Lagi-lagi terjadi aksi bully atau perundungan yang viral di media sosial. Kali ini aksi bully dilakukan oleh remaja putri disebut dari Kota Batam, Kepulauan Riau.
"Viral di Kota Batam, Kepulauan Riau, kasus pembullyan yang dilakukan beberapa remaja putri kepada 2 korban. Semoga segera tertangkap dan proses sesuai hukum yang berlaku, supaya tidak terus terulang kasus bully seperti ini," cuit akun X @Ndagele.
BACA JUGA: Susul PDIP dan Kubu Anies, PPP Pastikan Bakal Dukung Hak Angket Pemilu 2024
Dalam video yang beredar, 2 korban mendapat tindakan kekerasan dari beberapa remaja putri. Korban yang mengenakan kaos warna putih tampak mendapat tendangan di kepala beberapa kali dari dua orang pelaku.
Selain itu, korban juga dijambak oleh seorang pelaku yang sempat menendangnya. Korban dan pelaku terlibat adu mulut dengan kata-kata kasar.
Korban yang mengenakan kaos warna hitam dan celana kuning mendapat kekerasan serupa seperti korban satunya. Pipi korban ditendang keras oleh seorang pelaku hingga membuatnya menangis kesakitan.
Beberapa pelaku lain ikut menyerang korban yang sudah menangis ini.
Aksi bully yang dilakukan sekelompok remaja putri di Kota Batam ini mendapat kecaman. Warganet ingin para pelaku bully tersebut diproses secara hukum.
BACA JUGA: Mahfud MD Kembali Jogging Setelah Pilpres Berakhir, Komentar Gibran Rakabuming Jadi Sorotan
"Ada yang udah lihat? Sumpah biadab banget para pembully ini (emoji menangis) hati aku hancur lihat adeknya ditendang begitu," komentar warganet X.
"Yang baju pink kawal terus sampe baju oren biadab banget sumpah," ujar yang lain.
"Harus ditangkap sih ini, jangan sampai dibebaskan karena dibawah umur!" kecam lainnya.
"Bully lagi bully terus ya ampun. Gue sampe uda gak bisa berkata-kata lagi (emoji menangis) beneran bibit generasi yang minus akhlak," tanggapan warganet lain.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
Artikel Terkait
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan