Menjadi daerah yang sering dikunjungi, Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah seolah tak memberikan efek bosan pada tiap pengunjungnya. Terlalu banyak wisata yang ada disini, mungkin dulu Tuhan senagaja menciptakan Wonosobo saat sedang bahagia, tempat wisata yang ada disini begitu istimewa dikarenakan lokasinya yang berada di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing juga sensasi dingin khas dataran tinggi yang menjadi daya tarik wisatawan.
Masyarakat indonesia begitu gemar mengunjungi wilayah yang memiliki semboyan “ Wonosobo Asri “ ini, terutama di kawasan Dieng, Dieng begitu populer di Indonesia, wisata disini saking banyaknya tidak bisa dicoba semua hanya dengan satu hari, butuh berhari–hari agar puas menikmati wisata Dieng ini.
Tampungan Hujan Yang Menjadi Wisata
Wisata–wisata yang ada di dalamnya bermacam–macam, seperti telaga, pegunungan, situs bersejarah dan banyak wisata lainnya yang perlu Kamu coba. Salah satu keindahan yang tersimpan dalam tubuh wisata Dieng adalah Telaga Merdada, Telaga Merdada yang diambil dari kata dada ini berarti luas atau lapang, hal ini menujuk ke kriteria telaga ini yang sangat luas dan menjadi telaga terluas di Dieng.
Uniknya, telaga ini tidak memiliki sumber mata air, semua air yang ada di Telaga Merdada murni tampungan dari air hujan, makanya pada waktu kemarau datang, Telaga Merdada juga akan surut volume airnya, meski begitu pada waktu air surut tetap dilarang jalan melewati sekitaran telaga sebab Telaga Merdada ini memiliki lumpur yang sangat dalam sehingga berbahaya jika dilewati.
Dulunya kawasan ini digunakan PT Dieng Jaya untuk pembibitan jamur pada tahun 1950 hingga 1998, kemudian saat terjadi krisis moneter, pembibitan ini ditutup hingga sekarang.
Masih ada bekas bangunan pembibitan yang berdiri di Telaga Merdada ini, sekarang Telaga Merdada dimanfaatkan petani untuk mengaliri lahan kentang yang ada di sekitar telaga, para petani sangat bergantung dengan air di Telaga Merdada ini.
Awal mula bisa terjadi telaga adalah letusan dari gunung Dieng pada ribuan tahun silam, efek dari letusan tersebut menimbulkan cerukan yang sangat besar dan saat terjadi hujan digenangi air yang memenuhi cerukan tersebut.
Areanya yang luas membuat pengunjung puas dan leluasa menikmati hisapan nafas terbaik dari suasana Telaga Merdada ini, dikelilingi perbukitan hijau yaitu Bukit Semurup dan Bukit Pangonan serta lahan kentang semakin membuat Telaga Merdada ini diminati banyak orang, Kamu juga bisa melihat aktivitas para petani kentang yang ada disini.
Ciri khas dari Telaga Merdada ini bentuknya seperti mangkuk besar yang dipenuhi air jernih, menghasilkan pola keindahan telaga yang luar biasa. Seperti Wonosobo yang menciptkan dingin untuk bersenandung merdu, Telaga Merdada adalah iringan musiknya.
Kamu juga bisa membangun tenda disini untuk bercamping, menikmati sajian matahari darisini baik terbit maupun tenggelam. Fasilitas lain yang ada di telaga yang memiliki luas 25 hektar ini adalah area parkir, musala, wc, warung, tempat istirahat dan sebagainya, juga disediakannya perahu karet yang bisa disewa untuk mengelilingi Telaga Merdada ini. Harga tiket masuk ke Telaga Merdada adalah Rp.5.000 orangnya, Kamu sudah bisa menikmati keindahannya yang luas dan tidak kalah dengan telaga yang ada di kota lain.
Rute menuju ke lokasi
Lokasi dari Telaga Merdada ini adalah Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Akan tetapi banyak yang beranggapan bawah telaga ini tepatnya di Kabupaten Wonosobo, sebab lokasinya tepat sekali di perbatasan. Untuk menuju ke lokasi jika Kamu berada dari pusat kota, pergi ke sisi barat hingga jalan terus menuju Kecamatan Batur, setelah sampai di Kecamatan Batur lanjut perjalanan ke Desa Karang Tengah dan disinilah Telaga Merdada bersemayam.
Penginapan terdekat
Penginapan terdekat dari lokasi adalah Reddorz @Gebang Dieng Plateau Area, berlokasi di Parikesit, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah 56354, harga mulai dari 150anrb / malamnya. Untuk reservasi bisa hubungi no. (021) 80629666.
Kuliner terdekat
Kuliner terdekat dari lokasi ada adalah Rumah Makan Boemi Dieng yang menjajakan makanan lezat khas Wonosobo, salah satunya mie ongklok. Harga bervariatif dan cukup murah untuk mencoba salah satu kelezatan kota ini.
Baca Juga
Artikel Terkait
Ulasan
-
Lagu "Tenang Saja (Ini Hanya Fase)" Idgitaf: Obat untuk Kamu yang Sering Kecewa dengan Ekspektasi
-
Perempuan Pembawa Sial: Sajian Teror Psikologis Tanpa Jumpscare Berlebih
-
Humor Satir Lintas Generasi di Buku Menertawakan Akal Menghitung Bintang
-
Bia dan Kapak Batu: Potret Gagap Modernitas di Balik Adat Pedalaman Papua
-
Review Afire: Masterpiece Christian Petzold yang Penuh Subteks dan Emosi
Terkini
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Tas Ajaib Ema
-
Generasi Tanpa Ruang Tumbuh: Tekanan Sistem yang Memaksa Anak Muda Berlari
-
Tren No Buy Challenge: Mampukah Gen Z Cegah Keinginan Belanja Impulsif?
-
Sinopsis Blossoms of Power, Drama Terbaru Meng Zi Yi dan He Yu di WeTV