Penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Indonesia masih menunggu hasil sidang iisbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama pada Kamis (19/3/2026). Sidang ini menjadi momen penting yang dinantikan umat Islam, karena akan menentukan kapan tepatnya 1 Syawal 1447 H dirayakan secara resmi oleh pemerintah.
Melansir dari laman resmi Kementerian Agama yang dipublikasikan pada Sabtu (14/3/2026), sidang isbat dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta. Proses ini merupakan mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, termasuk awal Syawal yang menandai Hari Raya Idulfitri.
Dalam keterangannya, Arsad Hidayat menjelaskan bahwa sidang isbat bukan sekadar formalitas, melainkan forum musyawarah yang mempertemukan berbagai pihak. Mulai dari unsur pemerintah, ulama, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam turut dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
“Sidang isbat merupakan ruang musyawarah yang mempertemukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap keputusan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bersama bagi masyarakat,” ujar Arsad dalam lansiran tersebut pada Sabtu (14/3/2026).
Penetapan Hari Raya Idulfitri sendiri dilakukan dengan mempertimbangkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pemantauan hilal). Data hisab memberikan gambaran posisi bulan secara ilmiah, sementara rukyat menjadi verifikasi langsung di lapangan melalui pengamatan di ratusan titik di seluruh Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan lansiran dari akun Instagram resmi Bimas Islam yang dipublikasikan pada Selasa (17/3/2026), sidang isbat akan melalui beberapa tahapan. Kegiatan dimulai pada pukul 16.30 WIB dengan seminar posisi hilal yang bersifat terbuka untuk umum. Dalam sesi ini, para ahli akan memaparkan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis.
Selanjutnya, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Maghrib, tepatnya sekitar pukul 18.45 WIB. Dalam sesi ini, para peserta akan membahas hasil pemantauan hilal dari berbagai daerah di Indonesia dan mencocokkannya dengan data hisab yang telah dihitung sebelumnya.
Hasil akhir dari sidang ini dijadwalkan akan diumumkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia pada pukul 19.25 WIB. Pengumuman tersebut akan menjadi acuan resmi bagi masyarakat dalam merayakan Idulfitri tahun ini.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesnya, sidang isbat juga dapat disaksikan secara langsung melalui siaran live streaming di kanal Bimas Islam TV serta media sosial resmi Kementerian Agama, termasuk TikTok dan Instagram Bimas Islam.
Di sisi lain, terdapat perbedaan penetapan dari organisasi Islam Muhammadiyah. Melansir dari laman resmi Suara Muhammadiyah yang dipublikasikan pada Rabu (18/3/2026), Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat (20/3/2026).
Penetapan tersebut didasarkan pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang merupakan hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada tahun 2024. Metode ini mengandalkan perhitungan astronomi secara global tanpa menunggu hasil rukyatul hilal secara lokal.
Perbedaan metode antara pemerintah dan Muhammadiyah bukanlah hal baru di Indonesia. Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap saling menghormati perbedaan yang ada serta menjaga suasana kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dengan demikian, kepastian resmi Hari Raya Idulfitri 2026 versi pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan malam ini. Sementara itu, sebagian umat Islam yang mengikuti Muhammadiyah telah memiliki kepastian lebih awal.
Apa pun hasilnya nanti, Idulfitri tetap menjadi momen kemenangan yang penuh makna, sekaligus ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah perbedaan.
Tag
Baca Juga
-
Film Yohanna Siap Tayang di Indonesia, Angkat Kisah yang Menyentuh Hati
-
6 Film Berlatar Mars yang Wajib Kamu Tonton, Terbaru Ada Pelangi di Mars!
-
Anti-Bokek! Ini 5 Ide Bisnis Menjanjikan Pasca-Lebaran yang Wajib Dicoba
-
5 Rekomendasi Smartwatch Tahan Air Terbaik, Teman Setia Aktivitas Air
-
THR-ku Sayang, Tabungan-ku Layu: 5 Strategi Jitu Amankan Kondisi Dompet Pasca Lebaran
Artikel Terkait
News
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Rekor Baru! Sabastian Sawe Jadi Manusia Pertama Lari 42 Km di Bawah 2 Jam
-
Kurangi Ketergantungan Diesel, IESR Desak Prioritaskan PLTS di Daerah Terpencil
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
5 Moisturizer Paling Sering Direkomendasikan Dermatolog, Andalan untuk Skin Barrier Sehat
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan