Jika disuruh menggambar pemandangan, ingatkah kalian anak SD tahun 90an biasanya akan melukis dua gunung dan sawah? Tak heran jika template gambar pemandangan seperti itu menjadi legendaris.
Meski terlihat sederhana tetapi gambar pemandangan tersebut dapat mencerminkan kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Tentu kalian sebagai anak 90an yang pernah menggambar pemandangan tersebut bertanya-tanya, mengapa semua teman selalu melukis demikian?
Sekian puluh tahun dari generasi ke generasi gambar ini menjadi misteri. Akhirnya terkuak sudah Pertanyaan itu kini terjawab sudah apabila gambar legendaris dua gunung dan sawah ternyata ada wujud aslinya di Jawa Tengah.
Gambar legendaris dengan dua gunung dan sawah itu memiliki sejarah. Dikutip dari SuaraSemarang, gambar ini dicetuskan oleh seniman Tino Sidin.
Maestro pelukis Tino Sidin berasal dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Ia lahir pada 25 November 1925.
Tino Sidin selain dikenal sebagai pelukis, ia juga merupakan seorang pengajar dan pendidik. Saat era 80-90an, Tino Sidin sangat melegenda dengan tampilan khasnya memakai kacamata dan asesoris topi seorang pelukis.
Ia mengisi dalam acara Gemar Menggambar di stasiun TVRI. Dalam acara tersebut, Tino Sidin mengajarkan metode cara menggambar yang mudah dan efektif kepada anak-anak Indonesia.
Tercetuslah sebuah objek dua gunung dan sawah, yang kemudian dalam perkembangannya bisa dikreasikan dengan ditambah gambar orang, gubug, matahari dan burung-burung yang terbang. Wujud asli gambar legendaris karya Tino Sidin ini rupanya ada di Provinsi Jawa Tengah di antara Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.
BACA JUGA: Halunya Ustadz Yusuf Mansur Bakal Beli Klub Manchester United: Asli, Murah Itu!
BACA JUGA: Cuma di Rumah Pernikahan Mewah Ini Viral, Sederet Mahar Fantastisnya Bikin Melongo
Dua gunung kembar dan sawah yang membentang di tengah terkadang ada petaninya itu merupakan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Hal tersebut diinfokan oleh sebuah akun Instagram wisata @pitravelers_idn, yang memposting sebuah kertas bergambar dua gunung kembar dengan sawah dan jalan raya yang membelahnya.
Tak sedikit netizen yang membagikan komentar mengenang masa SD mereka yang selalu melukis gambar legendaris ini.
"Gue loh waktu sd suka gambar begini," kenang seorang netizen.
"Kirain pas jaman TK ini cuma gunung mitos,, eh pas udah SMP sekolah di Wonosobo baru tau ternyata gunung kembar yg sering disuruh buat gambar itu sungguh nyata adanya" komentar @chen_cen_agustaf.
Ada juga yang mengatakan benar apabila gambar legendaris dan foto tersebut ada di Temanggung Jawa Tengah.
"Daerah jumo ato parakan temanggung ini mah" tulis @ichaldamw.
Baca Juga
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Lee Jae Wook Bakal Main di 'Honeycomb Project', Drama Horor Fantasi Netflix
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Jejak Politika Ki Hajar Dewantara dalam Menyongsong Kemerdekaan Bangsa
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
Artikel Terkait
-
Liburan ke Pemalang, Jangan Lupa Cicipi 5 Kuliner Legendaris Ini sebelum Hengkang
-
Gunung Marapi Kembali Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik Lebih Tinggi
-
Gunung Marapi Erupsi, Ketinggian Abu Vulkanik Capai 350 Meter
-
Klaim Saldo DANA Kaget Terbaru 28 Maret 2025: Bisa untuk Top Up FC Mobile, Begini Caranya
-
Butuh Gambar Ketupat PNG? 40+ Pilihan Keren untuk Desain Lebaranmu
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Wisata Jokowi, Rasa Cinta di Antara Suara Kritis Kita
-
Lee Jae Wook Bakal Main di 'Honeycomb Project', Drama Horor Fantasi Netflix
-
Kalahkan Korea Selatan, Hal Ini Masih Perlu Dievaluasi dari Timnas Indonesia U-17
-
Jejak Politika Ki Hajar Dewantara dalam Menyongsong Kemerdekaan Bangsa
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama