Konflik Palestina-Israel kembali pecah setelah pejuang Hamas yang menguasai Jalur Gaza melakukan serangkaian aksi serangan multi front terhadap Israel pada Sabtu (7/10/2023) malam. Para pejuang Hamas tersebut melakukan berbagai aksi dari mulai menembakkan ribuan roket, menyusup ke beberapa wilayah di Israel, dan menerjunkan beberapa pasukan paralayang.
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dalam pidatonya menyampaikan kepada warganya bahwa Israel sedang dalam kondisi berperang dengan Palestina. Hal tersebut juga turut ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant yang menyebut bahwa Palestina telah melakukan kesalahan besar untuk menantang Israel berperang dan memaksa untuk memanggil pasukan militer cadangan.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban jiwa akibat serangan yang dilancarkan oleh hamas tersebut. Sementara baku tembak masih terus terjadi antara pasukan Hamas dengan militer Israel.
Sementara itu, pemimpin bayangan sayap militer Hamas, Mohammad Deif mengumumkan bahwa serangan yang dilakukan pada Sabtu malam tersebut merupakan Operasi Badai al-Aqsa. Belum jelas maksud dan tujuan dari serangan tersebut usai beberapa minggu terjadi ketegangan antara Hamas dengan Israel.
"Cukup sudah, hari ini rakyat kembali melakukan revolusi," kata Deif dilansir dari Associated Press.
Dalam serangan tersebut, Hamas berhasil meluncurkan lebih dari 2.000 roket ke beberapa wilayah di Israel. Selain itu, dikabarkan puluhan pejuang mereka dikabarkan berhasil melakukan infiltrasi ke Israel dari darat, laut, dan udara. Walau sempat terjadi beberapa aksi baku tembak, namun hal tersebut merupakan sebuah pencapaian terbesar Hamas dalam kurun waktu beberapa tahun ini.
Hinga saat ini, belum diketahui secara pasti jumlah korban jiwa akibat dari serangan tersebut. Namun dilansir dari The Guardian, Kementerian Kesehatan Israel mengatakan sebanyak 545 orang dirawat di rumah sakit. Disisi lain, Kementerian Kesehatan Palestina turut memberikan keterangan bahwa terdapat beberapa orang tewas dalam insiden tersebut da mengalami luka-luka.
Sementara itu, akibat serangan tersebut, pemerintah Israel membuat respon cepat demi mengatasi serangan yang terjadi. PM Israel Benjamin Netanyahu menghimbau kepada warganya bahwa Israel dalam kondisi berperang.
Warga Israel di sekitar Jalur Gaza, disarankan untuk tetap tinggal di rumah. Media Israel melaporkan, para pejuang Hamas yang berhasil menerobos perbatasan, menembaki orang-orang yang lewat di kota Sderot.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kunjungan Presiden RI ke Malaysia, Dapat Penghormatan Tinggi dari Kerajaan
-
Membangun Ketahanan Indonesia dari Ancaman Laut China Selatan
-
Malaysia Sepi Kembang Api saat Perayaan Tahun Baru, Demi Hormati Palestina
-
Indonesia Pastikan Tidak Ada WNI Korban Konflik Palestina-Israel
-
Dampak Karhutla di Indonesia, Singapura Was-Was dan Malaysia Layangkan Protes
Artikel Terkait
-
Gaza Terancam Terbelah: Netanyahu Umumkan Rencana Koridor Militer Kontroversial
-
Israel Invasi Suriah! 9 Tewas, Dunia Diminta Bertindak
-
Donald Trump Umumkan Tarif Baru, DPR Desak Pemerintah Segera Konsolidasi Menyeluruh
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
-
Gaza: Ladang Ranjau Tak Terlihat, Anak-Anak Jadi Korban Utama Setelah Gencatan Senjata
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop