Bakal calon presiden (capres) besutan partai Banteng beserta koalisinya, Ganjar Pranowo, telah gencar melakukan kunjungan di berbagai daerah. Dalam setiap kunjungan Ganjar, ia selalu dapat menciptakan momen berkesan dan membuat antusias warga untuk menyambutnya.
Tepat hari ini, Senin, 6 November 2023, Ganjar Pranowo melakukan kunjungan di desa Beji Mulyo, kecamatan Tungkal Jaya, kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
Melansir dari akun X (dulu Twitter) @seruanhl, diketahui Ganjar Pranowo telah mengunjungi daerah tersebut yang disambut ribuan warga.
BACA JUGA: Istri Founder Dituding Dukung Israel, Grab Beri Klarifikasi dan Donasi 3,5 M ke Gaza
Sama seperti biasanya, Ganjar Pranowo diserbu warga sambil mengulurkan tangan kepada mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu untuk bersalaman.
Pada kesempatan itu, Ganjar Pranowo mendapatkan momen dengar aspirasi warga transmigran di desa Beji Mulyo, kecamatan Tungkal Jaya, kabupaten Musi Banyuasin.
Ganjar Pranowo yang mengenakan kemeja warna hitam berdiri di tengah-tengah warga desa Beji Mulyo, Ganjar pun mendapatkan berbagai pertanyaan dari warga setempat.
Secara bergantian, warga mulai menyuarakan aspirasi mereka dan menciptakan berbagai pertanyaan, semisal seperti apa langkah Ganjar menyelesaikan setiap problem yang dihadapi warga setempat.
Di momen yang sama, tiba giliran ibu-ibu yang memakai baju warna merah mendapat kesempatan untuk ikut berbicara juga. Ibu-ibu itu berdiri tepat di depan Ganjar Pranowo berkata kalau dirinya belum pernah mendapatkan bantuan selama ia tinggal di desa Beji Mulyo.
“Saya itu selama di sini 23 tahun, belum pernah mendapat bantuan,” ucap ibu itu hingga tak bisa menahan tawanya, dikutip dari akun X @seruanhl.
BACA JUGA: Hadir Aksi Bela Palestina di Monas, Puan Maharani Justru Dicibir Netizen
Lanjut dalam video itu, Ganjar Pranowo pun bertanya balik ke ibu-ibu itu, apakah ibu-ibu itu benar tidak mampu atau mampu. Seketika saja, warga setempat pun meneriakinya sambil terdengar suara tertawa, “mampu”.
“Puji Tuhan mampu, mampu,” ujar ibu itu sambil melepas tawa yang terbahak-bahak.
Sontak saja, Ganjar Pranowo pun memberikan respons gemas dengan pertanyaan ibu-ibu itu.
“Lah mampu enggak minta bantuan lho,” jawab Ganjar yang merasa gemas sambil mendekati ibu-ibu itu yang tak bisa menahan tawanya.
Usai dari situ, ibu-ibu itu pun meluruskan kalau yang dimaksud itu tetangganya atau masyarakat yang lain. Selepas ibu-ibu itu bertanya, ia pun bersalaman dengan Ganjar Pranowo, kemudian ia diberikan bingkisan kue dan juga air minuman botol.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Politisi Baperan: Dikit-dikit Somasi, Lama-lama Lupa Cara Diskusi
-
Mengapa Kampus Lebih Sibuk Kejar Akreditasi daripada Jaga Nyawa Mahasiswa?
-
Gen Z, Kopi, dan Mundurnya Alkohol dari Panggung Pergaulan
-
WNA Rasis di Medsos: Bisa Nggak Sih Dijerat Hukum Indonesia?
-
Miskin Itu Bukan Takdir, Tapi Warisan yang Lupa Ditolak
Artikel Terkait
-
Ribuan WNI Di Malaysia Ramai-ramai Pakai Topeng Berwajah Ganjar
-
Momen Alam Ganjar Borong Produk Lokal Di JCC: Kalau Sebelumnya Kan Local Pride
-
Bicara Pemerataan Pembangunan Indonesia Timur, Ganjar: Bisa Muncul Kecemburuan
-
Temui Tokoh di Palembang, Ganjar Janji Perjuangkan Hak Tanah Masyarakat yang Diserobot
-
Aiman Witjaksono Nonaktif Jadi Jurnalis Gegara Jadi Jubir Ganjar-Mahfud
News
-
Sholat Ied atau Khutbah Dulu? Ini Hukum jika Tidak Mendengarkan Ceramah
-
Anak Tantrum Karena Roblox Diblokir? Ini Strategi Agar Orang Tua Hadapi Krisis Digital Anak
-
Split Bill Atau Dibayarin? Panduan Menghindari Perang Kasir Saat Kencan Pertama
-
Kerajinan Jogja Sukses Diekspor, Limbah Jadi Produk Bernilai Tinggi di Pasar Global
-
Diskon Tol Pilih Kasih: Ketika PNS Senyum, Anak Swasta Gigit Jari
Terkini
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Evolusi Doa: Saat Saya Berhenti Meminta Dunia dan Mulai Meminta Ketenangan
-
Mengungkap Kedok Maskapai Super Buruk di Novel Efek Jera Karya Tsugaeda
-
Tayang 24 April, Girl from Nowhere Kembali Hadir Versi Remake Jepang
-
Siomay Bukan Dimsum: Memahami Istilah yang Tertukar dalam Kuliner Tiongkok