Rafael Alun Trisambodo, ayah Mario Dandy Satriyo yang merupakan pejabat Ditjend Pajak diperiksa tim Direktorat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN) KPK pada Rabu (1/3/2023). Rafael Alun diperiksa selama 8,5 jam atas harta kekayaannya senilai Rp 56 miliar.
Selesai diperiksa, ayah Mario Dandy ini dikerumuni para awakmedia untuk meminta keterangannya. Namun, ia menolak untuk diwawancarai hingga mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang viral jadi buah bibir di media sosial.
Rafael Alun mengaku sudah menyampaikan semuanya saat diperiksa. Ia mengaku lelah dengan jalannya pemeriksaan dari pagi pukul 09.00 WIB sampai sore pukul 17.40 WIB.
"Saya sudah sampaikan itu sudah ya, permisi," ucap Rafael Alun.
"Saya sudah lelah dari pagi sampai ini, tolong kasihan saya ya," sambungnya.
Seraya bergegas masuk ke dalam mobil, Rafael Alun menegaskan kalau dirinya sedang lelah.
"Saya sudah lelah," tegas ayah Mario Dandy tersebut.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Diteror Geng Ferdy Sambo, Pintu Rumah Hakim Wahyu Tembus Dua Peluru, Benarkah?
Pernyataan Rafael Alun yang mengaku lelah usai pemeriksaan soal harta kekayaannya senilai Rp 56 miliar ini langsung kena ultimatum netizen. Melansir dari unggahan ulang akun Instagram @lambegposiip netizen membalikkan pernyataan Rafael Alun itu.
Netizen sebagai warga negara Indonesia juga mengaku lelah harus membayar pajak.
"Kami rakyat Indonesia lelah bayar pajak pak," komentar seorang netizen.
"Kami juga lelahh bayar pajak pak," sentil yang lain.
"Banyak duitnya lelah gak pak. Saya lelah karena pusing mikirin bayar pajak gak boleh telat," tanggapan lainnya.
"Lelah bisa tidur di rumah mewah pak," timpal netizen lain.
Sebagai informasi, harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo yang ditaksir Rp 56 miliar dinilai janggal jika melihat jabatannya sebagai pegawai pajak. Harta kekayaan tersebut terendus publik setelah kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sang anak, Mario Dandy mencuat ke publik.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik
-
Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri
-
Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat
-
7 Rekomendasi Sepatu Olahraga dan Kasual Harga Rp500 Ribu - Rp1 Juta
-
Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer
Artikel Terkait
News
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Melalui Piano dan Gamelan, Iqbal Sidiq Perkenalkan Kekayaan Musik Nusantara di Istanbul
-
Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?
-
Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!
-
Tembus Grand Final, 5 Tim Futsal Putri Maju ke Puncak AXIS Nation Cup 2026
Terkini
-
Buku untuk Belajar Kok Masih Kena Pajak? Ini yang Perlu Dikritik
-
Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri
-
Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat
-
7 Rekomendasi Sepatu Olahraga dan Kasual Harga Rp500 Ribu - Rp1 Juta
-
Kim Da Mi, Jo Bo Ah, Jo Aram Jadi Trio Pembunuh di Drama Baru The Obedient Killer