Bayi Kenkulus dan kedua orang tuanya beberapa waktu yang lalu diundang menjadi bintang tamu dalam salah satu podcast yang dipandu oleh Denny Sumargo. Kenkulus berhasil mencuri perhatian banyak netizen karena kecerdasannya di atas rata-rata untuk anak usia 1 tahun seperti dirinya.
Sang ibu seringkali membagikan momen keseharian Ken yang sangat senang belajar dan lebih tertarik kepada buku daripada mainan seperti pada anak-anak umumnya.
Sang ibu pun menceritakan bahwa sebenarnya semua anak bisa tumbuh dan berkembang seperti Ken, tinggal tergantung bagaimana cara orang tua memanfaatkan golden age yang dimiliki sang anak.
“Sebenarnya sih semua bayi kalo katanya dokternya ya, semua bayi bisa kayak dia, cuman balik lagi apa yang dikasih orang tuanya ke anak itu gitu. Maksudnya apa yang kita, kan 1000 hari pertama kehidupan mereka itu kan golden age, itu udah start dari mereka di perut kan, apa sih yang kita kasih ke dia, apakah kita cuman kasih tontonan, kan kalo tontonan dia mau tau apa? Gak tau apa apa kan. Atau dia dibacain buku, ya gizinya juga mempengaruhi, semuanya sih,” ujar ibu dari Ken.
Ibu dari Kenkulus itu pun kemudian menambahkan bahwa stimulasi yang diberikan oleh orang tua dapat membantu tumbuh kembang anak.
“Semua bayi pasti bisa kayak gini, cuman balik lagi ke orang tuanya stimulasinya kayak gimana, cuman mungkin kata dokternya juga mungkin Ken memang lebih dari yang lain gitu. Memang mungkin harus dicek ke tumbuh kembang anak kali ya, dokter anak. Lebih ke spesialis tumbuh kembang anak sih mungkin, aku belum pernah cek sih,” terangnya lebih lanjut.
Denny Sumargo yang penasaran dan merasa takjub itu pun bertanya apakah Kenkulus bisa dimasukkan ke dalam kategori anak jenius, ibu Ken mengatakan bahwa ia belum bisa memastikan karena umur Ken yang baru 1 tahun.
“Aku gak tau ya, karena sebenarnya dia juga baru umur 1 tahun begini kan, mungkin bisa dicek nanti kalo sudah 2 tahun setengah, di mana aku sudah mulai bisa tau minat bakat dia ke mana,” ujar ibu Ken.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengenang Keigo Higashino, 5 Film Adapatasi Ini Suguhkan Premis Unik
-
Putuskan Hengkang dari JYP Entertainment, Jeongyeon: TWICE Pusat Hidup Saya
-
Realita Pejalan Kaki: Fasilitas Tak Mumpuni hingga Stigma Miring Orang Lain
-
Dari Posyandu ke Pariwisata: Bagaimana Kesehatan Jadi Pondasi Desa Wisata Les Buleleng
-
Ulasan 'Kapan Kau Bilang Wo Ai Ni?' : Jodoh Ada di Tangan Ibu dan Camer
Artikel Terkait
News
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
-
Dari Kemiren untuk Kemiren: Kiprah Kang Edai Bersama Astra
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan