Film horror memang menjadi salah satu film yang paling banyak digandrungi oleh orang, apalagi alur ceritanya yang terkadang diambil dari kisah nyata yang memberikan banyak petuah. Tapi, kali ini ada salah satu film horror terbaru 2025 yang bertajuk ‘Bring Her Back’. Film yang memiliki ketegangan psikologis ini menceritakan kisah keluarga yang kelam dan diluar nalar.
Disutradarai oleh Danny dan Michael Phillippou yang sebelumnya menyutradarai film horor fenomenal 'Talk To me'. Pada film terbarunya ini menyuguhkan teror supranatural yang segar. Apalagi filmnya juga diperankan oleh aktor dan aktris ternama seperti Sally Hawkins, Billy Barratt, Sora Wong, Jonah Wren Phillips, Sally-Anne Upton, Stephen Phillips hingga Mischa Heywood.
Kisahnya menyuguhkan tentang obsesi seorang ibu asuh yang perlahan berubah menjadi mimpi buruk bagi anak-anak di rumahnya yang ternyata ia adalah penyembah iblis untuk meminta anaknya kembali.
Sinopsis Film ‘Bring Her Back’ 2025
Cerita dalam film horror khas Australia ini berfokus pada dua saudara tiri, Andy (diperankan oleh Billy Barratt) dan Piper (dibintangi Sora Wong). Pasca kehilangan ayah mereka secara tragis, keduanya harus masuk ke sistem perawatan anak.
Kehidupan mereka tampak menemukan titik terang ketika dipertemukan dengan seorang ibu asuh penuh kasih bernama Laura (diperankan Sally Hawkins). Bersama Laura tinggal juga seorang anak asuh lain bernama Oliver (dibintangi oleh Jonah Wren Phillips) yang misterius dan jarang berbicara. Ibunya mengklaim ia adalah orang yang bisu.
Namun kehangatan Laura hanyalah topeng belaka. Di balik senyum dan kasih lembutnya, ia menyimpan luka mendalam akibat kehilangan anak kandungnya, Cathy. Obsesinya untuk membawa kembali sang anak membuat ia terjerumus dalam ritual berbahaya dengan iblis dan manipulasi psikologis terhadap anak-anak yang diasuhnya.
Andy perlahan mulai mencurigai sesuatu yang janggal, sementara Piper justru semakin terikat pada perhatian Laura. Situasi mencapai titik genting ketika Oliver mengungkap rahasia gelap yang bisa menentukan keselamatan mereka semua.
Teror dan kejadian seram juga tergambar dalam setiap adegan di film ini, bahkan menunjukan sisi gelap Laura yang semakin diluar akal sehat.
Alur Seru Mencekam dan Bikin Tegang
Dibalik alur kisahnya, ada hal yang benar-benar membuat film ‘Bring Her Back’ terasa istimewa adalah pendekatannya terhadap horror. Bukan sekadar jumpscare atau teror fisik, melainkan tekanan emosional yang menghantui setiap karakter.
Sally Hawkins tampil luar biasa dalam memerankan karakter Laura di dalamnya. Ia memadukan kelembutan seorang ibu dengan kegilaan obsesif, membuat penonton sulit menebak apakah ia korban trauma atau justru ancaman utama dalam cerita.
Billy Barratt juga berhasil menghadirkan Andy sebagai remaja yang terjebak di antara rasa kehilangan, tanggung jawab menjaga sang adik perempuan, dan ketakutan pada figur ibu asuh yang semakin mengerikan.
Secara visual, film ini memanfaatkan suasana rumah sederhana yang berubah menjadi labirin ketegangan dengan penuh kejadian seram. Cahaya redup, keheningan mendadak, serta ekspresi karakter yang penuh tekanan membuat atmosfer horor terasa mencekam tanpa harus berlebihan.
Selain itu, film ini juga memiliki lapisan tema mendalam tentang bagaimana kesedihan yang tak tertangani bisa berubah menjadi obsesi berbahaya, dan bagaimana anak-anak menjadi korban dalam lingkaran trauma orang dewasa.
‘Bring Her Back’ bukan sekadar film horror biasa, melainkan kisah tentang keluarga, kehilangan, dan cinta yang salah arah sehingga menghadirkan teror yang merayap pelan, menghantam emosi penonton.
Film ini sangat direkomendasikan bagi penonton yang menyukai horor dengan kedalaman psikologis, sekaligus penggemar drama keluarga yang kompleks. Danny dan Michael Philippou sekali lagi membuktikan bahwa horor terbaik bukan hanya soal menakut-nakuti, tetapi juga menggali sisi paling rapuh dari manusia.
Baca Juga
-
Di Lereng Merbabu, Saya Menemukan Rumah yang Tak Pernah Saya Cari Sebelumnya
-
Melawan Rindu dan Kerasnya Hidup Demi Kenyamanan Tinggal di Perantauan
-
Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising
-
Side Hustle Bukan Gila Kerja, Tapi Perjuangkan Pekerja UMR untuk Bertahan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Artikel Terkait
News
-
Tak Banyak yang Tahu, Surat Kartini Justru Pertama Kali Berbahasa Belanda
-
Bukan Sekadar Ulang Tahun, Kirab Sultan HB X Wujud Kedekatan dengan Rakyat
-
Over Tourism Mengancam, Seberapa Efektif Pembatasan di Taman Nasional Komodo?
-
Bukan Visual Mewah, Justin Bieber Viral di Coachella Hanya Gara-gara Putar Video YouTube Lama!
-
Kasta Oren hingga Bangsa Mujaer: Rahasia Kucing Bisa Jadi Penawar Penat Kantor
Terkini
-
Buku Aku Bukan Kamu: Tak Perlu Menjadi Siapa-Siapa, Cukup Jadi Diri Sendiri
-
Mino WINNER Dituntut 1,5 Tahun Penjara atas Pelanggaran Wajib Militer
-
Lagi Panas? Cek 4 Face Mist Cooling untuk Kembalikan Kesegaran Wajahmu!
-
SagaraS: Jawaban di Balik Kotak Hitam dan Muara Segala Obsesi Tuan Muda Ali
-
Rekomendasi Laptop All-Rounder 2026, Spek Gahar Harga Aman