Viral Heru Budi Hartono, PJ Gubenur DKI Jakarta bagi-bagi bansos pakai warna kantong mirip dengan warna khas pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02. Foto Heru bagi-bagi bansos ini dibongkar oleh akun X (Twitter) @Arypr****yo85 pada Rabu (7/2/2024).
Ada dua foto yang diunggah oleh akun X tersebut. Foto pertama memperlihatkan Heru Budi Hartono sedang melihat proses pembagian bansos.
BACA JUGA: Momen Lamaran Ayu Ting Ting dengan Muhammad Fardhana, Bilqis Tersenyum Bahagia
Sedangkan foto kedua menunjukkan Pj Gubenur DKI itu yang langsung turun tangan bagikan bansos kepada warga. Kedua foto ini menjadi perbincangan karena memakai kantong warna biru muda. Warna ini cukup identik dengan dari paslon 02, Prabowo-Gibran.
Pemilik akun @Arypr****yo85 mengatakan bahwa biasanya kantong yang dipakai bertuliskan lembaga pemberi bansos yakni Kemensos atau Pemprov. Namun, kantong yang dipakai kali ini bertuliskan 'Sukses Jakarta Untuk Indonesia'.
"Bansos DKI Rasa Pilpres. Biasanya Bansos Goodie bag-nya ada tulisan dari Kemensos atau Pemprov. Lah ini Bansos pakai Goodie bag Warna Paslon. Pj Gubernur Rasa Timses," cuit pemilik akun.
"Beras langka dan mahal di pasaran padahal sudah impor 2 juta ton!!! Apa beras nya sedang di pakai untuk kampanye paslon #BansosRasaPilpres," sambungnya.
BACA JUGA: Kini Gugat Cerai, Konten Mesra Ria Ricis Merengek Kesal Teuku Ryan Cukur Ketiak Dikuliti: Kena Ain
Publik ikut mengkritik tindakan yang dilakukan Pj Gubenur DKI ini bagi-bagi bansos dengan warna kantong mirip paslon 02.
"Nah, awas jangan ketahuan @bawaslu_RI. Ah... Nanti diperiksa doang, hasilnya? Nothing happend atau nanti setelah pemilu yaa," komentar warganet.
"Gakpapa dia yang punya kuasa untuk apa saja, percuma juga dikomen. Karena itu mereka anggap kebenaran, yang penting tgl 14/02-024 #AsalBukanAnakJokowi, itu yang bisa merubah fakta," tanggapan lainnya.
"Kita bisa makar buat nurunin Heru gasih? Udah muak banget jujur," kritik warganet yang lain.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kerja Keras, tapi Kurang Diakui: Nasib Perempuan di Dunia Profesional
-
Membongkar 'Biaya Siluman' Pendidikan: Dari Tingkat Sekolah hingga Kampus
-
Mengingat yang Dilupakan: Kisah Segara Alam dan Bayang-Bayang 1965
-
Mahalnya Harga Pendidikan: Ketika Pengorbanan Menjadi Satu-satunya Jalan
-
Perdana Tayang, Film Michael Raup 39,5 Juta Dolar di Box Office Domestik
Artikel Terkait
News
-
UI Green Marathon 2026: Saleh Husin Siap Taklukkan 42 KM demi Masa Depan Mahasiswa
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta
-
Penyuluh Agama Islam Perkuat Kolaborasi, Tebar Toleransi dari Karanganyar
-
Mimpi yang Terparkir: Saat Ekonomi Menjadi Rem Bagi Ambisi Generasi Muda
-
Ichigo Ichie: Seni Menikmati Hidup di Era Distraksi Digital
Terkini
-
Kerja Keras, tapi Kurang Diakui: Nasib Perempuan di Dunia Profesional
-
Membongkar 'Biaya Siluman' Pendidikan: Dari Tingkat Sekolah hingga Kampus
-
Mengingat yang Dilupakan: Kisah Segara Alam dan Bayang-Bayang 1965
-
Mahalnya Harga Pendidikan: Ketika Pengorbanan Menjadi Satu-satunya Jalan
-
Perdana Tayang, Film Michael Raup 39,5 Juta Dolar di Box Office Domestik