Yogyakarta – Dua mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Marlita Wulansari dan Anisa Rahmawati, berhasil menciptakan sebuah inovasi digital bernama G-Waqf.
Aplikasi ini digagas sebagai terobosan baru dalam pengelolaan green waqf atau wakaf hijau, sebuah instrumen filantropi Islam yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Lahir dari keresahan terhadap isu perubahan iklim, deforestasi, serta krisis energi dan air bersih, aplikasi G-Waqf hadir untuk menjembatani masyarakat agar dapat berkontribusi nyata melalui wakaf berbasis digital.
“Kami ingin menghadirkan wadah yang tidak hanya memudahkan masyarakat dalam berwakaf, tetapi juga memastikan transparansi, akuntabilitas, dan dampak ekologis yang nyata,” jelas Marlita Wulansari, ketua tim pengembang.
G-Waqf dirancang dengan model pengembangan dan menghadirkan beragam fitur inovatif, di antaranya (1) Layanan pendanaan green waqf untuk proyek ramah lingkungan seperti reforestasi, energi terbarukan, dan penyediaan air bersih, (2) Laporan transparansi digital, sehingga para wakif dapat memantau aliran dana dan perkembangan proyek secara langsung, (3) Edukasi interaktif, berupa artikel, video pembelajaran, hingga mentoring terkait wakaf hijau, (4) Kalkulator hijau, untuk mengukur jejak karbon dan memberikan edukasi gaya hidup ramah lingkungan.
“Dengan aplikasi ini, kami ingin mengintegrasikan nilai ibadah dengan aksi nyata menjaga lingkungan,” tambah Anisa Rahmawati, anggota tim.
Inovasi ini dalam skala regional akan diuji coba melalui pilot project di Kecamatan Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta, sebuah daerah dengan tantangan ekologi yang kompleks. Hasil awal menunjukkan potensi besar aplikasi ini untuk membantu program penghijauan dan pemberdayaan masyarakat.
G-Waqf juga telah melalui tahap uji kelayakan media dan materi, serta mendapatkan dukungan positif dari berbagai pihak, termasuk akademisi, dan komunitas lokal.
Melalui G-Waqf, Marlita dan Anisa berharap dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam wakaf hijau sekaligus mendorong tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek energi bersih, iklim, dan lingkungan berkelanjutan.
“Harapan kami, aplikasi G-Waqf tidak hanya berhenti di tingkat regional, tetapi bisa dikembangkan secara nasional bahkan global sebagai solusi filantropi Islam dalam menjawab tantangan ekologi dunia,” tutup Marlita.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Resolusi 2026: 5 Langkah Praktis untuk Pertumbuhan Pribadi yang Bermakna
-
Ulasan Buku Tuhan, Beri Aku Alasan untuk Tidak Menyerah: Kamu Tidak Sendiri
-
Cinta Bersemi dari Sahabat Lama, Anime Rom-com Ini Tayang 5 Januari 2026
-
7 Drama dan Film Korea Rom-Com Tayang Januari 2026, Teman Healing Awal Tahun
-
Pintu yang Bergerak Sendiri, Ada Apa Sebenarnya di Rumah Amanda?
Artikel Terkait
-
4 Aplikasi Edit Foto Ini Sedang Tren Sekarang, Hasil Aestetik dan Lebih Smooth dari AI!
-
Program Magang Fresh Graduate Berbayar Dibuka 15 Oktober, Bagaimana Cara Mendaftarnya?
-
5 Aplikasi untuk Hapus Objek di Foto, Dijamin Gratis dan Hasil Alami
-
Misteri Hilangnya Mahasiswa UI Terungkap: Ternyata Malu karena Skripsi Belum Beres
-
Siapa Founder Spotify? Platformnya Ramai Ditinggalkan Musisi Internasional
News
-
Korea Selatan Resmi Berlakukan UU Goo Hara, Batasi Hak Waris Orang Tua Penelantar Anak
-
Resolusi Logis Awal Tahun Perempuan Modern di Tengah Tekanan Multiperan
-
Lebih dari Sekadar Kebiasaan: Bahaya Kecanduan Scrolling bagi Kesehatan Mental Remaja
-
Gagal Liburan karena Kerja? Lakukan Cara Ini Agar Mood Tetap Terjaga
-
4 Rekomendasi Restoran BBQ di Jakarta, Surganya Pencinta Daging Berkualitas
Terkini
-
Resolusi 2026: 5 Langkah Praktis untuk Pertumbuhan Pribadi yang Bermakna
-
Ulasan Buku Tuhan, Beri Aku Alasan untuk Tidak Menyerah: Kamu Tidak Sendiri
-
Cinta Bersemi dari Sahabat Lama, Anime Rom-com Ini Tayang 5 Januari 2026
-
7 Drama dan Film Korea Rom-Com Tayang Januari 2026, Teman Healing Awal Tahun
-
Pintu yang Bergerak Sendiri, Ada Apa Sebenarnya di Rumah Amanda?