Muhammad Husain Maulana, Ketua terpilih DPD Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (25/08/2025) melakukan kunjungan ke kantor Dinas Sosial DIY. Selain bersilaturahmi, kunjungan ketua terpilih yang didampingi delapan calon pengurus dimaksudkan untuk meminta Kepala Dinas Sosial DIY menjadi penasehat bagi organisasi DPD IPSPI DIY.
Di awal pertemuan Muhammad Maulana yang akrab dipanggil Husain menuturkan tentang organisasi DPD IPSPI DIY yang baru saja berganti kepengurusan, serta memperkenalkan para calon pengurus yang seluruhnya Pekerja Sosial dengan latar belakang yang berbeda dalam melaksanakan tugasnya, antara lain Pekerja Sosial pada panti atau lembaga sosial, Pekerja Sosial Medis, dan Pekerja Sosial Koreksional.
Endang Patmintarsih, S.H., M.Si, Selaku Kepala Dinas Sosial DIY dan didampingi oleh beberapa pejabat struktural menerima dengan hangat kunjungan tersebut. Dikatakannya bahwa Dinas Sosial DIY merupakan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang Kesejahteraan Sosial, dan telah memiliki enam balai untuk menangani dua puluh lima permasalahan sosial di DIY.
Sementara IPSPI merupakan organisasi yang di dalamnya beranggotakan para Pekerja Sosial yang melaksanakan kegiatan Kesejahteraan Sosial, baik di lembaga sosial milik pemerintah maupun lembaga sosial yang dikelola oleh masyarakat. Melihat ini Kepala Dinas Sosial DIY tidak berkeberatan menjadi penasehat pada organisisasi DPD IPSPI DIY.
Lebih lanjut Endang Mengatakan bahwa anggaran kegiatan kesejahteraan sosialdi DIY terbatas, sedangkan masalah sosial yang ditangani di DIY sangat besar. Walau dihadapkan pada kondisi tersebut, Dinas Sosial DIY tidak patah semangat dalam menangani masalah sosial. Dinas Sosial DIY telah melakukan inovasi atau ide-ide kreatif membuat beberapa program baru kesejahteraan sosial dengan menggandeng instansi terkait maupun para pengusaha, organisasi sosial maupun masyarakat untuk terus bersinergi.
Kedepan Kepala Dians Sosial DIY berharap kerja sama dengan DPD IPSPI DIY bisa semakin erat dengan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam menyelenggarkan kegiatan kesejahteraan sosial bagi masyrakat DIY. Salah satu tantangan yang diberikan oleh Kepala Dinas Sosial DIY adalah adanya partisipasi aktif dari DPD IPSPI DIY terhadap “Sekolah Rakyat” yang ada di DIY.
Baca Juga
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
Artikel Terkait
-
3 Pemain yang Paling Bersinar pada Pekan Ketiga BRI Super League 2025/2026
-
Hanya Imbang Kontra PSIM, Marc Klok Ungkap Penyesalan dan Janji ke Bobotoh
-
Detik-detik Kericuhan Suporter Pasca Laga PSIM Yogyakarta vs Persib Bandung
-
7 Fakta Viral Ricuh Suporter Persib Bandung vs PSIM di Yogyakarta, Polisi Bantah Korban Jiwa!
-
Gagalkan Kemenangan Persib Bandung, Cahya Supriadi: Layak Kita Syukuri
News
-
Bekal Penting Sebelum ke Luar Negeri: Cara Calon Pekerja Migran Hindari Jeratan Love Scam
-
Di Balik Viral Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Ada Psikiater yang Ikut Mengawal Cerita
-
Lewat Lensa Kamera, APC Angkat Cerita Kaum Marginal dalam Pameran Fotografi
-
Dari Novel ke Layar Lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Bawa Pesan Penting soal Kesehatan Mental
-
25 Tahun Berdiri, Apa Rahasia Komunitas Indo Harry Potter Tetap Eksis di Era Gen Z?
Terkini
-
Ulasan Novel Periculo, Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Polemik Kurban 1.098 Sapi dari APBN Rp100 Miliar: Uang Presiden atau Rakyat?
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat