Indonesia resmi meluncurkan peta jalan dekarbonisasi industri dengan target emisi nol bersih pada 2060. Dokumen ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan tuntutan global terhadap standar emisi yang semakin ketat.
Peta jalan yang diperkenalkan dalam Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 ini menargetkan sembilan subsektor utama penyumbang emisi: semen, besi dan baja, pupuk, kimia, pulp dan kertas, tekstil, kaca dan keramik, otomotif, serta makanan dan minuman.
Saat ini, hampir separuh emisi industri berasal dari energi langsung, 16 persen dari listrik yang dibeli, dan 38 persen dari proses kimiawi produksi.
Jika dijalankan konsisten, strategi dekarbonisasi ini bisa memangkas 66,5 juta ton CO2e pada 2035 dan hampir 290 juta ton CO2e pada 2050. Pendekatannya mencakup efisiensi energi, substitusi bahan bakar, elektrifikasi dengan energi rendah karbon, modernisasi proses, hingga penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.
Lebih dari sekadar agenda lingkungan, peta jalan ini menjadi instrumen ekonomi. Transisi energi akan menentukan apakah industri Indonesia mampu bersaing di pasar global, menarik investasi, sekaligus membuka lapangan kerja hijau. Tanpa transformasi, produk nasional berisiko tertinggal dari standar emisi yang kini diterapkan di berbagai negara.
Pemerintah menjanjikan tindak lanjut konkret. Laporan teknis akan diterbitkan September 2025, diikuti laporan kebijakan pada Maret 2026. Regulasi resmi berupa Peraturan Menteri akan mulai berlaku 2026, diterapkan bertahap sesuai subsektor industri.
Peta jalan ini dirancang sebagai dokumen hidup yang terus diperbarui, menegaskan bahwa dekarbonisasi bukan sekadar visi jangka panjang, tetapi strategi industri yang akan mengubah arah pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa dekade mendatang.
Penulis: Muhammad Ryan Sabiti
Baca Juga
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca
-
Seni Bertahan Hidup dengan Gaji UMR yang Habis Sebelum Bulan Berganti
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"
Artikel Terkait
News
-
Studi: Perluasan Ruang Hijau Kota Hanya Redam Sebagian Kecil Kenaikan Suhu, Bagaimana Solusinya
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Berkah Pion di Warung Kopi: Ketika Perang di Papan Hitam Putih Ternyata Bisa Lawan Pikun
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
-
STY Hadir! Intip Keseruan Pacuan Kuda Triple Crown 2026 di Jogja Bareng 12 Ribu Penonton
Terkini
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
5 Ide Outfit Kantoran ala Song Hye Kyo, Elegan dan Formal Banget!
-
Sisi Gelap Bertahan dalam Luka yang Digambarkan Lagu Berkaca-kaca
-
Seni Bertahan Hidup dengan Gaji UMR yang Habis Sebelum Bulan Berganti
-
Ketika Bernadya Rela Pakai Kacamata Demi Satu Orang: Review Jujur Lagu "Rabun Jauh"