Asnawi Mangkualam turut bertanding dalam pertandingan K-League 2 menghadapi Kyungnam FC. Ia sendiri tergabung dalam Jeonnam Dragons. Asnawi Mangkualam menjadi salah satu seorang pemain kunci dan berhasil menjadi pusat perhatian dalam pertandingan tersebut.
Pelatih Jeonnam Dragons sendiri mengakui bahwa karakter permainan Asnawi ketika beraksi di lapangan sangat kuat dan semakin terlihat jelas saat berhadapan melawan Kyungnam FC. Asnawi Mangkualam memang dikenal sebagai salah satu pemain dengan permainannya yang lugas serta tidak pandang bulu.
Ia sering menjadi sosok yang menakutkan bagi lawan-lawan yang berhadapan dengannya, hingga wasit dalam permainan tersebut pun terus menandainya. Dikutip dari laman semarang.suara.com, kehebohan pertandingan melawan Kyungnam FC ini tidak hanya terhadi di lapangan, tetapi juga di pinggir lapangan.
Pelatih Jeonnam Dragons marah dengan keputusan wasit yang memimpin jalannya pertandingan tersebut. Pasalnya, pada pertandingan menghadapi Kyungnam FC ini, Asnawi Mangkualam tetap tampil dengan sangat baik seperti biasanya, tetapi pada babak kedua, ia mendapatkan kartu kuning dari wasit.
Asnawi memainkan perannya dengan baik, aksi yang ia lakukan sukses membuat lawan-lawan keteteran. Namun, pada babak kedua, tepatnya ketika pertandingan sedang sengit-sengitnya lantaran skor seimbang 1-1, wasit memberikan kartu kuning kepada Asnawi Mangkualam lantaran pelanggaran yang tergolong biasa.
BACA JUGA: 4 Rekomendasi Kafe 24 Jam di Jogja, Referensi Buat Nongkrong sampai Pagi!
Wasit pun mengusir pemain asal Indonesia ini dari lapangan, membuat Jeonnam Dragons akhirnya melanjutkan permainan hanya dengan 10 pemain. Hal ini tentu membuat pelatih Jeonnam Dragons marah.
Pelanggaran ini dianggap kontroversial oleh banyak pihak karena seharusnya masih memungkinkan untuk melanjutkan permainan dan mendapatkan peringatan sekali lagi. Pelatih Jeonnam Dragons pun mengaku sangat tidak puas dengan keputusan yang diambil oleh wasit.
Meski demikian, Jeonnam Dragons tetap dapat membuktikan bahwa mereka tidak pantang mundur. Walaupun harus melanjutkan permainan dengan tidak seimbang yakni hanya tersisa 10 pemain, nyatanya mereka mampu memenangkan pertandingan dengan skor akhir 2-3.
Perolehan kemenangan ini pun membuat Jeonnam Dragons semakin mendekati peringkat kelima hanya dengan selisih tipis yakni empat poin. Walaupun sempat ada kontroversi lantaran Asnawi Mangkualam yang mendapatkan kartu kuning dari wasit, Jeonnam Dragons tetap berhasil tampil kuat dan merangkak naik secara perlahan menuju K-League 1.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ikuti Perjalanan Hampa Kehilangan Kenangan di Novel 'Polisi Kenangan'
-
3 Novel Legendaris Karya Penulis Indonesia, Ada Gadis Kretek hingga Lupus
-
Geram! Ayu Ting Ting Semprot Netizen yang Hujat Bilqis Nyanyi Lagu Korea
-
Haji Faisal Akui Sempat Syok dengan Konten Atta Halilintar yang Disebut Netizen Sentil Fuji
-
Outfit Bandara Seowon UNIS Jadi Sorotan, K-netz Perdebatkan Usia Debut
Artikel Terkait
-
Kabar Asnawi Mangkualam usai Gempa Dahsyat Landa Thailand
-
Jawaban Elegan Patrick Kluivert, Kenapa Asnawi Mangkualam Tidak Dipanggil Timnas Indonesia?
-
Patrick Kluivert Tak Merasa Bersalah Coret Asnawi Mangkualam: Saya Sangat Senang
-
Disebut-sebut Pacaran, Hubungan Fuji dan Verrell Bramasta Dibongkar Sahabat Vanessa Angel
-
Asnawi Mangkualam ke STY: yang Ada Hanya Rasa Hormat
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?