Yoursay berkolaborasi dengan komunitas Lokabestari sukses menyelenggarakan Family Treasure Hunt 2026 pada Sabtu, 18 Juli 2026. Bertempat di Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman, Museum Biologi UGM, dan Jamu Ginggang, kegiatan ini menjadi ruang temu komunitas sekaligus sarana literasi media dan penguatan jejaring melalui pengalaman belajar yang menyenangkan bagi orang tua dan anak.
Menggandeng komunitas Main Yuk dan Bentang Kids sebagai komunitas Mom & Kids, kegiatan ini diikuti oleh tujuh anak beserta orang tua yang berpartisipasi dalam konsep family walking experience. Melalui kegiatan ini, peserta diajak menjelajahi berbagai destinasi edukatif di Kota Yogyakarta dengan cara yang interaktif, menyenangkan, sekaligus penuh tantangan.
Family Treasure Hunt mengusung konsep berburu harta karun yang memadukan storytelling, mini games, eksplorasi museum, dan family bonding. Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan di Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman, kemudian peserta diajak berkeliling museum untuk mengenal sejarah perjuangan Jenderal Sudirman melalui koleksi yang dipamerkan. Setelah sesi eksplorasi, setiap keluarga menerima game kit yang berisi petunjuk dan tantangan yang harus diselesaikan selama perjalanan.
Petualangan kemudian berlanjut menuju Museum Biologi UGM. Di lokasi ini, peserta mengeksplorasi koleksi flora dan fauna sambil memecahkan tantangan yang tersedia dalam game kit. Perjalanan dilanjutkan ke Jamu Ginggang untuk mengenal budaya dan manfaat jamu tradisional, mencicipi jamu, serta menyelesaikan tantangan berikutnya. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan kembali ke Museum Sasmitaloka Jenderal Sudirman sebagai titik akhir untuk mengumpulkan hasil tantangan dan mengikuti penutupan acara.
Salah satu orang tua peserta, Putri, menilai kegiatan seperti ini menjadi cara yang efektif untuk mengenalkan sejarah kepada anak sejak usia dini. "Dengan adanya event ini agar tidak melupakan sejarah, dan ada baiknya kegiatan seperti ini selalu diadakan ke depannya untuk anak-anak generasi muda atau bahkan yang masih dini," ungkap Putri (18/7/2026).
Sepanjang perjalanan, peserta tidak hanya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi juga diajak mengamati, berpikir kritis, bekerja sama, dan memecahkan berbagai petunjuk yang saling berkaitan. Konsep ini dirancang agar orang tua dan anak dapat belajar sambil bermain serta membangun komunikasi dan kerja sama dalam menyelesaikan setiap misi. Seluruh keluarga diwajibkan menyelesaikan setiap challenge dalam game kit agar dapat mengikuti sesi penutupan sekaligus berkesempatan memperoleh doorprize.
Vica, salah satu pendamping peserta. Ia mengaku mengikuti Family Treasure Hunt karena ingin mengenalkan sejarah kepada anaknya melalui pengalaman yang lebih menyenangkan. "Karena saya suka dengan museum dan ingin memperkenalkan sejarah museum kepada anak saya, supaya anak saya lebih interaktif sekaligus bisa mendapatkan teman baru," ujar Vica (18/7/2026).
Menurut Vica, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena anak tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah, tetapi juga belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan peserta lain. Ia berharap Family Treasure Hunt dapat terus diselenggarakan dengan konsep yang semakin menarik sehingga semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya.
Melalui kegiatan Family Treasure Hunt 2026, Yoursay dan Lokabestari berhasil menghadirkan sebuah kegiatan yang memadukan edukasi, rekreasi, dan kebersamaan keluarga dalam satu pengalaman. Perpaduan sejarah, sains, budaya, permainan interaktif, dan eksplorasi Kota Yogyakarta menjadikan setiap langkah perjalanan sebagai pengalaman belajar yang bermakna. Kegiatan ini membuktikan bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat diwujudkan melalui petualangan yang menyenangkan dan menciptakan momen berharga bagi setiap keluarga.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Kisah Nyi Rasmiwaditro: Musisi Gen Z yang Memilih Jalan Abdi Dalem Keraton Yogyakarta
-
Sukacita Gamelan: Yogyakarta Gamelan Festival ke-31 Merayakan Spirit Kebersamaan
-
Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia
-
Kolaborasi Unik Meriahkan Saemen Fest 2026, "Sapu Jagat" dan "Sujud" Bergema Beruntun
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
News
-
Di Balik Jendela KRL: Pelajaran yang Tak Pernah Diajarkan Dosenku di Dalam Kelas
-
Menemukan 'Healing' Tipis-Tipis di Balik Jendela MRT dan LRT
-
Menemukan Makna di Balik Jendela Kereta: Mengapa Aku Jatuh Cinta pada Transportasi Umum
-
Lawan Perubahan Iklim: 87 Persen Emisi dari Transportasi Darat dan Urgensi Angkutan Massal
-
Konsep TOD: Rahasia di Balik Stasiun yang Penuh Sesak tapi Tetap Manusiawi
Terkini
-
Review Evil Dead Burn: Teror Iblis Necronomicon di Rumah Danau Berdarah!
-
6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai
-
Sistem Walk-in Interview: Memudahkan Recruiter atau Membebani Jobseeker?