Bukan sembarang mafia, Lucky luciano dikenal sebagai sosok mafia paling berkuasa sepanjang massa hingga akhir hayatnya. Luciano juga dianggap sebagai bapak dari segala organisasi mafia modern dalam sejarah Amerika Serikat.
Di balik itu semua tersimpan 5 fakta menarik dari sosok Lucky luciano, mafia paling berkuasa sepanjang masa.
1. Sudah memiliki darah mafia sejak belia
Pria yang memiliki nama Lengkap Salvatore Lucania ini sudah memiliki bakat menjadi mafia sejak berumur 14 tahun. Kala itu Luciano sudah putus sekolah dan sudah bekerja sebagai pengantar topi dengan upah 7 dollar per minggu. Namun, setelah Luciano berhasil memenangi permainan judi dadu sebesar 244 dollar, ia pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mulai mencari uang di jalanan.
Padahal, pada saat itu orangtuanya sudah mendaftarkannya sekolah di Brooklyn Truant School, tetapi Luciano sudah memantapkan jalan hidupnya untuk menjadi seorang gangster. Luciano pun akhirnya bergabung dengan sebuah geng yang bernama Five Points Gang.
Five point Gang adalah sebuah geng legendaris di Five point, sebuah daerah kumuh di Manhattan yang didirikan oleh Paul Kelli, seorang mantan petinju yang kemudian menjadi gengster.
2. Membantu pemerintah Amerika dalam Perang Dunia II
Walaupun Lucky Luciano dikenal sebagai The Godfather of Mafia, tetapi dia memiliki peran penting membantu Pemerintah Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Selama Perang Dunia II, pemerintah AS dilaporkan membuat kesepakatan rahasia dengan Luciano yang dipenjara.
Luciano membantu memberikan bantuan mafia untuk melawan serangan penyaringan, untuk mempengaruhi kelompok perlawanan internasional dan berpartisipasi dalam pembebasan Sisilia, di antara kegiatan lainnya. Sebagai imbalan atas partisipasinya, Luciano diizinkan untuk terus memimpin keluarga mafianya dari penjara.
3. Pindah ke Havana
Luciano diam-diam pindah dari Sisilia ke Kuba, tempat dia bekerja untuk melanjutkan kendali atas operasi mafia Amerika. Luciano menghasilkan uang dalam perdagangan pariwisata dan perjudian. Mereka yang dekat dengannya bertanggung jawab untuk memastikan bahwa uang mafia diinvestasikan dengan baik dan uang itu dihasilkan.
Konferensi Havana adalah nama konferensi selama seminggu antara sesama mafia yang berlangsung di Havana. Salah satu anggota, Bugsy Siegel tidak berhasil menjalankan kasino Las Vegas-nya dan segera dibunuh.
4. Membunuh bos mafia
Di awal tahun 1931, Luciano bergabung dengan sindikat Maranzano, tapi untuk bergabung dengan sindikat Maranzano bukanlah hal yang mudah. Luciano diberikat syarat oleh Maranzano untuk menghabisi mantan bosnya yang notabene adalah bos sindikat Masseria. Luciano pun menyanggupi syarat tersebut.
Pada 15 april 1931, Luciano mengundang Masseria untuk makan siang di sebuah restoran yang ada di Pulau Coney. Setelah selesai makan siang, Luciano mengutus empat pria bersenjata untuk membunuh Masseria. Setelah berhasil menyelesaikan tugasnya, Luciano resmi bergabung dalam sindikat Maranzano.
Namun, pembunuhan yang dilakukan oleh Luciano tidak berhenti sampai di situ. Luciano juga membunuh bosnya sendiri, yaitu Maranzano. Kejadian ini bermula ketika Maranzano menyewa seorang gangster Irlandia untuk membunuh Luciano, tetapi upaya ini gagal karena Luciano sudah mengetahui rencana tersebut.
Di hari yang lain, Maranzano memerintahkan Luciano untuk datang menemuinya di kantornya. Namun, Luciano sudah mengetahui akan dihabisi oleh Maranzano. Alih-alih datang ke kantor Maranzano, Luciano mengirim empat gangster Yahudi untuk membunuh Maranzano. Dengan menyamar sebagai agen pemerintah, rencana itupun berhasil. Maranzano mati dengan ditembak berkali-kali oleh keempat gangster tersebut.
5. Pemakamannya dihadiri lebih dari 2000 orang
Pada tanggal 26 Januari 1952, Luciano meninggal di Bandara Internasional Naples akibat serangan jantung, ketika hendak pergi ke Amerika untuk bertemu Martin Gosch, seorang produser film yang berniat membuat film mengenai dirinya. Setelah Pemerintah AS memberikan izin, akhirnya jenazah Luciano dimakamkan di St. Jhon's Cemetery, Queens. Dikutip dari Buku Born Outlaw, upacara pemakaman Luciano tercatat dihadiri lebih dari 2000 orang.
Tag
Baca Juga
-
Tentukan Budget, Ini 6 Tips Membeli Rumah untuk Pasangan yang Baru Menikah
-
5 Fakta Leptospirosis, Penyakit yang Sudah Memakan Korban Jiwa di Indonesia
-
York adalah Pengkhianat, Ini 5 Fakta Manga One Piece Chapter 1078
-
Ada Mikasa Ackerman, Ini 5 Karakter Wanita Terbaik di Anime 'Attack on Titan'
-
Selamat Hari Perawat Nasional, Ini 5 Fakta Sejarah Perawat di Indonesia
Artikel Terkait
-
Gratis Tapi Mahal, Mengapa RI Nekat Terima Hibah Kapal Induk Tua Italia?
-
Singkirkan Belanda Tanpa Ampun, Italia Tantang Brasil di Semifinal VNL Putri 2026
-
FIGC Rela Jebol Rekening Demi Rekrut Pep Guardiola Latih Timnas Italia
-
Drama Straight to Hell, Ketika Rasa Takut Seseorang Dijadikan Bisinis Gelap
-
DPR Sudah Kasih Restu, Kapan Kapal Induk Italia Resmi Jadi Milik Indonesia?
Ulasan
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
-
Magic Cat Leave the Trees, Please: Puisi Indah untuk Menyelamatkan Bumi
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
Terkini
-
Cegah Kusam! Ini 5 Night Cream Vitamin C untuk Kulit Tampak Cerah Merata
-
Elegan! Ini 7 Rekomendasi Merk Handuk yang Cocok Jadi Souvenir dan Hampers
-
Gaji Manajer Kopdes Ditanggung APBN: Di Mana Letak Skala Prioritas Negara?
-
Puisi Pahlawan dan Tikus: Menyelami Kritik Sosial yang Sarat Spiritualitas
-
Review Agent Kim Reactivated: Aksi Brutal yang Dibalut Kisah Keluarga