Kesehatan mental menjadi isu yang terus diperbincangkan belakangan ini di tengah masyarakat. Dalam laporan yang dihimpun oleh The Conversation pada 2023, kasus gangguan kesehatan mental di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam 30 tahun terakhir. Perempuan menjadi penderita gangguan kesehatan mental yang paling rentan dibandingkan laki-laki meski sama-sama mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya. Dengan keadaan seperti itu, sudah sewajarnya masyarakat khususnya perempuan mulai memperhatikan pentingnya kesehatan mental untuk mewujudkan sehat lahir dan batin.
Risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan kesehatan mental pada perempuan disebabkan oleh beban peran domestik yang harus ditanggung dalam rumah tangga. Menurut peneliti dari Universitas Airlangga Ilham Akhsanu Ridho, stres akibat mengurus rumah tangga dan anak-anak menjadi risiko yang tinggi bagi perempuan untuk mengalami stres. Belum lagi adanya konflik dengan pasangan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kemungkinan perceraian. Risiko ini akan semakin membesar apabila perempuan harus menghadapi beban ganda, sebagai pekerja sekaligus mengurus peran domestik.
Dalam rangka meningkatkan kesadaran kesehatan mental dan menghilangkan stigma terkait gangguan jiwa di kalangan perempuan, Healthy Body and Soul persembahan Hotel Sahid Raya Yogyakarta hadir untuk para perempuan di Yogyakarta sebagai rangkaian peringatan Mental Health Awareness Month. Melalui Mindfulness dan Pound, diharapkan peserta yang hadir akan semakin mengenal lebih baik kesehatan mental diri sendiri dan dapat mengontrol emosi dengan lebih teratur.
Healthy Body and Soul persembahan Hotel Sahid Raya Yogyakarta merupakan hasil kolaborasi antara FWD Pound Squad dan Yoursay.id. Acara ini akan digelar pada 20 Oktober 2024 dengan memadukan sesi Mindfulness dengan psikolog terbaik dari Psiaga dan sesi Poundfit bersama Pound Tour Crew (salah satu Brand Ambassador Pound di Indonesia) Rina Rengganis ditemani 4 Pound Pro Yogyakarta: Pro Farah, Pro Winda, Pro Nindhy, dan Pro Anne.
Pro Nindhy, salah satu instruktur Pound dalam acara Health Body and Soul, menuturkan bagaimana olahraga sebagai aktivitas fisik membantu perempuan untuk meregulasi stres yang dialami.
“Pengalaman saya pribadi sejak mengenal Pound, olahraga ini bisa merilis emosi-emosi negatif juga positif. Jadi kalau lagi bad mood, abis Pound jadi hepi. Gitu juga kalau Pound lagi seneng, udahannya tambah hepi banget.”
Energi yang disalurkan dengan terarah melalui olahraga membantu perempuan mencapai kondisi emosional yang baik, sekaligus menjaga kondisi fisik mereka. Olahraga tidak hanya melepaskan emosi negatif yang mengendap, tetapi juga melipatgandakan emosi positif yang sudah ada.
Pound sebagai salah satu olahraga yang sedang naik daun menjadi pilihan yang tepat untuk perempuan yang kegiatan pembakar kalori sembari meregulasi emosi. Senada dengan pengalaman Pro Nindhy, momen positif dari olahraga Pound juga dirasakan oleh Pro Anne.
“Sensasi denger musik dan suara ketukan ripstix itu bikin candu, dalam artian positif ya. Makanya aku rekomen banget untuk perempuan usia produktif (untuk) nyobain Poundfit.”
Dengan berbagai dampak positif dari Pound, Healthy Body and Soul persembahan Hotel Sahid Raya Yogyakarta hadir untuk memperluas hal baik dari olahraga Pound sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan mental dengan sesi Mindfulness dari psikolog Psiaga. Bagi kamu perempuan di Yogyakarta yang ingin mengenal lebih jauh emosi diri dan melepas stres melalui olahraga, inilah kesempatan terbaik untuk kamu bergabung dengan salah satu acara yang membangun kesadaran kesehatan jiwa dan raga.
Segera daftarkan diri kamu dan orang-orang tersayang di bit.ly/POUNDBODYSOUL, pastikan kamu jadi salah satu perempuan yang sehat jiwa dan raga itu!
Baca Juga
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
Artikel Terkait
-
5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat
-
Di Balik Gaun Pengantin, Luka Psikologis Pernikahan Dini
-
Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya
-
Hari Perempuan Sedunia 2025: Saatnya Percepat Aksi untuk Kesehatan Mental Perempuan
-
Game Online: Hiburan atau Jerat Kecanduan?
News
-
Kode Redeem Genshin Impact Hari Ini, Hadirkan Hadiah Menarik dan Seru
-
Pasar Literasi Jogja 2025: Memupuk Literasi, Menyemai Budaya Membaca
-
Bukan Hanya Kembali Suci, Ternyata Begini Arti Idulfitri Menurut Pendapat Ulama
-
Contoh Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa yang Menyentuh dan Memotivasi
-
Hikmat, Jamaah Surau Nurul Hidayah Adakan Syukuran Ramadhan
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?