Viralnya konten TikToker Awbimax mengenai kritik 'Alasan Lampung Gak Maju-maju' justru menyiratkan kepiluan. Meskipun Bima mendapatkan dukungan netizen karena berani menyuarakan kritik tetapi ia justru dipolisikan gegara konten tersebut.
Mirisnya lagi orangtua Bima malah mendapatkan ancaman. Hal itu tentu membuat Bima yang kini menempuh studi di Australia merasa sedih.
BACA JUGA: Arya Saloka Mendadak Ingin Pamit, Putri Anne Malah Kena Sentil: Kirain Klarifikasi soal Istri
Melansir dari Instagram story-nya pada Jumat (14/4), Bima mengungkapkan bahwa dirinya diminta untuk berhenti mengkritik pemerintah Provinsi Lampung.
"Gue disuruh berhenti ngekritik. Bokap gue bilang, 'Bentar lagi gue pensiun nih, lu (Bima) tenangin dulu. Lu jangan marah-marah'. Gue nggak marah-marah ya emang gaya gue begini. Lu maunya gimana? Gue baik-baikin tuh Lampung?" tutur Bima.
"Bokap gue dibilang sama Bupati Lampung nggak bisa mendidik anak blablabla. Intinya gue disuruh berhenti mengkritik Lampung," sambungnya.
Bima merasa kecewa dan sedih dirinya dalam keadaan aman karena berada di negeri kanguru. Namun berbanding terbalik dengan keadaan orangtuanya di Indonesia yang berada dalam ancaman.
"Di sini yang mengalami ancaman serius bukan gue tapi orangtua gue, bener kalian 'Orangtuamu gimana?' Bener itu Indonesia," kata Bima.
"Gue di Australia merasa aman, lebih bebas berekspresi. Gue merasa nggak diapresiasi sih," lanjutnya.
Saat ini Bima sudah mulai berkonsultasi dengan pengacara agar mendapatkan protection visa. Walaupun begitu ia tetap saja khawatir dengan orangtuanya apalagi sang ayah yang berprofesi ASN terus mendapatkan ancaman.
"Gue udah konsultasi sama lawyer di sini untuk masalah protection visa. Gue sebenarnya nggak mau langsung pakai visa lewat jalur protection. Lewat jalur education aja sebenarnya udah cukup," ungkap Bima sambil berlinang air mata.
"Sebenarnya gue di sini baik-baik aja tapi gue takut orangtua gue (kenapa-kenapa). Apalagi bokap gue, gue lihat bokap gue kayak nangis gitu diancam-ancam. Kalau nyokap gue kan bakul jagung doang," terangnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Honor X5c Plus Baru Masuk Indonesia, HP Rp2 Jutaan yang Siap Temani Aktivitas Tanpa Takut Lowbat
-
Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea
-
Recommendation from Mr. Iwamoto: Aksi Militer dengan Unsur Supranatural
-
Ulasan Serial Teach You a Lesson: Cerita Episodik yang Adiktif dan Bermakna
Artikel Terkait
News
-
6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis
-
ARTJOG 2026 Angkat Tema Regenerasi, Hadirkan Ruang Bertemunya Beragam Generasi dalam Dunia Seni
-
Dunia di Ambang Batas: Mungkinkah Kita Hidup Berkelanjutan dengan 12 Miliar Orang?
-
Awas! Ancaman Baru Credential Stuffing: Saat Bot AI Menyamar Menjadi Manusia
-
Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Terkini
-
Memahami Nasionalisme dalam Film Garuda di Dadaku
-
Honor X5c Plus Baru Masuk Indonesia, HP Rp2 Jutaan yang Siap Temani Aktivitas Tanpa Takut Lowbat
-
Lee Jun Ho Berpeluang Bintangi Drakor Embassy for Foreign Monsters in Korea
-
Recommendation from Mr. Iwamoto: Aksi Militer dengan Unsur Supranatural
-
Ulasan Serial Teach You a Lesson: Cerita Episodik yang Adiktif dan Bermakna