Edi Darmawan Salihin ayah Mirna muncul kembali ke publik setelah film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso jadi perbincangan. Ayah Mirna mengungkap lagi soal penyebab kematian sang putri yang kini tengah diragukan bukan karena racun sianida.
Edi Darmawan sendiri mengatakan bahwa dirinya berusaha melupakan kejadian kematian Wayan Mirna Salihin yang sudah 7 tahun berlalu. Ia merasa sang putri sudah menemukan kedamaian di surga seiring dengan Jessica Wongso yang menjalani hukuman penjara.
BACA JUGA: Ungkap Penyebab Kematian Mirna Bukan Sianida, Dr Djaja Ngaku Dulu Banyak Haters
Saat itu, Edi Darmawan juga mengungkap tentang perbedaan agamanya dengan sang putri.
"Udah tujuh tahun ya, om udah lupakan. Karena agama Mirna beda sama saya, dia Nasrani saya Islam jadi dia sudah senang dengan Bapa di Surga. Jadi, Om mikir itu aja daripada dia kesiksa sama si Jessica dikasih racun sianida gimana rasanya tuh," kata Edi Darmawan dikutip dari akun TikTok @lapakpublik pada Selasa (10/10/2023).
Pria berusia 70 tahun tersebut sempat menyentil Otto Hasibuan pengacara Jessica Wongso soal perasaan seorang ayah kalau anaknya mati diracun.
"Biar Otto sekali-kali anaknya juga ngerasain begitu. Gimana rasanya gitu? Jangan giliran anak saya dia seenak perutnya aja gitu begini begitu begini begitu. Entar kalau anak dia kena gimana? Gitu rasain, jangan sombong!" jelasnya ayah Mirna.
Edi Darmawan menanggapi pula kemungkinan jika kasus kopi sianida yang menewaskan Mirna diangkat kembali. Ia yakin kasus ini sudah selesai sehingga tak bisa dibuka lagi.
"Nggak mungkin, om jamin itu. Saya kasih tahu ya hukum di Indonesia ternyata jalan," paparnya.
Sebelumnya, Otto Hasibuan mengungkap rencanannya mengajukan PK lagi kala diwawancari Deddy Corbuzier dan disiarkan di kanal YouTubenya, Sabtu (7/10/2023).
"Saya berencana untuk mengajukan PK lagi, kita sudah persiapkan untuk itu," kata Otto Hasibuan.
Ia berharap Hakim Agung mau mengabulkan permintaan PK tersebut nantinya. Hal itu untuk membuka kembali kasus yang penuh kontroversi itu.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Runtuhnya Republik Marilah Cerita Sebelum Fajar Tiba
-
Misteri Lagu Favorit: Mengapa Kita Tidak Pernah Bosan Memutar Musik yang Sama?
-
PLN Bilang Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Kenapa Tagihan Kita Meledak?
-
Laga Argentina vs Yordania: Saat Magis Lionel Messi Diuji Tembok Rapat 5 Bek
Artikel Terkait
News
-
Dolar AS Menguat, Haruskah Kita Mulai Mengencangkan Ikat Pinggang Sekarang?
-
Menjaga Nostalgia, Merangkul Semua: Upaya Orutaku Club Agar Tetap Inklusif
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Transformasi Manajemen Masjid: Dosen UNY Latih Takmir di Klaten Bangun Ekosistem yang Solutif
-
Kisah di Balik Angka 8%: Saat Suara Driver Ojol Akhirnya Didengar Istana
Terkini
-
Runtuhnya Republik Marilah Cerita Sebelum Fajar Tiba
-
Misteri Lagu Favorit: Mengapa Kita Tidak Pernah Bosan Memutar Musik yang Sama?
-
PLN Bilang Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Kenapa Tagihan Kita Meledak?
-
Laga Argentina vs Yordania: Saat Magis Lionel Messi Diuji Tembok Rapat 5 Bek
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?