatnya urusan dunia. Umumnya, hal ini dilakukan pada hari libur. Anda bisa bepergian ke tempat-tempat wisata, berkumpul bersama keluarga dan teman-teman, berwisata kuliner, pergi ke perpustakaan, memancing di sungai atau danau, atau sekadar rebahan sepanjang hari, haha!
Namun, pernahkah Anda healing dengan cara mengagumi alam semesta saja?
Healing Low Budget
Cara healing setiap orang tentu berbeda-beda, dan kita tidak boleh mencemooh mereka selama masih dalam batasan wajar dan manusiawi. Tidak apa-apa jika mereka menghabiskan waktu dengan memancing atau berwisata kuliner di tempat-tempat wisata.
Namun, jika kawan-kawan ingin sekali healing yang low budget atau tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, cobalah main ke alam. Tidak masalah pergi ke kebun, ke taman, atau bersepeda melintasi jalanan persawahan. Nikmati indahnya lanskap pepohonan, angin yang menebarkan aroma dedaunan, atau jika beruntung, Anda bisa melihat benih-benih dan dedaunan kering beterbangan.
Sains Bilang: Semesta Punya Kekuatan Penyembuhan
Melansir dari laman Universitas Cincinnati, menghabiskan waktu di alam akan mendorong terjadinya aktivitas fisik yang melibatkan indra dan rasa, mendorong terjadinya interaksi sosial, serta meningkatkan kesejahteraan mental yang lebih baik. Tentunya, seluruh elemen ini tidak hanya berdampak signifikan pada psikologi manusia saja, melainkan juga pada kesehatan fisik, contohnya berjalan kaki.
Atau, Anda bisa juga mencoba berkebun. Tidak perlu muluk-muluk harus memiliki tanah sekian hektare atau benih padi sekian kuintal. Anda bisa mulai dengan pot kecil, pot dari galon bekas juga boleh, dan benih tanaman apa pun. Bisa berupa biji dari buah yang sudah Anda konsumsi atau membeli benih sayuran di toko pertanian.
Dengan berkebun, Anda tidak hanya melibatkan aktivitas fisik saja, melainkan ikut merasuk dalam The Power of Nature: Healing Ability, haha. Anda juga akan mengasah skill kasih sayang terhadap tanaman dan kesehatan jiwa yang membaik.
Caraku Healing di Alam
Membaca artikel dan menonton vlog traveling ke tempat-tempat cantik memang seru, tetapi tidak untuk pergi ke sana. Begitulah saya yang kontradiktif. Daripada bepergian ke lokasi-lokasi wisata yang tentu ramai di akhir pekan dan hari libur, saya lebih suka "membolang" ke kebun-kebun, luru (mencari) buah kapuk yang berjatuhan, kulit luar buah mahoni untuk kayu bakar, sampai biji buah-buahan yang kemungkinan besar terbawa kalong atau burung untuk ditanam sendiri.
Terkadang, saya juga bersepeda melintasi jalanan persawahan, main ke sungai bersama adik, atau bergaya sedang berkebun. Meski untuk berkebun, skill saya mati kutu. Alih-alih subur, tanaman lebih sering mati karena saya telat menyiramnya.
Healing Paling Simpel dalam Tekanan
Namun, jika belum sempat libur tetapi sudah keburu suntuk, seringnya saya mengamati laba-laba di dahan-dahan pohon bidara belakang rumah. Saya mengagumi salah satu anggota kelas Arachnida tersebut sambil menyesap kopi hitam panas. Seketika, memori lama terpampang di awang-awang.
Saat masih SD dulu, saya pernah digigit oleh laba-laba hingga memunculkan luka melepuh. Persis dengan adegan Peter Parker (Tobey Maguire) dalam serial Spider-Man pertama. Dari sanalah saya paham bahwa film Spider-Man hanyalah fiksi belaka. Saya tidak berubah menjadi manusia laba-laba!
Pada akhirnya, buat kawan-kawan yang suntuk dan penat akan riuh serta kejamnya dunia, cobalah untuk "pulang" ke alam sejenak. Tidak perlu se-ekstrem mendaki puncak Everest atau menyelam ke Palung Mariana. Cukup keluar rumah, menjejakkan kaki di taman atau kebun. Nikmati vibe kesempurnaan semesta dan cobalah untuk memulai semangat baru. Sekian.
Baca Juga
-
Friska, Lift Aneh, dan Lelaki Berbaju Hitam Pencari Gula Pasir
-
Secuil Kebahagiaan, Soal Adrian dan Minuman Oplosan dari Kak Lita
-
Polisi Berdarah di Perlintasan Rel Kereta Api Tanpa Palang Pintu
-
Pocong Berkain Putih Bersih di Rumpun Bambu Belakang Rumah Paklek Randi
-
Nostalgia Aroma Dapur Ibu: Kisah Hangat Memasak dengan Tungku Kayu Bakar
Artikel Terkait
-
Diguyur Hujan Lebat, Jalur Lingkar Utara Jatigede Longsor
-
3 Calon Debutan Timnas Indonesia yang Bisa Tampil di FIFA Series 2026
-
Lelah dan Stres Akibat Jadwal Padat? Ini Rahasia Generasi Muda Tetap 'Cool' Seharian!
-
Tangani Bencana Sumatra, DPR ke Bos Pertamina: Di-WA Tengah Malam Langsung Balas!
-
Krisis Pemain Bintang, John Herdman Bisa Orbitkan 6 Debutan di FIFA Series 2026
Health
-
Duel Karbo Lebaran: Ketupat vs Nasi, Siapa yang Paling Bikin Gula Darah Meroket?
-
Bikin Wangi dan Terasa Lembut di Kulit, Bedak Bayi Berisiko Ganggu Paru-paru Nanti
-
Habis Sahur Tidur Lagi? Ternyata Buat Pola Tidur dan Metabolisme Berantakan
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
-
Bebas Lemas Sampai Lebaran: Rahasia Menu Sahur Rendah Gula ala Ibu Cerdas!
Terkini
-
Ji Sung dan Ha Yoon Kyung Bintangi Drakor Thriller Baru Berjudul Apartment
-
Golden Kamuy Capai Klimaks di Arc Terakhir pada Musim Dingin Mendatang
-
BTS ARIRANG Puncaki Billboard 200 dengan Penjualan Fantastis dalam 10 Tahun
-
Ravi Selesaikan Tugas Wamil, Kembali Minta Maaf soal Pemalsuan Data Medis
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan