Ketua Umum Lingkar Nusantara Prabowo (LISAN Prabowo), Hendarsam Marantoko, meluncurkan relawan Gerakan Indonesia Kondusif. Gerakan ini ditujukan untuk menjaga keamanan setelah demonstrasi beberapa terakhir.
Dalam pesannya kepada wartawan, Senin (1/9/2025), Hendarsam menyebut ada pihak yang sengaja menggerakkan dan memprovokasi tindakan anarkis, meski sebagian masyarakat turun ke jalan murni menyuarakan aspirasi. Dia mengajak masyarakat kembali bergotong royong mencegah anarkisme.
"Semua masyarakat harus kembali bersatu dan bergotong royong. Kita bentuk dan perkuat siskamling. Jika ada pihak yang berupaya memprovokasi dan menjarah, maka masyarakat harus bersatu dan menghalaunya. Bersama aparat keamanan kita jaga objek-objek vital dari tindakan anarkisme," ujar Hendarsam.
Hendarsam menyebut kerapuhan di tengah masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mengadu domba. "Ada pihak-pihak yang berupaya memanfaatkan situasi untuk melakukan provokasi dan penjarahan. Perjuangan bisa kehilangan makna karena ulah seperti ini," katanya.
Gerakan ini, Hendarsam menyebut, menekankan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dari tingkat kelurahan hingga RT/RW. Ia mencontohkan masyarakat di Summarecon Bekasi yang berhasil menghalau massa tak dikenal yang diduga hendak merusuh.
"Dalam suasana seperti saat ini, masyarakat harus selalu waspada dan bersatu melawan berbagai tindakan provokasi anarkis. Kita semua punya andil menjaga wilayah kita, menjaga bangsa kita, bersama kita jaga Indonesia," ujarnya.
Salah satu relawan, Abi (32), warga Bekasi, mengaku tergerak bergabung setelah melihat langsung upaya provokasi massa. "Kemarin ada sekelompok orang asing yang coba masuk ke kawasan perumahan. Kami bersama warga lain segera menghalau mereka. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi? Gerakan ini bikin kami lebih kompak," kata Abi.
Relawan lainnya, Mpok Jelita (28), ibu rumah tangga di Jakarta Timur, menyebut gerakan ini membuat warga lebih sigap. Kampanye #GerakanIndonesiaKondusif, Hendarsam mengusung jargon 'Jaga Indonesia! Jaga Wilayahmu!' dengan pesan utama waspada dan bersatu menghadapi provokasi anarkis; saling mengingatkan, saling bantu, dan saling jaga; kami, kamu, kita semua bisa menjaga wilayah kita!; dan pertahanan bersama.
"Biasanya ibu-ibu cuma di rumah, tapi sekarang kami ikut aktif jaga lingkungan. Minimal kami bisa saling kabari kalau ada hal mencurigakan. Rasanya lebih aman karena ada rasa kebersamaan," ujar Jelita.
Tag
Baca Juga
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
-
Magic Cat Leave the Trees, Please: Puisi Indah untuk Menyelamatkan Bumi
-
Cegah Kusam! Ini 5 Night Cream Vitamin C untuk Kulit Tampak Cerah Merata
Artikel Terkait
-
Hanya Main 8 Menit di Utrecht, Miliano Jonathans Batal Ambil Sumpah WNI
-
Antusias Gabung Timnas Indonesia, Marc Klok: Sekarang Saya Tidak Butuh Libur
-
Jakarta Jadi Salah Satu Titik Perayaan Ultah Dream Theater ke-40, Kapan Konsernya?
-
Terungkap! Magnet Persib Bikin Thom Haye Klepek-Klepek, Bukan Cuma Soal Uang?
-
Kecolongan! Laurin Ulrich Resmi Dipanggil Timnas Jerman U-20
News
-
Hidup Berpindah Mengikuti Hutan: Perjuangan Punan Batu Benau-Sajau Mempertahankan Ruang Hidup
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum
-
Ternyata Rutinitas Commuting ke SCBD Ikut Menyelamatkan Bumi
Terkini
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
-
Magic Cat Leave the Trees, Please: Puisi Indah untuk Menyelamatkan Bumi
-
Cegah Kusam! Ini 5 Night Cream Vitamin C untuk Kulit Tampak Cerah Merata