Lintang Siltya Utami | Oktavia Ningrum
Saga dari Samudra (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Di antara banyaknya novel sejarah, Saga dari Samudra karya Ratih Kumala adalah novel yang berhasil memperkenalkan kembali sosok Sunan Giri kepada generasi modern melalui pendekatan yang hangat dan manusiawi.

Novel yang terbit pada Mei 2023 ini tidak hanya mengangkat kisah salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam Nusantara, yaitu Sunan Giri, tetapi juga merangkainya menjadi sebuah cerita yang kaya akan petualangan, spiritualitas, dan pencarian identitas diri.

Dengan ketebalan sekitar 202 halaman, novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini mengajak pembaca menyusuri tanah Jawa abad ke-15, masa ketika kerajaan-kerajaan pesisir berkembang dan penyebaran Islam mulai membentuk wajah baru masyarakat Nusantara.

Sinopsis Novel

Ratih Kumala, yang sebelumnya dikenal melalui novel fenomenal Gadis Kretek, sekali lagi menunjukkan kemampuannya meramu fakta sejarah dengan imajinasi sastra yang hidup.

Kisah dimulai dengan sebuah peristiwa yang menyentuh sekaligus misterius. Seorang bayi dilarungkan ke lautan oleh ibunya, Dewi Sekardadu, karena keadaan yang memaksanya mengambil keputusan tragis tersebut. Bayi itu kemudian ditemukan di dalam sebuah peti oleh awak kapal milik Nyai Ageng Pinatih, seorang syahbandar perempuan berpengaruh di Gresik. Bayi itu diberi nama Jaka Samudra.

Sejak awal, Ratih Kumala langsung menggugah pembaca melalui pertanyaan filosofis yang mengusik: benarkah durhaka hanya dilakukan oleh anak kepada orang tua? Ataukah seorang ibu yang membuang anaknya juga dapat disebut durhaka?

Pertanyaan ini menjadi pintu masuk menuju kisah yang sarat perenungan tentang keluarga, takdir, dan kemanusiaan.

Salah satu kekuatan utama novel ini terletak pada karakter Nyai Ageng Pinatih. Dalam sejarah, sosok ini memang dikenal sebagai saudagar dan syahbandar perempuan yang berpengaruh di Gresik. Dalam novel, ia digambarkan sebagai perempuan tangguh yang mampu memimpin perdagangan maritim sekaligus membesarkan anak angkatnya dengan penuh kasih sayang. Kehadirannya menjadi fondasi penting yang membentuk karakter Jaka Samudra sebelum kelak dikenal sebagai Sunan Giri.

Seiring bertambahnya usia, Jaka Samudra mulai mempertanyakan asal-usul dirinya. Sebuah ejekan tentang ketidakjelasan silsilah membuat kegelisahan tumbuh dalam hatinya. Pertanyaan yang selama ini tidak pernah muncul tiba-tiba menjadi obsesi yang sulit diabaikan. Pencarian identitas inilah yang kemudian menjadi jantung cerita.

Ratih Kumala mengemas perjalanan tersebut dengan cara yang menarik. Pembaca tidak hanya diajak mengikuti proses Jaka berguru kepada Sunan Ampel di Ampeldenta, tetapi juga menyaksikan berbagai pengalaman yang membentuk pandangannya tentang kehidupan. Dalam perjalanannya melaut bersama Nakhoda Sobir, Jaka bertemu banyak orang, menghadapi beragam konflik, serta memperoleh pelajaran yang perlahan membawanya menemukan tujuan hidup.

Kelebihan dan Kekurangan

Meski pada sampulnya novel ini dipromosikan sebagai sebuah saga atau cerita laga, unsur pertarungan dalam buku ini sebenarnya tidak terlalu dominan. Adegan perkelahian memang ada, namun lebih berfungsi sebagai pelengkap perjalanan karakter. Justru aspek spiritual dan filosofis yang lebih menonjol. Ratih tampaknya lebih tertarik menggali pergulatan batin tokohnya dibanding menyajikan aksi tanpa henti.

Novel ini juga kaya dengan refleksi yang relevan bagi pembaca masa kini. Salah satunya muncul ketika Jaka merenungkan arti sebuah nama dan identitas. Jika nama adalah penanda diri, apakah seseorang akan menjadi pribadi yang berbeda ketika namanya berubah? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini membuat Saga dari Samudra terasa lebih dari sekadar novel sejarah.

Tentu saja novel ini tidak luput dari kekurangan. Konflik yang disajikan terlalu sederhana atau alur cerita yang melompat-lompat antar tokoh terasa kurang konvensional dibanding novel populer pada umumnya. 

Saga dari Samudra bukan sekadar kisah tokoh besar dalam sejarah Islam Nusantara, melainkan juga cerita tentang seorang anak yang mencari jati diri, seorang ibu yang mengasihi tanpa syarat, dan perjalanan panjang manusia dalam memahami siapa dirinya sebenarnya. 

Identitas Buku

  • Judul: Saga dari Samudra
  • Penulis: Ratih Kumala
  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit: Mei 2023
  • Tebal: 202 halaman
  • ISBN: 978-602-06-7096-6