Beredar kabar di media sosial seorang Tiktoker asal Medan ditangkap pihak kepolisian lantaran dirinya roasting agama Kristen. Pemilik nama akun BangMorteza yang viral melakukan penghinaan terhadap agama Kristen hingga akhirnya ditangkap polisi.
Melalui unggahan akun Instagram @frix.id, diketahui penangkapan tersebut. Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa mengatakan telah menangkap pria yang menggunakan nama akun TikTok @bangmorteza. Dia mengatakan atas dugaan penghinaan agam Kristen.
BACA JUGA: Bocil Bukan Sembarang Bocil, Aksi Penjambretan HP di Lampung Gagal Gegara Anak SD
“TikToker Morteza telah ditangkap Polrestabes Medan atas kasus penistaan agama. TikToker dengan penampilan berbadan gemuk dan memakai kacamata ini melakukan penghinaan ke agama Kristen. TikToker ini melontarkan kata-kata penghinaan kepada umat Kristen yang menyembah Yesus Kristus,” tulis sebagai keterangan pada unggahan Instagram @frix.id, dikutip pada Senin (23/10/2023).
Melansir dari suarasumut.id, pria yang diduga melakukan penghinaan terhadap agama Kristen tersebut memiliki nama lengkap Fikri Murtadha. Adapun kasusnya ia mengatakan dan meminta agar tiang salib dikembalika ke PLN untuk gantung trafo.
Dari video yang diunggah, TikToker yang berbadan gemuk dan berkacamata itu menyinggung soal tiang salib yang disembah oleh penganut agama Kristen, baik Protestan maupun Katolik. Ia pun mengatakan agar tiang salib itu dikembalikan ke PLN jika para penganut agama Kristen telah bertobat.
Dirinya pun juga mengungkapkan jika mendapat kesempatan berkunjung ke sebuah gereja, maka akan membawa speaker bluetooth dan memutar lagu ‘Shaun The Sheep’.
Menurut Bangmorteza, lagu Shaun The Sheep identik dengan penganut agama Kristen dan disebutnya sebagai hewan domba.
Dari pernyataanya di TikTok tersebut akhirnya menjadi viral dan penuh kontroversial, Morteza pun akhirnya meminta maaf dan ia mengaku jika perkataannya itu hanyalah sekedar guyonan.
Unggahan dari Instagram @frix.id itu pun kembali menuai banyak komentar dari warganet. Pada saat tulisan ini dibuat, unggahan tersebut telah mendapatkan 3.730 like dan 442 komentar. Berikut beberapa komentar netizen yang dapat dilihat.
“Kepuasan apa yang kalian dapat sih? Sampe berani mengolok-olok agama lain?” tulis akun @unc***.
“Kalau urusan agama yang di roasting mending mulutnya air keras aja,” timpal yang lain.
“Gue muslim, malu ama yang abang bilang ini. Kehabisan akal bang buat ngomongin masalah lain selain agama?” sahut netizen lain di kolom komentar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Link Live Streaming PSMS Medan Vs Sriwijaya FC di Stadion Teladan Sore Ini: Kito Pacak!
-
Bocil Bukan Sembarang Bocil, Aksi Penjambretan HP di Lampung Gagal Gegara Anak SD
-
Heboh Pohon Tabebuya 'Menangis' di Kepanjen Malang, Begini Faktanya
-
Singgung 'Guling-guling' Strategi Ulur Waktu, Coach Yoyo Harap PSMS Medan Main Fair
-
Penampakan Makhluk Halus Berwujud Anak Kecil di Supermarket, Netizen pun Adu Pengalaman: Tiap Toko Ada
News
-
Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG
-
Belajar Jurnalistik Nggak Melulu Lewat Berita, Kenalan Sama Newsgame Detektif Deepfake!
-
Belajar dari Story on Stage: Mengapa Menyediakan Ruang untuk Mendengarkan Itu Penting?
-
Puan Bisa Festival 2026 Ajak Perempuan Muda Rancang Karier Sesuai Potensi Diri
-
Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi
Terkini
-
Warisan Persatuan di Kebijakan Habibie: Menghapus Sekat Pribumi-Nonpribumi
-
Sutradara Cyberpunk: Edgerunners Garap Anime Komedi-Slice of Life Null Meta
-
AI Memang Pintar Susun Anggaran, tapi Literasi Keuangan Tak Boleh Ketinggalan
-
East of Eden: Potret Adaptasi Sastra Paling Indah Karya John Steinbeck
-
Belajar Memaknai Perjuangan Orang Tua Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu