Jaranan atau yang lebih dikenal kuda lumping adalah sebuah tari yang biasa dimainkan 4 atau 6 orang. Jaranan menjadi salah satu kesenian yang digemari banyak orang, mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa. Menjadi salah satu budaya yang harus dilestarikan, banyak orang yang mulai belajar kesenian jaranan.
Setelah pandemi ini, kesenian jaranan kembali menjadi hiburan yang sering dijumpai. Kesenian jaranan banyak berkembang di pulau Jawa, khususnya di Jawa Timur. Di Jawa Timur sendiri kesenian jaranan mengalami banyak perkembangan.
Bagi pembaca yang masih asing dengan kesenian ini, simak penjelasannya pada artikel kali ini.
Tampilan Jaranan
Kesenian jaranan yang biasanya dipentaskan dengan tarian kuda lumping, celengan dan barongan, kini mengalami banyak perkembangan.
BACA JUGA: Mengenal Bian Lian: Pertunjukan Seni Tari Topeng dan Sulap dari Tiongkok
Kamu bisa menyaksikan tarian bantengan juga dalam kesenian jaranan. Bantengan yang ada di jaranan juga beragam, salah satu yang kini menarik perhatian adalah bantengan suro.
Bantengan suro adalah salah satu bagian dalam pertunjukan jaranan, menampilkan beberapa kewan alas sebelum keluarnya banteng suro.
Kesenian jaranan juga mempunyai variasi musik yang sering disebut jandut( Jaranan Dangdut) dengan gabungan antara Koplo dan kesenian jaranan. Namun, pada saat bantengan suro ini beberapa kali juga diisi dengan remix DJ yang membuat penonton semakin bersemangat.
Hiburan yang Merakyat
Jaranan sering kali ditampilkan dalam setiap acara masyarakat, seperti pernikahan, sunatan, syukuran, sampai dengan bersih desa. Tidak jarang juga beberapa kota di Jawa Timur mengadakan festival jaranan, dengan menggabungkan beberapa sanggar kesenian jaranan.
BACA JUGA: Tari Topeng Endel: Seni Tari Tradisional Khas Tegal yang Kurang Mendapat Perhatian
Salah satu alasan lain jaranan menjadi kesenian yang merakyat adalah tiket masuk untuk menonton sangat terjangkau atau bahkan beberapa pertunjukan tidak menggunakan tiket masuk.
Kamu bisa menyaksikan tarian yang diiringi gamelan ini dengan tenang. Beberapa atraksi kesurupan juga bisa menghibur kamu. Selain itu kamu juga bisa menemukan banyak jajanan di sekitar tontonan jaranan ini.
Saat menonton acara jaranan, tidak jarang banyak penjual makanan yang kamu jumpai. Jalanan akan lebih macet dan beberapa street food dengan harga yang terjangkau bisa kamu nikmati. Tidak hanya itu, juga terdapat beberapa permainan untuk anak-anak yang bisa dicoba.
Nah, itulah penjelasan tentang seni tari jaranan. Kamu perlu mencoba sesekali untuk melihat kesenian ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mengubah Kebiasaan dengan Metode Smart dalam Buku Naik-Naik ke Puncak Karier
-
4 Rekomendasi Facial Wash Wardah, Ada Tasya Farasya Best Product
-
Malam Lailatul Qadar, Ini 2 Bukti Kedahsyatannya Kata Ustadz Adi Hidayat
-
Lautnya Jernih, Ini 7 Destinasi Pantai di Blitar yang Cocok untuk Liburan
-
Berbahan Dasar Jahe, 5 Minuman Ini Menghangatkan Tubuh dan Menguatkan Imun!
Artikel Terkait
-
4 Wisata Pantai Instagramable di Pacitan
-
Tiko dan Ibu Eny Akan Bersambang ke Kota Madiun, Buat Apa?
-
Guru Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Muridnya di Sampang Dijebloskan Penjara
-
Lagi-lagi Kasus KDRT, Suami di Gresik Membabibuta Pukuli Istrinya
-
Warga Pakel Aksi Mogok Makan di Kementerian ATR/BPN, Buntut Konflik Lahan Tak Kunjung Tuntas
Rona
-
Menikmati Strike Tak Terduga di Sagara Makmur
-
Ingin Coba Mendaki? Inilah Daftar 10 Gunung di Indonesia Paling Ramah Pemula
-
Dari Sampah hingga AI, Sahya Vidya Nusantara Jadi Ruang Belajar Alternatif di LPB Nasional 2025
-
Menyambut Natal Lebih Bijak, Ini Cara Merayakan secara Ramah Lingkungan
-
Bukan Tren Sesaat, Industri Hijau Kini Jadi Keharusan
Terkini
-
AI sebagai Rekan atau Ancaman? Adaptasi Skill Anak Muda di Era Otomatisasi
-
Nasib Nahas PSIR Rembang dan Wajah Sejati dari Persepakbolaan Dalam Negeri
-
Romansa Enemies to Lovers di Novel Act of Money Karya Dinda Delvira
-
Olahraga sebagai Status Sosial: Lari, Padel, dan Komunitas Urban 2026
-
Takdir dalam Seragam Putih