Kegiatan yang berlangsung di Balai RW 05 Jatisari, Kelurahan Pongangan Kecamatan Gunungpati, pada Senin (15/7/2024) malam itu menjadi momen yang penting bagi ibu-ibu PKK.
Mereka berkumpul untuk menghadiri seminar yang diadakan oleh posko 12 KKN UIN Walisongo Semarang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kewaspadaan dan kecerdasan dalam menghadapi berita palsu (hoax) serta penipuan online yang semakin merajalela di era digital saat ini.
Sejak pukul 19.00 para ibu PKK sudah mulai berdatangan ke Balai RW tersebut. Semua tampak antusias untuk memulai hari yang penuh dengan pengetahuan baru.
Pembukaan acara dipandu oleh MC dan dibuka oleh Ketua Pelaksana Seminar Literasi Digital posko 12 KKN MB UIN Walisongo Semarang. Dia menyambut para peserta dengan hangat dan mengungkapkan rasa terima kasih.
"Kami sangat menghargai kehadiran ibu-ibu PKK yang hadir di acara ini. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua," ujar ketua pelaksana Hery Tyas Pramana Putra.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemateri yang dipandu oleh seorang narasumber Salsabilla Kirana. Narasumber tersebut membawakan materi dengan cara yang mudah dipahami oleh semua peserta.
Dia menguraikan tentang bahaya dari berita palsu (hoax) dan penipuan online, serta memberikan strategi praktis tentang bagaimana cara mengidentifikasi informasi yang tidak valid di dunia maya.
Para ibu PKK terlihat sangat fokus pada sesi materi. Beberapa dari mereka bahkan mengajukan pertanyaan yang cerdas, menunjukkan betapa seriusnya mereka menghadapi tantangan baru ini dalam dunia digital yang terus berkembang.
Acara ditutup dengan kata-kata ringkas dari MC posko 12 KKN UIN Walisongo Semarang, yang menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
Dia juga menegaskan pentingnya untuk terus meningkatkan literasi digital di masyarakat, serta mengajak para peserta untuk menjadikan pengetahuan yang mereka peroleh sebagai dasar dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Dari perspektif posko 12 KKN MB UIN Walisongo Semarang, acara ini adalah bagian dari komitmen mereka untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan literasi digital dan keamanan daring.
Mereka berharap bahwa melalui kegiatan semacam ini, masyarakat bisa lebih terbuka mata dan pikirannya terhadap tantangan yang ada di dunia maya, serta mampu bertindak dengan bijaksana dalam menghadapi setiap informasi yang mereka temui.
Sebagai hasil dari seminar ini, posko 12 KKN MB UIN Walisongo Semarang percaya bahwa literasi digital yang lebih tinggi akan membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Artikel Terkait
-
Kembangkan Potensi Desa, Ahmad Luthfi Libatkan Mahasiswa dari 44 Perguruan Tinggi
-
Syahnaz Sadiqah Jadi Ketua PKK, Publik Malah Ributkan Gelar Hajah
-
Ternyata Segini Tarifnya? Syahnaz Sadiqah Didandani MUA Ternama saat Dilantik Jadi Ketua PKK
-
Apakah Ketua PKK Digaji? Jabatan Baru Syahnaz Sadiqah setelah Resmi Jadi Istri Bupati
-
Mengapa Anak Butuh Literasi Digital untuk Masa Depannya?
News
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
-
Demi Mengabdi, Mahasiswa Rantau AM UM Tak Pulang Kampung saat Lebaran!
Terkini
-
'Weak Hero Class 2' Tayang April, Kelanjutan Kisah Yeon Si Eun di SMA Baru!
-
Spider-Man: Brand New Day, Jembatan Multiverse MCU ke Avengers: Doomsday
-
First Impressions Drama 'Korea The Divorce Insurance', Worth It Gak Sih?
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
22 Tahun Bersama, TVXQ Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment