Restoran Sekar Kedhaton, ikon kuliner di Kotagede, Yogyakarta, resmi memasuki usia ke-21 tahun pada 22 Januari 2026.
Perayaan ini digelar meriah dengan konsep "Gracefully Blooming", menghadirkan dekorasi penuh bunga yang melambangkan mekarnya perjalanan panjang restoran ini.
Founder sekaligus Board of Director (BOD) Sekar Kedhaton, Aldi Fadlil Diyanto, menegaskan bahwa usia 21 tahun bagi Sekar Kedhaton ibarat masa kedewasaan.
"Di 21 tahun ini, kita sudah ibaratnya kalau orang itu beranjak dewasa. Harapannya kita selalu memberikan keharuman kepada seluruh khalayak, khususnya di atmosfer pariwisata DIY. Kedhaton juga makin berkembang, makin mekar lagi bunganya. Makanya kita ambil konsep blooming," ungkap Aldi, pada Jumat (30/1/2026).
Aldi juga menambahkan bahwa perjalanan panjang ini bukan tanpa rintangan. Pandemi dan berbagai bencana sempat menjadi ujian, namun Sekar Kedhaton tetap bertahan dan terus mewarnai khasanah kuliner Yogyakarta.
Gebrakan Kafe De Terrace dan Menu Baru
Momentum ulang tahun ke-21 ini juga ditandai dengan peluncuran menu baru yang sarat filosofi budaya Jawa. Beberapa di antaranya adalah ayam lembaran dan mangut lele, sajian yang berakar dari tradisi Mataram Islam.
Menu ini dihadirkan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan kuliner Jawa sekaligus inovasi untuk generasi masa kini.
Tak berhenti di restoran, Sekar Kedhaton kini juga melebarkan sayap dengan membuka kafe baru bernama De Terrace. Kafe ini hadir sebagai jawaban atas tren anak muda yang semakin menggandrungi kopi.
Namun, De Terrace tidak sekadar menyajikan kopi susu atau americano. Ada sentuhan lokal yang unik, salah satunya kopi rasa Kipo. Kipo, jajanan khas Kotagede, diadaptasi menjadi cita rasa minuman modern yang tetap membawa nuansa tradisional.
Harga yang ditawarkan pun ramah di kantong, berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.
"Kami ingin tetap ada unsur budayanya. Anak muda sekarang kan sukanya kopi, jadi kita buat kopi yang punya rasa khas Kotagede," jelas Aldi.
Perayaan 21 tahun Sekar Kedhaton bukan sekadar pesta ulang tahun, melainkan simbol perjalanan panjang sebuah restoran yang terus tumbuh, beradaptasi, dan tetap menjaga akar budaya Jawa.
Mengusung konsep "Gracefully Blooming", Sekar Kedhaton menegaskan komitmennya untuk terus mekar bersama masyarakat dan budaya Yogyakarta.
Baca Juga
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
Artikel Terkait
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka
-
Kejari Sleman Resmi Hentikan Perkara Hogi Minaya, Suami yang Bela Istri dari Jambret
-
DIY Diguncang Gempa M4,5, Dua Orang Terluka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
-
Plot Twist Kasus Suami Lawan Jambret Jadi Tersangka: Sepakat Damai, Bentuknya Masih Abu-abu
News
-
Syiar Muhammadiyah di Papua Barat: Rektor UMPB Pastikan RTL Baitul Arqam Berjalan Tuntas
-
Riset Terbaru: Siram Atap dengan Air Hujan Terbukti Tekan Penggunaan AC saat Gelombang Panas
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?
-
Konsolidasi Kaderisasi di Tanah Papua, UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Pertama Kali
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara