Demi menjaga stamina dan daya tahan tubuh bagi jemaah haji usia lanjut (lansia) menjelang puncak haji 1444 H, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas mengimbau untuk selalu mengonsumsi makanan yang bernutrisi.
Yaqut turut menambahkan bahwa tidak semua makanan dapat dikonsumsi oleh jemaah haji lansia asal Indonesia, ia meminta kepada pihak terkait untuk mengganti makanan bagi jemaah lansia asal Indonesia dengan bubur atau dalam bentuk lainnya yang cocok.
Yaqut mengatakan telah mendapatkan informasi bahwa kondisi fisik jemaah lansia tidak cocok dengan makanan yang ada di Arab Saudi. Hal itu dikarenakan sebagian besar jemaah lansia asal Indonesia sudah tidak memiliki gigi.
"Saya minta alternatif lain, bisa bubur atau yang lain. Saya dapat laporan sudah mulai disiapkan rice cooker, beberapa penginapan untuk membuat nasi untuk lansia," ujar Yaqut setelah tiba di Makkah dilansir dari Kemenag, Senin (19/6/2023).
Ia juga turut menambahkan bahwa karakter nasi yang ada di Arab Saudi panjang dan keras, sehingga tidak cocok dengan lansia.
"Start mulai secepatnya, kalau bisa besok saya minta besok. Katanya sudah ada beberapa perusahaan yang siap untuk menyiapkan bubur kacang hijau. Kalau mungkin besok bisa dilakukan, karena perintahnya baru tadi saat saya landing langsung meeting sebentar," kata Yaqut.
Jemaah haji perlu mengonsumsi makanan yang bernutrisi, terutama bagi jemaah usia lanjut. Pasalnya diprediksi ibadah haji tahun ini berada pada puncak musim panas Arab Saudi dan perlu diantisipasi dampaknya.
Selain itu, Yaqut turut meminta kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H untuk mengganti menu sarapan kepada jemaah haji asal Indonesia.
Sarapan yang semula diberikan dalam bentuk roti, Yaqut meminta untuk diubah menjadi nasi, lauk dan mineral. Hal tersebut dikarenakan tidak sesuai dengan karakteristik jemaah asal Indonesia.
Paket sarapan roti tersebut pernah diterapkan pada tahun 2019 untuk paket makan siang dan paket makan malam. Namun pada praktiknya tidak sedikit jemaah yang tetap membeli makanan dalam bentuk nasi pada sejumlah pedagan Indonesia di sekitar hotel.
Selain membahas terkait makanan, Yaqut menghimbau kepada jemaah haji asal indonesia terutama bagi jemaah lansia untuk menghemat energi dengan mengkonsumsi asupan vitamin serta tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah sunnah.
"Jadi puncak ibadah haji ini masih beberapa waktu ke depan, jadi tolong dihemat energinya. Jadi yang sunah itu sudah cukup, sekarang mempersiapkan diri utamanya jemaah lansia untuk persiapan puncak haji nanti," ujarnya.
Baca Juga
-
Kunjungan Presiden RI ke Malaysia, Dapat Penghormatan Tinggi dari Kerajaan
-
Membangun Ketahanan Indonesia dari Ancaman Laut China Selatan
-
Malaysia Sepi Kembang Api saat Perayaan Tahun Baru, Demi Hormati Palestina
-
Indonesia Pastikan Tidak Ada WNI Korban Konflik Palestina-Israel
-
Situasi Terkini Konflik Hamas-Israel pasca Serangan Roket
Artikel Terkait
-
Profil dan Kronologi Sugianto Selamatkan Lansia Korea, Trending di X
-
Dicap Sombong, Adab Fuji ke Awak Media saat Lebaran Jadi Perbincangan: Tumben
-
Ziarah Makam Vanessa Angel saat Lebaran, Penampilan Fuji Jadi Perbincangan
-
Siapa Istri N'Golo Kante? Dirumorkan Nikahi Janda Djibril Cisse
-
Lebaran Lebih Cepat! Arab Saudi, UEA, dan Qatar Rayakan Idul Fitri Hari Ini
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop