Dokter Djaja Surya Atmadja buka suara pernyataannya soal sianida tidak ada di tubuh Mirna disebut Prof Eddy seperti omongan orang di pinggir jalan. Ia meminta agar ahli berbicara sesuai dengan bidang keilmuannya.
Menurut ahli forensik ini jika ada sarjana hukum membicarakan tentang bidang kedokteran misalnya racun lebih baik tidak ditanggapi. Sebab, hal itu sudah di luar bidang hukum.
“Jangan ngomong sesuatu yang di luar bidang, makanya kalau misalnya contoh dia ngomongin apa, misalnya racun bagaimana cara periksanya, itu bidang saya, nah kalau seorang yang sarjana hukum ngomong soal kedokteran, ngomong soal racun, itu udah gak usah ditanggepin, karena itu di luar bidang,” tutur dr Djaja dalam tayangan kanal YouTube Intens Investigasi dikutip pada Kamis (12/10/2023).
Sebelumnya, Prof Eddy Prof Eddy dalam podcast bersama Denny Sumargo menilai pernyataan dokter Djaja mengenai sianida tidak valid. Ia sebagai saksi ahli hukum pidana dalam kasus kopi sianida 2016 lalu mengatakan kalau dokter Djaja tidak melakukan autopsi jasad Mirna.
Menurutnya, pernyataan Dr Djaja tentang sianida di tubuh Mirna tidak dapat dibuktikan.
"Tapi dokter Djaja tidak melakukan autopsi. Kalau nilai pembuktian melakukan autopsi lalu dia berbicara itu tidak ada beda dengan orang yang ngomong di pinggir jalan," kata Prof Eddy ddalam YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Lebih lanjut dijelaskan oleh Prof Eddy terkait hasil uji laboratorium forensik jasad Mirna. Ditemukan tidak hanya 0,2 sianida per mg tetapi juga ada 950 mg per liter natrium di dalam tubuh Mirna.
"Harus kita ketahui bahwa sianida ini racun yang mematikan jadi setelah dilakukan autopsi. Diambil sampelnya dari lambung, dari empedu, dari hati kemudian diuji di laboratorium forensik. Lalu yang membacakan hasil uji laboratorium forensik itu profesor Budi Sampoerna. Ditemukan natrium sianida, NACL itu dalam satu rangkaian senyawa. O,2 sianida mg per liter tetapi juga ada 950 mg natrium per liter," terang Prof Eddy.
"Makanya kita harus membaca kesimpulan dari profesor Budi Sampoerna bahwa kandungan NACL (natrium sianida) di dalam tubuh itu sudah cukup membuktikan," imbuhnya.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda
Artikel Terkait
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
-
Pernah Diisukan Penyuka Sejenis, Jessica Wongso Ngaku Banyak Cowok Mendekatinya Usai Bebas
-
Nyanyikan Lagu Whitney Houston, Jessica Wongso Malah Diledek Kolot
-
7 Potret Jessica Wongso vs Raisa, Dianggap Mirip dari Gaya Hingga Ekspresi
-
Jessica Wongso Cover Lagu Lama Daniel Caesar, Belum 24 Jam Sudah FYP
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda