Body shaming merupakan salah satu perilaku negatif dan termasuk dalam bagian bullying. Diannur (2019) menyebutkan bahwa body shaming adalah bentuk perilaku menyakiti seseorang dengan menjelek-jelekkan atau memberikan komentar buruk mengenai bentuk tubuh seseorang.
Ucapan-ucapan seperti kamu kok gendut, kamu terlalu kurus, kamu terlalu tinggi hingga dasar pesek merupakan beberapa contoh dari ujaran body shaming. Perilaku ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, tim dosen psikologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang bertajuk pencegahan perilaku body shaming pada siswa SMP Negeri 17 Kota Jambi ini diselenggarakan pada rabu (18/09/2024). Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh wakil kepala sekolah Febrizawarni, S.Pd.
Dalam sambutannya wakil kepala SMP Negeri 17 Kota Jambi mengucapkan selamat datang kepada tim pengabdian masyarakat dari psikologi Universitas Jambi dan berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi siswa untuk tidak berperilaku body shaming terhadap teman-temannya.
“Kami bersyukur dan berharap melalui kegiatan ini siswa-siswa mendapatkan pengetahuan yang penting untuk dapat diimplementasikan dalam pergaulan sehari-hari. Tidak hanya di sekolah namun juga dalam bergaul di lingkungan masyarakat memberikan dampak positif yang sangat berarti”, ujar Ibu Febri Zawarni.
Selain itu, Beny Rahim sebagai perwakilan dalam tim pengabdian masyarakat yang beranggotakan Rion Nofrianda, Ayu Ulivia, Annisa Andriani dan Jelpa Periantalo. Dalam sambutannya Beny mengucapkan terimakasih kepada pihak sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan pengabdian ini dan berharap dapat menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan tema dan program lainnya pada masa mendatang.
“Kegiatan ini kami rancang untuk dapat mencegah perilaku body shaming pada siswa, karena terlalu akrab dikhawatirkan menjadi sebuah kewajaran untuk berucap kata yang kurang pantas disampaikan kepada temannya. Setelah kegiatan ini kami berharap dapat terus menjalin kerjasama dengan pihak sekolah untuk membuat program-program lainnya yang bermanfaat bagi SMPN 17 Kota Jambi”, ujar Benny.
Narasumber dari kegiatan ini yaitu Verdiantika Annisa, M.Psi., Psikolog yang memberikan pemahaman dan peringatan bagi siswa untuk dapat mencegah perilaku body shaming dengan alasan apapun.
Verdiantika dalam pemaparannya menjelaskan bahwa terdapat beberapa dampak yang timbul karena tindakan body shaming yaitu korban menjadi tidak percaya diri, munculnya kecemasan depresi dan bahkan dapat memunculkan perilaku berisiko yang dapat membahayakan korban.
Narasumber juga mengingatkan bahwa tindakan body shaming ini dapat berujung ancaman pidana, jadi jangan asal menyakiti orang lain dengan ucapan yang kemudian juga akan berdampak membekas pada korban dalam jangka panjang.
Verdiantika juga berpesan kepada korban untuk dapat mengelola diri ketika merasa di bully karena body shaming. Beberapa diantaranya yang dapat dilakukan yaitu mengenali potensi diri, memahami hal yang bisa diubah dan tidak, tingkatkan imun dari ucapan body shaming hingga mampu menemukan support system yang mendukung.
Kegiatan ini ditutup dengan aktivitas games yang meriah dipandu oleh mahasiswa psikologi Universitas Jambi serta pemberian cinderamata kepada pihak SMP Negeri 17 Kota Jambi. Semoga melalui kegiatan ini siswa-siswa dapat bergaul dengan lebih positif dan saling mendukung.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Mencicipi Nasi Telur Mang One Jambi: Telur Garing, Nasi Daun Jeruk, dan Sensasi Paru Mercon
-
Uji Rasa Aditya Kwetiau Jambi: 15 Tahun Eksis, Porsinya Bikin Dompet Aman Perut Kenyang!
-
Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi
-
Tolak Intimidasi Sejak Dini: Ratusan Siswa SMAN Titian Teras Jambi Gelar Deklarasi Anti-Perundungan
-
Fenomena Pempek Tumpah di Bawah Jembatan Ampera: Sarapan Mewah Cuma Rp1.000!
Artikel Terkait
-
Belajar dari Kasus Lolly-Nikita Mirzani, Akibat Kurang Kasih Sayang Orangtua?
-
Pendidikan Reza Indragiri, Ahli Psikologi Forensik Berani Sebut Pemilik Akun Fufufafa Problematik
-
218 Tusukan Jarum Dianggap Bukan Bullying, Netizen Tiongkok Meradang Bela Seorang Siswi Kelas 6
-
Benarkah Terlapor Perundungan Binus School Anak Ketua Parpol? Polisi Bilang Begini
-
Perjalanan Aurel Hermansyah Kembali Langsing: Jawaban Menohok untuk Komentar Body Shaming
News
-
Bukan Sekadar Belajar Bahasa Inggris, Ini Cerita Dua Ibu Merawat Kewarasan di Tengah Kesibukan
-
Indonesias Horse Racing: 45 Kuda Raih Posisi Podium di IHR Merdeka Cup 2026
-
Kisah Juni Bangun Fun English for Ladies, Bukti Nyata Semangat Women Support Women
-
Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
Terkini
-
Sepatu Ajaib Menyeberangi Sungai
-
Boro-boro Financial Freedom, Gen Z Masih Paycheck to Paycheck
-
Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass