Orang kebanyakan menggunakan drone untuk merekam video dari ketinggian. Namun, hal itu tidak berlaku untuk pemuda satu ini karena ia punya kreativitas tanpa batas. Melalui unggahan video di akun media sosial TikToknya lurah online, pemuda tersebut menunjukkan kreativitasnya.
Rekaman video memperlihatkan dua orang pemuda yang sedang berlari di jalan setapak antara sawah dan sungai.
Kedua pemuda viral itu terlihat berlari dengan kecepatan yang sedang. Mereka berlari secara berbaris, satu orang di depan, dan satunya lagi mengikutinya di belakang.
Pemuda yang berada di posisi belakang tampak berlari sambil membawa batang bambu panjang. Pemuda tersebut membawa batang bambu dengan posisi horisontal.
Pada bagian ujung bambu paling atas rupanya ditaruh sebuah kamera. Kedua pemuda ini ternyata sedang melakukan perekaman video.
Mereka ingin merekam video yang memperlihatkan pemuda lari dengan pemandangan hamparan sawah. Mereka mengambil gambar dari sisi atas.
Alhasil, batang bambu yang panjang dijadikan sebagai pengganti drone manual. Hasil videonya pun tidak mengecewakan meskipun direkam dengan bantuan drone manual alias batang bambu.
Sewaktu diputar, hasil videonya tidak kalah dengan video yang direkam menggunakan drone asli. Cara yang dilakukan oleh pemuda ini mungkin bisa jadi inspirasi bagi kalian.
Tidak punya drone tetapi ingin merekam dari sisi atas, batang bambulah yang menjadi solusinya. Sejak diunggah satu hari kemarin, video tersebut sudah ditonton sebanyak 445, 1 ribu kali.
Warganet yang menonton video ini langsung memberikan berbagai macam tanggapan di kolom komentar. Banyak warganet yang mengapresiasi kreativitas pemuda tersebut.
"Tak perlu mewah yang penting wah. Mantap, keren, kreatif, berkarya tanpa batas," ujar salah satu warganet.
"Drone dengan kearifan lokal. Dikira mau nguber layangan, wadidaw hasilnya kece banget," imbuh yang lain.
"Wow keren kak hasilnya, enggak mesti pakai alat mahal. Seadanya dengan kreatif hasilnya pun bagus," ungkap lainnya.
"Keren, enggak perlu mewah tapi hasilnya sudah wah banget," komen warganet lain.
Baca Juga
-
Sepucuk Surat dalam Film Dear You Mengajarkan Arti Rindu yang Hilang
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
-
Ulasan Wedding Impossible: Mengkritisi Norma di Balik Tuntutan Menikah
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing
Artikel Terkait
News
-
Gandeng Astra, Perjuangan Kang Edai Angkat Budaya Suku Osing Berbuah Manis
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
Terkini
-
Sepucuk Surat dalam Film Dear You Mengajarkan Arti Rindu yang Hilang
-
The First Responders Season 2 dan Pertarungan Otak Melawan Dalang Kejahatan
-
Revisi Buku Ajar atau Nasib Guru, Mana Prioritas Pendidikan Nasional?
-
Ulasan Wedding Impossible: Mengkritisi Norma di Balik Tuntutan Menikah
-
Menolak Lupa di Tanah Adat: Asa Kang Edai dan Astra Merawat Suku Osing