Masih ingatkah kalian dengan pernikahan Syekh Puji dengan gadis belia berusia 12 tahun bernama Lutviana Ulfah yang viral pada tahun 2008 lalu? Kini pernikahan mereka sudah berumur 15 tahun.
Lutviana Ulfah baru-baru ini berbagi cerita mengenai perjalanan kehidupan rumah tangganya dengan Syekh Puji. Dalam sesi tanya jawab yang dibukanya lewat Instagram Stroy seorang netizen bertanya mengenai alasan Lutviana Ulfah mau dinikahi Syekh Puji.
BACA JUGA: 5 Fakta Pengobatan Ida Dayak yang Viral Bisa Sembuhkan Berbagai Penyakit
Wanita yang kini berusia 27 tahun tersebut mengatakan kalau dirinya dan Syekh Puji memang sudah ditakdirkan berjodoh.
"Kenapa saya mau menikah dengan beliau? Karena saya sangat percaya sama takdir Allah bahwa jodoh itu sudah digariskan sama Allah sejak sebelum kita diciptakan. Saya percaya dengan jalan takdir yang telah Allah berikan kepada saya," tutur Lutviana Ulfah dilansir dari Instagram Story-nya, Rabu (5/4/2023).
Lutviana Ulfah juga bercerita tentang rasanya jadi istri kedua Syekh Puji.
"Gimana rasanya jadi istri ke 2 dan gimana rasanya punya suami yang sudah lanjut usia?" tanya netizen lainnya.
Sebagai istri kedua dia mengaku jika rasanya sama saja. Dia memilih untuk bersikap sesuai kapasitasnya dan bisa menempatkan diri.
"Rasanya menjadi istri kedua yang pasti sama saja sih, ya cuman bedanya harus sama-sama saling menjaga tau kapasitas. Tau bagaimana bersikap dan bisa menempatkan diri serta posisi," ungkapnya.
Selama menjalani biduk rumah tangga dengan Syekh Puji, Ulfah mengaku bisa rukun dengan istri pertama suaminya.
"Nasihat beliau (Syekh Puji) yang selalu saya pegang yaitu 'Yang tua harus bisa menjadi contoh dan yang muda harus bisa menghormat'," tuturnya.
"Dan alhamdulillah saya dan ibu (istri pertama beliau sekaligus ibunya anak-anak) bisa menerapkan itu," sambungnya.
Ulfah juga membeberkan kalau mau dipoligami atau tidak adalah pilihan hidup masing-masing serta garis kehidupan.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Pupuk Kompos Desa Les dan Peran Nyoman Nadiana dalam Menjaga Lingkungan
-
Kang Edai Sang Pahlawan Desa Kemiren: Budaya Agraris dan Kolaborasi Astra
-
Fenomena Doom Spending: Saat Nabung Terasa Percuma, Gen Z Pilih Belanja
-
Dari Kepedulian Warga Menuju Kemandirian Desa: Jejak Kang Edai Membangun Kemiren
Artikel Terkait
News
-
Gandeng Astra, Perjuangan Kang Edai Angkat Budaya Suku Osing Berbuah Manis
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
Terkini
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Pupuk Kompos Desa Les dan Peran Nyoman Nadiana dalam Menjaga Lingkungan
-
Kang Edai Sang Pahlawan Desa Kemiren: Budaya Agraris dan Kolaborasi Astra
-
Fenomena Doom Spending: Saat Nabung Terasa Percuma, Gen Z Pilih Belanja
-
Dari Kepedulian Warga Menuju Kemandirian Desa: Jejak Kang Edai Membangun Kemiren