Aksi penjambretan nggak melulu berpihak pada pelaku dan merugikan korban, sering juga terjadi pelaku jambret justru terjebak, kena momen apes, bahkan bisa digebukin massa jika ketahuan melakukan aksi bejat seperti demikian.
Hal yang agak sulit juga hilang di negeri kita ini adalah aksi penjambretan. Pelaku sulit dideteksi keberadaannya dan selalu saja muncul ketika mereka punya kesempatan. Namun, tak sedikit pula pelaku jambret tersebut malah justru mengalami momen apes saat melakukan aksinya.
Baru-baru ini beredar sebuah video di media sosial seorang pelaku jambret ponsel di Bandar Lampung, Lampung. Namun yang jadi sorotan, pelaku tersebut justru bisa digagalkan dengan seorang bocah SD.
BACA JUGA: Penampakan Mirip Pocong, Awalnya Menyeramkan tapi Aslinya Bikin Tepuk Jidat
Bocah tersebut dengan gagah berani menarik baju seorang pelaku jambret ponsel yang kabur dengan naik motor. Berkat aksi heroik bocah yang menarik pelaku tersebut, akhirnya pelaku berhasil jatuh dari motor. Diketahui pelaku ada tiga orang, dua lainnya berhasil kabur, dan satunya mengalami momen apes akibat terjatuh dari motor yang ditarik seorang bocah.
Aksi tersebut terekam dalam CCTV dan video tersebut viral di media sosial. Salah satu akun yang membagikan lewat akun Instagram @memomedsos.
Diketahui, kejadian itu terjadi di jalan Ridwan Rais, Gang Ainang, kelurahan Kalibalok Kencana, kecamatan Kedamaian, pada Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 14.30 WIB, lalu.
Veni (30) yang merupakan warga setempat mengaku bocah yang menggagalkan aksi penjambretan itu, dia adalah M. Riski (12) yang statusnya masih seorang pelajar kelas 6 SD.
Awalnya Veni mengira kalau pelaku itu merupakan teman Riski. Tetapi setelah ia melihat pelaku itu lari dan Riski mengejarnya, maka di situlah Veni yakin kalau sekelompok itu merupakan penjambret.
Veni pun langsung mengejar ke arah pelaku yang terjatuh karena berhasil ditarik bajunya oleh si Riski. Seketika itu juga, warga ikut mengejar pelaku.
Sontak saja, video tersebut menuai komentar dari warganet dan menjadi viral di media sosial. Pada saat tulisan ini dibuat, video tersebut telah ditonton sebanyak 36 ribu kali, 2.182 like, 234 komentar, dan 69 kali dibagikan. Berikut beberapa komentar netizen yang dapat dilihat.
"Saya yakin itu bocil lagi main ML dan sudah 5 kali kalah mulu," ucap netizen di kolom komentar.
"Lampung ini boss, bocil bukan sembarang bocil," timpal lainnya.
"Mantap dek. 4 jempol buatmu, lanjutkan," sahut yang lain dengan memberi apresiasi pada aksi heroik bocil tersebut.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Heboh Pohon Tabebuya 'Menangis' di Kepanjen Malang, Begini Faktanya
-
Video Dewasa Part 3 Beredar, Rebecca Klopper Kini Tak Didukung Fadly Faisal Lagi
-
Penampakan Makhluk Halus Berwujud Anak Kecil di Supermarket, Netizen pun Adu Pengalaman: Tiap Toko Ada
-
Unggah Momen Bareng Gibran Rakabuming, Bobby Nasution: Biar Silaturahmi Gak Putus, Pinjam Dulu Seratus
-
4 Rekomendasi Series Indonesia di Prime Video, Beragam Genre!
News
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi
-
KKN-MAs Kelompok 19 Kenalkan Dimsum Lele untuk PMT Balita di Puthukrejo
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Gabung Grup Maut AVC Women's 2026, Begini Peluang Timnas Voli Putri Indonesia
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
5 Centimeters Per Second: Ketika Cinta Pertama Bertemu dengan Kenyataan