YouTuber Mahyar Tousi diduga menghina batik pakaian tradisioanl Indonesia langsung dirujak oleh netizen. Dugaan hinaan batik tersebut dilontarkan Mahyar melalui cuitan di akun Twitternya @MahyarTousi.
"What on earth are these idiots wearing?" cuit Mahyar dalam postingannya disertai foto lima pejabat tinggi dunia di KTT G20 Bali.
"Apa yang sedang dikenakan oleh para idiot ini?"
Lantas siapa sih sebenarnya sosok Mahyar Tousi?
Biodata
Mahyar Tousi adalah pria berusia 34 tahun. Ia diketahui berasal dari Iran.
Namun, Mahyar Tousi kini tinggal di London, Inggris.
YouTuber
Mayhar Tousi aktif menjadi seorang YouTuber. Ia memiliki 261 ribu subscriber di kanal YouTubenya/ @MahyarTousi.
Mahyar dalam konten YouTubenya membahas tentang politik. Ia mengkritisi kebijakan politik negara-negara di dunia.
Ia sangat lantang dalam menyuarakan pendapatnya berkaitan dengan kebijakan politik. Ia pun kerap diundang untuk tampil dibeberapa acara televisi.
Aktivis
Selain dikenal sebagai YouTuber politik, Mahyar Tousi juga dikenal sebagai aktivis politik. Ia aktif dalam memberikan komentar politik untuk berbagai media seperti Al Jazeera, The Irish Times, Express, dan lainnya.
Mahyar Tousi sebagai sosok yang anti pemerintahan Iran. Ia sering mengunggah soal seruan untuk pembebasan Iran.
Minta Maaf Usai Dirujak Netizen
Netizen merujak Mahyar Tousi yang cuitannya diduga sudah menghina batik. Usai mendapatkan hujatan habis-habisan terkait cuitannya tersebut Mahyar meminta maaf.
Ia mengaku jika cuitannya soal Batik itu hanya bercanda dan tidak berniat untuk menghina.
"Once again, I apologise for any unintentional offence caused by the tweet joking about G20 leaders wearing Indonesia’s traditional clothing. Those of us in Britain making a joke about Sunak & Trudeau wearing it did not have bad intentions and were unaware of the culture." cuitan permohonan maaf Mahyar, Rabu (17/11/2022).
"Sekali lagi, saya mohon maaf atas pelanggan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh tweet yang bercanda tentang pemimpin G20 yang mengenakan pakaian adat Indonesia. Kami di Inggris membuat lelucon tentang Sunak & Trudeau yang memakainya tidak memiliki niat buruk dan tidak mengetahui budayanya."
Baca Juga
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
Artikel Terkait
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia
-
Minyak Sawit Lebih Efisien, Tapi Hutan Bukan Harga yang Boleh Dikorbankan
-
Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice
-
Review Film Agensi Rumah Tangga: Saat Isu Kerasnya PHK Dibalut Komedi Segar