Waktu yang terus bergulir, tak terasa telah membawa kita ke pengujung bulan suci Ramadan. Sebentar lagi akan ramai terdengar di telinga kita, "Selamat tinggal Ramadan, selamat datang Syawal." Kemunculan bulan Syawal sudah tinggal menunggu hitungan jam. Gemuruh takbir akan segera berkumandang dari pengeras suara masjid dan musala di berbagai daerah. Kaum muslimin akan menyambut hari kemenangan dengan riang gembira.
Pagi harinya, umat Islam akan gelar salat Idul Fitri di masjid-masjid dan lapangan-lapangan sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama, imam yang memimpin salat Idul Fitri akan bertakbiratul ihram tujuh kali, sedangkan rakaat kedua akan bertakbiratul ihram sebanyak lima kali. Dan setelah itu, baru sang khatib berdiri membacakan khutbah.
Khutbah biasanya dibaca oleh tokoh-tokoh agama, atau orang yang berkompeten dalam masalah agama. Ada juga masyarakat yang ingin memunculkan tokoh-tokoh muda guna menjaring generasi. Di sinilah, santri sebagai cikal bakal tokoh-tokoh agama mulai diorbitkan.
Pada video ini, menayangkan tipe-tipe santri saat ditunjuk sebagai khatib untuk membacakan khutbah pada pelaksanaan salat Idul Fitri. Video yang diunggah oleh @dagelansantri pada Sabtu (30/04/2022) ini, memperagakan beberapa respons santri ketika disuruh menjadi khatib Idul Fitri.
Tipe pertama, si santri langsung mau saat disuruh menjadi khatib. Hal ini sebagai tanda pembuktian bahwa dia di pesantren betul-betul mengaji dan belajar ilmu agama, termasuk belajar ilmu membaca khutbah, serta ilmu tampil berani di muka umum.
Tipe kedua, menolak secara halus dengan berpura-pura mendahulukan tokoh agama setempat. Sikap ini biasanya mengandung dua kemungkinan. Antara sifat tawadhu (rendah hati) atau memang belum siap untuk maju.
Tipe-tipe santri saat disuruh khutbah Idul Fitri
Tipe ketiga, malas berkhutbah tetapi lebih memilih memimpin takbiran. Tipe ini biasanya dia merupakan seorang santri yang kurang mendalami ilmu agama atau bekal ilmu agama yang didapat belum cukup sehingga merasa belum pantas berdiri membacakan khutbah di depan para jamaah salat Idul Fitri. Dia justru lebih memilih memimpin takbiran sebagai pengganti dari menjadi khatib.
Tipe keempat, datang telat biar tidak disuruh-suruh. Biasanya santri dengan tipe demikian adalah santri yang mudah grogi tampil di muka publik. Dia biasanya pura-pura buang hajat, berlama-lama di toilet, sehingga datang terlambat ke masjid. Sampai di masjid, salat Idul Fitri sudah dimulai, dan dia sementara aman dari tugas imam atau khatib.
Video ini telah ditonton sebanyak 1000 tayangan dan mendapat 806 tanda suka. Beragam komentar dari warganet juga membanjiri kolom komentar video ini.
"Hehehe... datang telat cari aman," jawab warganet atas pertanyaan admin (Kalian termasuk yang mana?).
"Yang terakhir sih," jawab lainnya.
"Datang telat tapi akhirnya pas takbiran nunggu sampai pagi," ujar yang lain.
Link video: https://www.instagram.com/reel/Cc-dVUSldaq/?igshid=MDJmNzVkMjY=
Baca Juga
-
OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Jutaan Buku Dihancurkan, AI Bertambah Pintar: Haruskah Kita Merayakannya?
-
Merdeka Bukan Sekadar Bebas: Menyelami Makna Kemerdekaan Lewat Novel Karya Putu Wijaya
-
5 HP Paling Hot Agustus 2026: Vivo, Honor, Google, Oppo, hingga Poco Siap Sikat Pasar!
Artikel Terkait
News
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan