Sekar Anindyah Lamase | Ayu Rahmawati
Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi (Dok. screenshot @desakemiren_official)
Ayu Rahmawati

Di tengah geliat pariwisata Banyuwangi, Desa Kemiren tetap berdiri dengan identitasnya sebagai rumah bagi masyarakat Osing yang menjaga tradisi dan kearifan lokal.

Bagi Muhammad Edi Saputro alias Kang Edai, kemajuan desa tidak cukup hanya dengan menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata. Sebagai putra asli Kemiren sekaligus salah satu penggerak Desa Wisata Kemiren, Ia ingin perkembangan desa juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya kualitas kehidupan warga. Semangat tersebut semakin mendapat ruang sejak Desa Kemiren tergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada 2024 lalu.

Keterlibatan Kemiren dalam Desa Sejahtera Astra bermula ketika desa tersebut terdata dalam kegiatan kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, pada 2024.

Sejak bergabung di Desa Sejahtera Astra, pengembangan Desa Kemiren kemudian diarahkan melalui empat bidang, yaitu kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, dengan masing-masing bidang memiliki penggerak yang bertanggung jawab mengembangkan programnya.

Edai menjadi salah satu sosok yang turut menggerakkan dan menyinergikan berbagai potensi tersebut agar program yang dijalankan tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Baginya, pengembangan desa harus berjalan bersama dengan kekuatan budaya yang selama ini menjadi identitas Kemiren.

Dari empat bidang yang dijalankan, kesehatan menjadi salah satu sektor yang ingin lebih dahulu diperkuat oleh Edai. Bersama penanggungjawab bidang, pengembangan kesehatan dilakukan dengan memperkuat peran kader posyandu agar cakupannya tidak hanya berfokus pada balita, tetapi juga remaja hingga lansia.

Data masyarakat juga mulai diintegrasikan untuk mendukung kebutuhan program kesehatan, termasuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan volunteer. Langkah tersebut menjadi upaya untuk membangun sistem kesehatan yang lebih terarah sekaligus memastikan warga Kemiren mendapatkan perhatian sesuai kebutuhannya.

Komitmen tersebut turut membuahkan prestasi ketika Desa Kemiren berhasil meraih Juara 1 Posyandu Kreatif tingkat provinsi.

Bagi Edai, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian, tetapi menjadi bukti bahwa masyarakat desa mampu mengembangkan program kesehatan ketika diberikan ruang dan dukungan untuk bergerak. Ia bahkan menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama dalam pengembangan empat bidang Desa Sejahtera Astra.

Jika ditanya bidang mana dulu yang ingin dikembangkan, harapan saya yaitu bidang kesehatan karena jika orangnya sehat bidang lainnya juga bisa dikembangkan oleh SDM-nya,” ungkap Edai.

Di sisi lain, persoalan lingkungan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Kemiren. Bersama penanggungjawab bidang lingkungan diarahkan dengan membentuk wadah yang mendorong masyarakat mengelola sampah agar memiliki nilai guna, salah satunya melalui pembuatan pupuk atau kompos organik.

Pengembangan fasilitas biogas juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan sumber daya yang tersedia sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan lingkungan.

Tantangan muncul karena Kemiren memiliki keterbatasan lahan, sehingga setiap program harus dirancang agar tetap dapat berjalan dan memberikan dampak meski ruang yang tersedia tidak besar.

Edai mengakui bahwa mengembangkan desa melalui empat bidang tersebut bukan pekerjaan yang sederhana. Para penggerak perlu menyesuaikan program yang telah berjalan di Kemiren dengan konsep Desa Sejahtera Astra, sekaligus mencari cara agar bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan kewirausahaan dapat saling mendukung.

Kehadiran Astra menjadi salah satu dukungan penting dalam proses tersebut, terutama melalui pendanaan, sumber daya manusia, dan prasarana.

Dengan tergabungnya Desa Kemiren di Desa Sejahtera Astra ini sangat membantu terkait pendanaan, sumber daya manusia, dan prasarana,” ucap Edai.

Bagi Edai, pembangunan Kemiren pada akhirnya bukan sekadar tentang membuat desa semakin dikenal sebagai destinasi wisata. Ia ingin budaya tetap hidup melalui rumah adat, edukasi pembuatan makanan tradisional, serta berbagai tradisi masyarakat Osing yang diwariskan kepada generasi berikutnya, sembari memastikan kehidupan warga ikut berkembang.

Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Ia berharap masyarakat Kemiren dapat hidup lebih baik melalui empat bidang yang dikembangkan secara berkelanjutan.

Sebab bagi seorang putra daerah seperti Edai, menjaga Kemiren berarti bukan hanya mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakatnya.