Sebuah eksplorasi teater boneka performatif bertajuk “UNKNOWN TERRITORY” siap digelar di Sakatoya Collective Space, Bantul, Yogyakarta. Diselenggarakan oleh Flying Balloons Puppet berkolaborasi dengan Komunitas Sakatoya, pertunjukan ini menjadi ruang kolaborasi seni sekaligus bentuk tilik ulang atas karya terdahulu mereka, “Pongo Abelii”.
“UNKNOWN TERRITORY” bercerita tentang ruang antara dan antah berantah penghubung antara realitas dan juga masa depan. Pertunjukan ini menghadirkan dunia surreal dimana seekor orangutan mencoba hidup. Pertunjukan teater boneka performatif ini mengajak penonton mengalami realitas hari ini, juga merasakan dunia lain, juga memilih masa depan apa yang diinginkan.
Menelusuri Evolusi Karya
Pertunjukan ini merupakan eksplorasi juga titik ulang pertunjukan Flying Balloons Puppet, berjudul Pongo Abelli yang pertama kali dipentaskan pada April 2019 di Helutrans. Dibawakan saat George Town Festival 2019, lalu bertransformasi menjadi video pertunjukan di saat pandemi.
Tahun ini, ia kembali hadir dalam ruang imajinatif di sebuah teritori yang dia bayangkan danalami hari ini, tidak sebagai subjek tunggal melainkan sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang kompleks
Jadwal Pertunjukan
Pertunjukan “UNKNOWN TERRITORY” akan digelar selama tiga hari di bulan Agustus 2025 dengan jadwal sebagai berikut:
Tempat: Sakatoya Collective Space, Bantul, Yogyakarta
Jadwal Pertunjukan:
- Jumat, 22 Agustus 2025 – Pukul 19.30 WIB
- Sabtu, 23 Agustus 2025 – Pukul 10.00 WIB & 16.00 WIB
- Minggu, 24 Agustus 2025 – Pukul 16.00 WIB
Harga Tiket dan Pemesanan
Tiket pertunjukan tersedia dalam berbagai kategori yang dapat diakses oleh semua kalangan usia:
- Dewasa: Rp 90.000
- Anak-anak: Rp 50.000
- Paket Bundel (1 Dewasa + 1 Anak): Rp 125.000
Pembelian tiket dapat dilakukan melalui Formulir Pemesanan Resmi. Informasi tambahan tersedia melalui akun Instagram Flying Balloons Puppet dan situs resmi mereka di flyingballoons.id/unknownterritory.
Tentang Penyelenggara
Flying Balloons Puppet adalah kelompok pertunjukan yang secara dinamis menyatukan seni teater boneka dengan eksplorasi pertunjukan performatif. Flying Balloons didirikan di Bantul, Yogyakarta oleh Rangga Dwi Apriadinnur pada Januari 2015.
Hingga hari ini, Flying Balloons telah berkembang hingga menghasilkan lebih dari 20 karya orisinil dan kolaboratif. Tahun 2024, Flying Balloons Puppet membawakan SOSI: Pieces of Reminiscence ke Yogyakarta.
Flying Balloons Puppet percaya dengan kolaborasi multidisiplin yang bisa menghasilkan karya dengan jangkauan yang luas dan tidak terbatas. Komunitas Sakatoya adalah kolektif seni pertunjukan juga manajemen seni yang berbasis di Yogyakarta. Flying Balloons Puppet telah berkolaborasi dengan Komunitas Sakatoya sejak tahun 2017 dalam berbagai karyaMpertunjukan.
Baca Juga
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
Artikel Terkait
-
Gen Z Healing: Seni Jadi Pelarian Atasi Tekanan Hidup di ArtScape Blok M
-
Olahraga, Beatbox, dan Seni: Wajah Baru Semangat Anak Muda Ibu Kota
-
Apa Arti Menjadi Indonesia? LIFEs 2025 Ajak Menyelaminya Lewat Sastra dan Seni
-
Tanpa Dialog, 'SOSI: Pieces of Reminiscence' Ungkap Dampak Ekspektasi Sosial pada Perempuan
News
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Salah Kaprah Soal JHT: Bukan Cuma Dana Hari Tua, Bisa Jadi Penyelamat Finansialmu!
-
Lebih dari Sekadar Panutan: Cara Anak Sulung Mengembangkan Diri Bersama di Persulungan
-
Metode Baca Bareng di Taman: Cara Ibu-Ibu Jagakarsa Mengajarkan Anak Mencintai Buku Tanpa Paksaan
-
Lebih Dari Sekadar Rasa, CommuniTaste 2026 Buktikan Makanan Adalah Media Komunikasi Budaya
Terkini
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita