Sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang paling digemari hampir seluruh lapisan masyarakat, tak memandang tua atau muda, laki-laki atau perempuan, baik yang ada di kota maupun di desa. Seiring dengan perkembangan zaman, sepak bola modern makin berkembang di Indonesia. Prestasi Timnas Indonesia pun dinilai makin gemilang.
Di era kepemimpinan Erick Thohir selaku Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI) saat ini, manajemen sepak bola nasional dikemas secara profesional mengikuti gaya kepemimpinannya ketika memimpin klub Inter Milan di Italia. Kualitas permainan tim nasional (timnas) Indonesia meningkat tajam serta enak ditonton, salah satunya berkat pelatih Shin Tae-Yong.
Berangkat dari situ, Saleh Husin menyempatkan waktu untuk menonton pertandingan timnas Indonesia kontra Australia di stadion GBK Senayan Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2024). Menjadi hal yang luar biasa, selain euforia menjadi suporter, Saleh Husin juga mendapat suguhan permainan berkualitas seperti Liga Eropa ketika nonton langsung di stadion.
"Agar tidak terjebak macet di jalan, maka saya putuskan untuk naik kereta MRT menuju komplek Senayan walau harus berdiri bergelantungan, dan turun di Stasiun Senayan baru saya jalan kaki bersama penonton lainnya menuju stadion GBK dengan penuh semangat ingin menjadi bagian suporter timnas," ujar Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin.
"Di sinilah saya menikmati yang sebenarnya kalau mau nonton suguhan sepak bola modern ya seperti ini. Kita harus naik transportasi umum menuju areal komplek baru jalan kaki menuju stadionnya," tambahnya.
Seperti diketahui, Timnas Indonesia dan Australia harus puas berbagi poin setelah laga berakhir imbang tanpa gol. Penampilan Timnas Indonesia menuai pujian karena berhasil menahan imbang tim sebagus Australia.
Baca Juga
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam
Artikel Terkait
-
Rumput GBK Dikritik saat Timnas Indonesia vs Australia, Menpora Bilang Begini
-
Media Australia: Timnas Indonesia Menjelma Raksasa yang Bangun dari Tidurnya
-
Media Asing Sebut Timnas Indonesia Buat Australia Frustasi, Ini Penyebabnya
-
Bukan Cuma Stadion GBK, Ini 5 Venue Sepakbola Lain Yang Juga Tak Bersahabat untuk Lawan
-
Perbandingan Harga Pasar Rafael Struick vs Iggy Houben, Calon Penyerang Keturunan Timnas Malaysia
News
-
Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam