Memasuki bulan Muharram, atmosfer positif kian terasa. Selain disunnahkan untuk berpuasa di hari Tasu'a dan Asyura, umat Islam juga sebaiknya terdorong untuk terus melakukan amal baik lainnya.
Untuk mengisi bulan Muharram, Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, Blimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur, kembali melaksanakan kegiatan tahunan yakni pemberian santunan Muharram 1443 H. Kegiatan tahun ini terbilang istimewa karena digelar bertepatan dengan HUT ke-76 RI.
Pada tahun ini, pesantren yang dipimpin Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi ini menyantuni 200 anak yatim dan duafa. Kegiatan rutin yang digelar setiap tahun ini dilaksanakan pada Selasa (17/8/2021), di halaman pesantren.
Kegiatan dilangsungkan bersamaan dengan rangkaian peringatan HUT RI Ke 76. Meski diadakan secara daring, tetapi acara dilangsungkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dalam sambutannya, Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi, pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani menyampaikan maksud dan tujuan digelarnya acara tersebut.
Acara dilakukan untuk mengambil kebaikan bulan Muharram dan mensyukuri kemerdekaan Indonesia yang didapatkan dari perjuangan para pahlawan.
“Kami sengaja melaksanakan acara santunan pada hari ini dikarenakan dua hal. Pertama mengambil keberkahan bulan Muharram dengan menyantuni anak - anak yatim dan duafa. Kedua adalah dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76,” katanya.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Indra Kurniawan S.Pd, selaku Ketua YPPP Syekh Abdul Qodir Jailani, dan dihadiri oleh segenap jajaran pengurus pesantren.
Acara berlangsung dengan sederhana, tertib, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Setiap anak yatim dan duafa masing-masing mendapatkan bingkisan paket sembako dan uang saku.
Dalam kesempatan yang sama, pengasuh memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia pelaksana karena sudah bekerja dengan penuh tanggung jawab.
Tanpa sinergisitas dan solidaritas dari seluruh jajaran panitia, kegiatan berbagi untuk anak yatim dan duafa tersebut tidak bisa berjalan lancar.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren. Tidak lupa beliau meminta kepada yang hadir, khususnya anak-anak yatim dan duafa, untuk mendoakan para para donatur pesantren.
Selain itu, dimohon pula berdoa kepada Allah agar bangsa Indonesia senantiasa diselamatkan dari segala musibah dan penyakit, khususnya pandemi Covid-19, agar segera diangkat dari negeri tercinta.
Tag
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Setiap Anak Rp500 Ribu, Gibran Ajak Puluhan Anak Yatim Piatu Belanja Baju Lebaran: Biar Senang
-
Dukungan Rehabilitasi Wanita Hingga Bantuan Anak Yatim Semakin Penting Selepas Ramadan
-
Deretan 10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Termasuk Indonesia?
-
Pertamina Santuni Lebih Dari 32 Ribu Penerima Manfaat, Wujud Momen Ramadan
-
Ayat Suci Dilantunkan dalam Glorious Blessed Ramadan, Sultan Hotel Jakarta Santuni 150 Anak Yatim
Release
-
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Ikut Serta dalam Kegiatan Posyandu
-
Bantu Program Sekolah Kampung, KKN UIN Walisongo Gagas Model Pembelajaran Baru
-
Gowes dan Tanam: Aksi Nyata Menjaga Bumi ala Pencinta Alam UIN Jakarta
-
Ekspor Indonesia Alami Penurunan, Akibat Pandemi Covid-19?
-
Komunikasi Publik dalam Pemilu Lahirkan Pemilih Cerdas dan Berdaulat
Terkini
-
4 Drama Korea Terbaru di Netflix April 2025, Dari Thriller hingga Romansa!
-
AI Ghibli: Inovasi atau Ancaman Para Animator?
-
First Impression Series 'Leap Day': Saat Ulang Tahun Jadi Kutukan Mematikan
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak