Platform kreator konten dan komunitas, Yoursay.id, sukses menggelar kelas daring bertajuk “New Year, New Habbit” pada Senin (6/1/2024). Berlangsung di grup WhatsApp komunitas Yoursay, kelas ini dibersamai oleh Yulinda Lestari selaku Founder dan Director Ruang Teras.
Pada kesempatan kali ini, Yulinda berbagi tentang langkah konkret memulai kebiasaan baru dan menjaga konsistensi. Harapannya, peserta yang sebagian besar merupakan anggota komunitas Yoursay, bisa memulai 2025 dengan langkah yang terarah dan penuh semangat.
Kelas diawali oleh Yulinda yang mengawali pembahasan seputar resolusi tahun baru. Yulinda mengatakan, resolusi pasti berkaitan dengan perubahan. Di tengah proses perubahan, terkadang muncul banyak tantangan, sepeti rasa bosan, hingga self-doubt atau meragukan diri sendiri. Oleh sebab itu, dibutuhkan komitmen yang kuat untuk berubah.
“Motivasi itu emang sering ups and downs ya dan itu normal. Tapi saat kita udah set sebuah tujuan, tentunya harus diimbangi sama komitmen dong,” kata Yulinda yang juga merupakan kandidat psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada.
Yulinda memberi saran beberapa cara yang bisa dilakukan apabila motivasi menurun. Pertama, build awareness atau menyadari dan mengidentifikasi penyebab motivasi turun.
Kedua, kembali pada alasan kenapa melakukan perubahan. Caranya dengan mengidentifikasi kembali alasan mengapa dulu menargetkan perubahan atau tujuan yang dimaksud.
Terakhir, guna mempertahankan konsistensi dan motivasi, peserta bisa mencoba menentukan micro goals dari resolusi atau kebiasaan yang mau dibentuk. Hal tersebut semacam tujuan sederhana yang bisa dicapai dengan mudah, yang ujungnya bermuara pada goals besar yang ingin dicapai.
Langkah mencapai tujuan atau perubahan tidak selalu mudah. Yulinda bercerita tentang kesalahan yang paling sering ia temui pada kliennya, yakni target terlalu panjang dan terlalu besar.
“Set goals yg terlalu panjang dan terlalu besar (karena biasanya susah dicapai dan lebih butuh effort), kemudian terlalu rigid juga sama goals, perfeksionis misalnya,” terangnya.
Untuk menentukan target atau tujuan, Yulinda memperkenalkan teknik SMART (specific, measurable, achievable, reasonable, dan time frame). Teknik ini bisa lebih membantu untuk menetapkan ekspektasi dan mengukur kemampuan diri sendiri.
“Misalnya kita mau mencoba kebiasaan olahraga, bisa nih diformulasikan dengan begini, saya berusaha beraktivitas fisik dengan jogging seminggu tiga kali sejauh 2 km setiap sore,” kata Yulinda.
Yulinda menambahkan, target atau tujuan tidak mesti selalu yang besar. Bisa dimulai dari yang kecil atau mikro, mudah dilakukan, dan tidak terlalu membebani. Agar konsisten, kebiasaan positifnya diimbangi dengan hal yang menyenangkan seperti misalnya dilakukan bareng orang-orang suportif, dan lainnya.
Tak lupa, Yulinda juga memberi semangat pada peserta agar bisa lebih konsisten dan berkomitmen pada tujuan yang ingin dicapai pada 2025.
Sebagai informasi, Ruang Teras adalah platform yang berfokus pada kesehatan mental, menyediakan layanan konseling dan program pengembangan diri untuk membantu individu mengatasi berbagai tantangan psikologis.
Akun Instagram @ruangteras, juga sering berbagi informasi edukatif, testimoni konseling, dan mengadakan sesi live untuk membahas topik seputar kesehatan mental.
Baca Juga
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Pupuk Kompos Desa Les dan Peran Nyoman Nadiana dalam Menjaga Lingkungan
-
Kang Edai Sang Pahlawan Desa Kemiren: Budaya Agraris dan Kolaborasi Astra
-
Fenomena Doom Spending: Saat Nabung Terasa Percuma, Gen Z Pilih Belanja
-
Dari Kepedulian Warga Menuju Kemandirian Desa: Jejak Kang Edai Membangun Kemiren
Artikel Terkait
-
Komunitas Pengguna Toyota Fortuner Tempuh 600 Km Tutup Tahun di Labuan Bajo
-
Lintas Batas Komunitas Gelar Pameran Seni Rupa di Museum Monjali
-
Mengenal Komunitas Move On Game On, Tempat Kumpul dan Saling Dukung Pekerja yang Terkena PHK
-
Merayakan Usia 20-an dalam Festival of Twenties
-
Sejarah Motor Honda CB, Punya Komunitas Loyal yang Sempat Bikin Geger Nganjuk
News
-
Gandeng Astra, Perjuangan Kang Edai Angkat Budaya Suku Osing Berbuah Manis
-
Kembangkan Literasi Digital Siswa, Dosen UNP Kediri Ciptakan Model Belajar Berbasis AR dan AI
-
Menumbuhkan Rimba Bawah Laut: Perjuangan Sunyi Nyoman Nadiana dari Desa Les
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
Kasus Pertanahan Capai 56.844, Mengapa Masyarakat Perlu Melek Soal Tanah?
Terkini
-
Upon Entry: Ketika Orang yang Kita Cintai Mendadak Jadi Orang Asing
-
Pupuk Kompos Desa Les dan Peran Nyoman Nadiana dalam Menjaga Lingkungan
-
Kang Edai Sang Pahlawan Desa Kemiren: Budaya Agraris dan Kolaborasi Astra
-
Fenomena Doom Spending: Saat Nabung Terasa Percuma, Gen Z Pilih Belanja
-
Dari Kepedulian Warga Menuju Kemandirian Desa: Jejak Kang Edai Membangun Kemiren