Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara menanggapi kritik publik terhadap gaya komunikasinya yang dinilai ceplas-ceplos dan terkesan ‘koboi’, sehingga dianggap berpotensi mengganggu soliditas pemerintahan. Kritik tersebut sebelumnya disampaikan oleh Hasan Nasbi, mantan Kepala Bakom sekaligus Komisaris Pertamina.
Namun, bukannya bersikap defensif, Purbaya justru menegaskan bahwa gaya komunikasinya yang blak-blakan merupakan strategi terukur untuk memulihkan kepercayaan publik dan memperkuat sentimen positif terhadap perekonomian nasional.
Menurutnya, gaya bicara yang terkesan ‘koboi’ bukanlah arogansi, melainkan strategi komunikasi yang sengaja digunakan untuk menggugah persepsi publik di tengah melemahnya ekonomi pasca-unjuk rasa Agustus lalu. Ia menegaskan, sikap blak-blakan itu merupakan bagian dari upaya membangkitkan kembali optimisme masyarakat terhadap pemerintah.
“Stabilitas pemerintahan saat ini amat baik di mata masyarakat, kecuali mungkin di mata orang itu, ya,” sindir Purbaya di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin (27/10/2025), dikutip dari Suara.com.
Purbaya kemudian menampilkan data survei Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) terhadap pemerintah per Oktober 2025 yang dirilis oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Hasilnya menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam kepercayaan publik setelah pemerintah meluncurkan sejumlah kebijakan berani yang disebut banyak pihak sebagai gaya ‘koboi’ khas Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa sentimen publik memiliki korelasi kuat dengan kinerja ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga pada Kuartal II-2025 tumbuh 4,97% (year on year) dan menyumbang 54,25% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menandakan tren pemulihan yang positif dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Juli, Agustus, dan September kemarin merupakan periode yang berat. Sentimen publik turun ke titik terendah dan banyak terjadi demonstrasi besar. Lalu kami ambil langkah-langkah yang mungkin terlihat drastis atau ceplas-ceplos, ya, bahkan terkesan ‘koboi’. Tapi hasilnya nyata: sentimen publik berbalik positif, kepercayaan terhadap pemerintah meningkat,” jelasnya.
Menurut Purbaya, hubungan antara ekonomi dan kepercayaan publik sangat erat
“Ketika ekonomi melemah, masyarakat frustrasi dan mudah kecewa dengan pemerintah. Tapi begitu ekonomi membaik, mereka kembali percaya dan optimistis,” ungkapnya.
Purbaya juga menepis tudingan bahwa dirinya kerap bertindak sendiri atau tanpa koordinasi dengan jajaran pemerintahan. Ia menegaskan seluruh kebijakan dan komunikasi publik yang dilakukannya berada di bawah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Saya ini hanya perpanjangan tangan Bapak Presiden. Bahkan bisa dibilang, gaya saya versi yang lebih halus dari beliau. Saya pernah bilang ke beliau, saya akan pastikan belanja pemerintah tepat waktu. Beliau hanya bilang, ‘Go ahead, jalan terus.’ Karena memang kita butuh percepatan ekonomi di kuartal keempat ini, dan hasilnya sudah mulai terlihat. Harapannya, tren positif ini terus berlanjut,” pungkasnya tegas.
Dengan pernyataan tersebut, Purbaya ingin menegaskan bahwa gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos dan terkesan ‘koboi’ bukanlah sikap asal bunyi, melainkan strategi komunikasi yang disetujui Presiden Prabowo, demi memperkuat kepercayaan publik, menjaga stabilitas, dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Baca Juga
-
Ngaku Fans Peterpan, Pasha Ungu Antusias Ditawari Jadi Vokalis
-
Ipar Dituding Numpang Hidup, Ayu Ting Ting Langsung Pasang Badan
-
Swara Prambanan 2025, Tutup Tahun dengan Nada, Budaya, dan Doa
-
Tanpa Kembang Api, Swara Prambanan 2025 Rayakan Tahun Baru dengan Empati
-
Saat Sketsa dan Tulisan Berubah Jadi Aksi Menjaga Mangrove di Pantai Baros
Artikel Terkait
-
Sikap Menkeu Purbaya Ngaku Orang Kaya Berharta Rp260 Triliun Bikin Wendy Cagur Kesal
-
Rokok Ilegal Ancam APBN, Ekonom Ingatkan Pengawasan Ketat di Tengah Jeda Kenaikan Cukai
-
Tukin Anak Buah Bahlil Naik 100 Persen, Menkeu Purbaya: Saya Nggak Tahu!
-
Menkeu Purbaya Mau Tangkap Pelaku Bisnis Thrifting
-
Bank Mandiri Klaim Sudah Salurkan Rp40,7 T Dana Menkeu Purbaya
News
-
Kewenangan Satpol PP dalam KUHP Baru: Antara Privasi Warga dan Hukum yang Hidup
-
Julia Prastini Lepas Hijab, Tegaskan Bukan Karena Cerai dari Na Daehoon
-
Semut dan Si Tempurung Kebaikan
-
Fleksibilitas atau Eksploitasi? Menakar Nasib Pekerja Gig di Indonesia
-
Lingkaran Setan Side Hustle: Antara Tuntutan Hidup dan Ancaman Burnout Anak Muda
Terkini
-
4 Pelembap Probiotic Atasi Redness dan Kulit Kering untuk Skin Barrier Kuat
-
Film 28 Years Later: The Bone Temple, Sekuel yang Lebih Sadis dan Artistik
-
Teka Teki Tiko
-
Chipset Ngebut tapi Mubazir: Siapa Sebenarnya yang Diuntungkan?
-
Fenomena Soft Life di Antara Ambisi dan Kelelahan: Apakah Kita Berhak untuk Melambat?