Beredar klaim yang menyebut istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, ikut divonis mati. Klaim itu berula dari akun YouTube benang merah yang pada 2 Maret 2023 mengunggah sebuah video.
Video itu berisi klaim yang menyebut Putri Candrawathi ikut divonis hukuman mati atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
BACA JUGA: Video Lawas Mario Dandy Sedang Makan Jadi Buah Bibir Netizen: Manja Banget
Berikut narasi yang ditulis:
“KEADILAN DITEGAKKAN, HAKIM JAKSA PUTRI C JATUHI HUKUMAN M4T1”
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim Putri Candrawathi akhirnya dijatuhi hukuman mati itu salah.
Akun itu mengunggah video Mahfud MD yang merespons vonis terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Menurutnya, vonis terhadap Sambo sudah tepat.
Pun demikian halnya dengan Putri Candrawathi yang ikut dalam rencana pembunuhan Brigadir J, dinilai layak mendapatkan hukuman 20 tahun.
Adapun dalam video itu, narasi yang diangkat berisi soal pendapat Reza Giri, ahli Psikologi Forensik, yang mengaku masih belum percaya narasi pemerkosaan dan perselingkuhan, antara Putri dengan Josua. Malahan ia menyebut Putri yang sengaja menyusun narasi agar suami terprovokasi sampai lakukan pembunuhan terhadap Brigadir J.
Cuplikan video Mahfud MD itu sebenarnya pernah diupload oleh kanal YouTube KOMPASTV pada 14 Februari 2023, dengan judul “Mahfud MD Sebut Vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sudah Tepat”.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Ngaku Dipaksa Pakai Narkoba, Ammar Zoni Bakal Akhiri Hidup Dalam Penjara, Benarkah?
Adapun saat ini, Putri Candrawathi masih divonis 20 tahun penjara, bukan mati. Namun, pihak Putri masih mengajukan banding terkait vonis ini.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa klaim Putri Candrawathi ikut divonis mati itu salah, masuk hoaks kategori konten yang dimanipulasi.
Baca Juga
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo
Artikel Terkait
-
CEK FAKTA : Ribuan Purnawirawan TNI dan Polri Siap Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024? Begini Penjelasannya
-
CEK FAKTA: Ayah dan Ibu Mario Dandy kini Mendekam dalam Tahanan, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Ricuh Pemakaman Ferdy Sambo, Jenazah Keluarkan Bau Busuk? Simak Penjelasannya
-
CEK FAKTA: Pagi Ini Sri Mulyani Dijemput Menuju Jeruji Besi, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Ngaku Dipaksa Pakai Narkoba, Ammar Zoni Bakal Akhiri Hidup Dalam Penjara, Benarkah?
News
-
Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata
-
Ruang Bercakap #25: Belajar Menulis Artikel Sepak Bola yang Menarik Bersama Yoursay
-
Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim
-
Bukan Lagi Kejadian Langka: Suhu 41,7C Lumpuhkan Eropa dan Renggut 1.300 Nyawa
-
Menemukan Makna Wellbeing dari Hal Sederhana Lewat Just Appreciate Today
Terkini
-
Tim Favorit Justru Paling Tertekan di Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo