Industri kreatif Bantul kembali menunjukkan tajinya di kancah internasional. PT Indo Risakti, perusahaan kerajinan asal Yogyakarta yang dipimpin Riris Simanjuntak, resmi mengekspor produk anyaman berbahan alami ke dua kota mode dunia, Prancis dan London, Senin (10/3/2026).
Produk yang dikirim berupa keranjang dan storage berbahan enceng gondok serta pelepah pisang. Material yang sebelumnya dianggap limbah ini diolah menjadi barang fungsional sekaligus bernilai estetika tinggi.
“Kami banyak menggunakan bahan yang biasanya terbuang. Dari sesuatu yang dianggap tidak berguna, ternyata bisa menjadi produk indah dan bermanfaat,” ujar Riris.
Keberhasilan ekspor ini merupakan buah konsistensi Indo Risakti mengikuti pameran internasional Ambiente di Jerman selama tiga tahun berturut-turut (2023–2025), dengan fasilitasi dari Kementerian Perindustrian.
Riris menegaskan, pencapaian ini bukan sekadar bisnis, melainkan juga misi sosial.
“Kami merangkul ibu-ibu rumah tangga agar tetap produktif. Prinsip kami, kalau ibu bisa menghasilkan, anak-anak pasti makan. Ekonomi keluarga pun berputar,” sambung sang direktur.
Selain membuka lapangan kerja, Indo Risakti aktif memberikan pelatihan teknis agar produk memenuhi standar ekspor. Tantangan sempat muncul ketika barang mengalami jamur akibat perbedaan iklim, namun perusahaan segera beradaptasi dengan teknologi pengeringan cepat dan penstabil suhu.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, menegaskan keberhasilan ini adalah bukti nyata daya saing IKM Indonesia.
“Ekspor ke Prancis dan London menunjukkan bahwa produk kerajinan kita mampu bersaing di pasar global. Lebih dari sekadar bisnis, langkah ini juga bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia,” ujar Reni.
Kini, selain pasar Eropa, Indo Risakti mulai dilirik negara non-tradisional seperti Mauritius, Namibia, hingga French Polynesia. Dengan kapasitas produksi mencapai enam kontainer per bulan (sekitar 1.500 unit per kontainer), produk kerajinan ramah lingkungan asal Bantul siap terus mendunia, membawa cerita tentang keberlanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa.
Baca Juga
-
Ketika Negara Lebih Sibuk Memberi Makan daripada Pastikan Anak Bisa Belajar
-
Marvel Umumkan Film Ghost Rider Terbaru, Ryan Gosling Jadi Bintang Utama
-
"Offline Is the New Luxury": Ketika Tidak Memegang Ponsel Adalah Kemewahan Baru
-
Prabowo Cap Wartawan Londo Ireng: Saat Kritik Dibalas Stigma, Demokrasi Dikorbankan?
-
Privasi Jobseeker Dipertaruhkan: Apa Urgensi Perusahaan Minta Data Pribadi?
Artikel Terkait
-
Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Maut di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Update Terbaru: Ini Daftar Rumah Sakit yang Menampung 40 Korban Luka Akibat Gempa Pacitan di DIY
-
Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri
-
Sesar Opak Picu Gempa M 4,5 di Bantul, BMKG Catat Puluhan Gempa Susulan
News
-
90 Mahasiswa Indonesia Lanjut S2 Lewat Erasmus Mundus, Uni Eropa Perkuat Investasi pada Talenta Muda
-
Pilihan yang Berawal dari Jarak: Menemukan Sisi Lain Jakarta Lewat Transportasi Umum
-
Kisah Ibu Hamil Naik KRL Jam Sibuk: Antara "Misuh-misuh" dan Keajaiban Pin Prioritas
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook
Terkini
-
Ketika Negara Lebih Sibuk Memberi Makan daripada Pastikan Anak Bisa Belajar
-
Marvel Umumkan Film Ghost Rider Terbaru, Ryan Gosling Jadi Bintang Utama
-
"Offline Is the New Luxury": Ketika Tidak Memegang Ponsel Adalah Kemewahan Baru
-
Prabowo Cap Wartawan Londo Ireng: Saat Kritik Dibalas Stigma, Demokrasi Dikorbankan?
-
Privasi Jobseeker Dipertaruhkan: Apa Urgensi Perusahaan Minta Data Pribadi?