M. Reza Sulaiman | Asteria Ara
Tampak Udara Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, Malaysia (Sumber Foto: Website Resmi Formula 1)
Asteria Ara

Setelah menggelar balapan terakhir sebagai tuan rumah Formula 1 bertajuk "Finale Malaysia" pada tahun 2017, kini Formula 1 kembali ke Malaysia hari Jumat (2/10/2026) sampai dengan Minggu (4/10/2026). Informasi mengenai perubahan lokasi balapan F1 Grand Prix In Bahrain 2026 disampaikan oleh Formula 1 dan FIA (Fédération Internationale de l'Automobile) melalui berbagai kanal media sosial dan website resmi F1 pada tanggal 26 Juli 2026.

Kesepakatan itu terjadi setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi dari eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Uniknya, balapan yang sudah sembilan tahun absen dari Sepang ini merupakan kolaborasi antara Formula 1, FIA, Pemerintah Bahrain, dan Pemerintah Malaysia.

Absen Selama 9 Tahun dari Formula 1

Poster Balapan Thank You Malaysia Tahun 2017 (Sepang Circuit)

Cerita comeback salah satu sirkuit paling bersejarah pada kalender Formula 1 2026 ini cukup menarik, pasalnya pada Tahun 2017 Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan Malaysia telah memastikan tidak akan melanjutkan kontrak dengan Formula 1. Keputusan berat itu diambil karena perhelatan balapan itu menyedot biaya penyelenggaraan (hosting fee) yang ditaksir sebesar 300 Juta Ringgit per Tahun, sedangkan keuntungan yang didapatkan tidak sebanding. Bergabung pertama kali sebagai Tuan Rumah Formula 1 pada Tahun 1999, Sirkuit Sepang memiliki kapasitas untuk menampung 120 Ribu Penonton.

Kala itu tiket yang terjual hanya 45 Ribu, jauh dari ekspektasi penyelenggara. Salah satu penyebabnya adalah pengunjung asing yang lebih memilih untuk menonton di Singapura, China, dan Timur Tengah mengingat jumlah tuan rumah dari ajang balapan paling bergengsi didunia itu mencapai 21 Negara. Bukan hanya jumlah penjualan tiket yang menurun, minat penonton dari layar kaca pun juga menurun. Serentetan hal tersebut akhirnya membawa Pemerintah Malaysia pada keputusan untuk tidak memperpanjang kontrak dengan Formula 1 pada Tahun 2018.

Serbuan Kabut Asap dan Berbagai Tantangan

Highlight Free Practice 1: Red Bull di Bahrain GP in Malaysia (Formula 1)

Kembalinya sirkuit rancangan dari arsitek ternama Hermann Tilke, tentu bukan tanpa tantangan. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama beberapa waktu terakhir di Indonesia menyebabkan kabut asap masih menyelimuti Singapura dan Malaysia. Melansir dari Data IQAir, Air Quality Index (AQI) pada Sepang sempat mencapai 186 AQI pada Selasa (29/09/2026) dan masuk dalam kategori Tidak Sehat. 

Situasi tersebut juga menjadi perhatian bagi pihak penyelenggaran balapan Formula 1 di Singapura, pasalnya gelaran Formula 1 Grand Prix In Singapore sendiri dijadwalkan pada Jumat (9/10/2026) sampai dengan Minggu (11/10/2026). Tercatat sampai dengan hari Jumat (02/10/2026) Air Quality Index (AQI) di Singapura mencapai 143 AQI. Hal tersebut tentu bukan berita yang baik bagi penyelenggara, mengingat kabut asap dapat meningkatkan gangguan resiko kesehatan dan pengurangan jarak pandang bagi pembalap, kru, serta penonton. 

Tak hanya kabut asap, tantangan lain yang harus dihadapi oleh pembalap Formula 1 menjelang pekan balapan di Sirkuit Sepang kali ini adalah cuaca. Menurut prakiraan cuaca, hujan memiliki peluang besar untuk terjadi pada pekan balap pada akhir pekan. Meskipun pada saat Sesi Latihan (Free Practice 3/ FP3) suhu trek bisa mencapai 53,32 derajat Celcius dengan suhu udara berada pada rentang 24 - 32 derajat Celcius. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan karena peluang hujan masih cukup tinggi, yakni 40 persen. Ini membuka kemungkinan hujan akan mengguyur pada pekan balapan pada comeback perdana Sepang pada perhelatan Formula 1. 

Mengenal Sejarah Sirkuit Sepang

Trek Sirkuit Internasional Sepang, Selangor, Malaysia (Sepang Circuit)

Terletak di Selangor, Malaysia dan berada 45 Kilometer Selatan dari Kuala Lumpur, sirkuit ini bisa dikatakan memiliki jarak yang relatif dekat dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Sirkuit ini pertama kali menyelenggarakan balapan Formula 1 pada Tahun 1999 dan berlangsung sampai dengan 19 Musim hingga Tahun 2017. Sirkuit yang diprakarsai oleh Perdana Menteri Dr. Mahathir Mohamad itu dibangun pada puncak ekspansi infrastruktur di Malaysia pada Tahun 1990-an. 

Arsitek kenamaan Hermann Tilke, berhasil menciptakan sirkuit yang cepat dan mengalir dengan dua lintasan lurus panjang dengan sebuah tribun yang terinspirasi perkebunan kelapa sawit. Sirkut ini merupakan salah satu diantara sirkuit Grand Prix modern Formula 1 yang menjadi acuan dari banyak sirkuit lain. Kombinasi lintasan lurus panjang dan 15 tikungan dengan kecepatan rendah, menengah, dan tinggi yang bervariasi mengharuskan tim untuk mencapai kompromi antara downforce tinggi untuk performa menikung dan drag rendah untuk kecepatan di lintasan lurus, serta memberikan kesempatan bagi pembalap untuk menyalip. 

Sirkuit Sepang juga terkenal akan cuacanya. Kondisi tropis pada sirkuit terkenal tidak dapat diprediksi. Mulai dari panas terik khas Asia Tenggara sampai dengan hujan badai tiba-tiba yang datang tanpa peringatan. Kondisi itu sempat memengaruhi beberapa balapan balapan dan sesi kualifikasi, terutama pada Tahun 2009 ketika balapan terpaksa dibatalkan dan poin setengah diberikan akibat hujan deras. 

Jangan lewatkan keseruan dari Grand Prix Bahrain In Malaysia kali ini, simak baik-baik jadwal lengkapnya berikut ini:

Jumat, 2 Oktober 2026

11.30 WIB: Free Practice 1 (FP1)
15.00 WIB: Free Practice 2 (FP2)

Sabtu, 3 Oktober 2026

11.30 WIB: Free Practice 3 (FP3)
15.00 WIB: Kualifikasi

Minggu, 4 Oktober 2026

14.00 WIB: Race Day