Terdakwa Ferdy Sambo atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J telah divonis hukuman mati. Beredar di media sosial sejumlah informasi mengenai eksekusi mati Ferdy Sambo.
Salah satu video yang diunggah oleh akun YouTube bernama KANAL BERITA pada Selasa (14/3/2023) mengklaim Ferdy Sambo dieksekusi mati di bagian dada.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Putri Anne Ceritakan Alasannya Bercerai dengan Arya Saloka, Benarkah?
"LIVE DETIK DETIK SMBO DI EKSEKUSI // DIT3MBAK BAGIAN DADA SAMPAI TERSUNGKUR??" judul video.
"EKSEKUSI MATI SAMBO DETIK-DETIK SAMBO DITEMBAK BAGIAN DADA," bunyi narasi pada thumbnail video.
Lantas benarkah informasi mengenai eksekusi mati Ferdy Sambo ini?
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran, video berdurasi 8 menit 6 detik ini berisikan cuplikan sejumlah video dan foto yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Brigadir J. Ada cuplikan video yang berisikan pernyataan pakar mengenai vonis hukuman mati Ferdy Sambo.
Narator video tidak menjelaskan mengenai ekseskusi mati Ferdy Sambo seperti yang diklaim dalam judul dan narasi thumbnail. Narator justru membacakan artikel dari Sumedang.suara.com mengenai informasi video live momen eksekusi maati Ferdy Sambo yang ternyata tidak benar.
Sementara itu, thumbnail yang dipasang dalam video ini sudah dipastikan hasil editan wajah Ferdy Sambo seolah-olah sedang ditembak untuk eksekusi mati.
KESIMPULAN
Judul dan narasi dalam thumbnail video tidak sesuai dengan isi tayangannya. Maka dapat disimpulkan jika video tersebut termasuk kategori konten manipulasi yang menyesatkan.
Faktanya, Ferdy Sambo belum mendapatkan hukuman eksekusi mati atas vonis dari kasus pembunuhan berencana Briigadir J yang melibatkannya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Maya dan Niat Sedekah yang Salah
-
Drama China A Little Thing Called First Love: Perlahan, Menemukan Jati Diri
-
Debut dengan Nama Baru, Jung Yi Chan Siap Bintangi Drakor Doctor Shin
-
Ramadan sebagai Reset Button Kehidupan: Momentum Menuju Versi Terbaik Diri
-
Romansa Cinta dalam Diam di Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Artikel Terkait
News
-
Gula: Dari Simbol Kebahagiaan Menuju Penanda Kelas Sosial di Era Modern
-
Mengelola Euforia Ramadan: Antara Tradisi Bising Petasan dan Keselamatan Anak
-
Ngabuburit dengan Balap Liar: Tradisi Semu yang Merenggut Nyawa
-
Konsep Ramadan Minimalis: Ibadah Maksimal dan Konsumsi Rasional
-
Ramadan Gen Z di Era Medsos: Antara Ibadah dan Pencitraan
Terkini
-
Maya dan Niat Sedekah yang Salah
-
Drama China A Little Thing Called First Love: Perlahan, Menemukan Jati Diri
-
Debut dengan Nama Baru, Jung Yi Chan Siap Bintangi Drakor Doctor Shin
-
Ramadan sebagai Reset Button Kehidupan: Momentum Menuju Versi Terbaik Diri
-
Romansa Cinta dalam Diam di Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah